REVIEWS: Penguins of Madagascar (2014)

[ad_1]

Share Button

Private: Are you my family?

Poster

Directed By: Tom McGrath, Chris Miller, Christopher Knights

Cast: Tom McGrath, Chris Miller, Christopher Knights, Conrad Vernon, John Malkovich, Benedict Cumberbatch, Ken Jeong, Annet Mahendru, Peter Stormare

Synopsis:

Dalam sebuah misi untuk menyusup ke dalam Fort Knox, Kuartet Penguin yang terdiri dari Skipper (Tom McGrath), sang pemimpin; Kowalski (Chris Miller), ahli intelijen; Rico (Christopher Knights), ahli senjata dan bahan peledak; dan Private (Conrad Vernon), ahli penyamaran yang juga paling muda dalam tim, ditangkap oleh seekor gurita jahat yang bernama Dave (John Malkovich). Dave memiliki dendam kesumat dengan keempat penguin tersebut karena telah meredupkan kebintangannya di setiap kebun binatang yang dihuninya.

Namun dalam keadaan terpojok, keempat penguin tersebut diselamatkan oleh North Wind, sekelompok agen rahasia yang terdiri dari hewan- hewan bernama Classified (Benedict Cumberbatch), Corporal (Peter Stormare), Eva (Annet Mahendru), dan Short Fuse (Ken Jeong).

North Wind membutuhkan bantuan para penguin karena disinyalir Dave memiliki sebuah senjata mematikan yang dapat mengancam keselamatan penguin-penguin di seluruh dunia. Namun apa yang direncanakan Dave, tidak berjalan lancar. Masalah yang dihadapi selain rencana jahat Dave adalah perang ego di antara pimpinan kedua kubu; Skipper dan Classified. Dan untuk menggagalkan rencana jahat Dave, kedua hewan tersebut harus mau bahu-membahu dan melupakan ego masing- masing.

Review:

penguins-madagascar-movie-review

Mengembangkan sebuah franchise film adalah pilihan favorit yang disenangi para produser film. Pasalnya, mereka tidak perlu memulai ceritanya dari nol. Mereka tinggal mengandalkan popularitas film sebelumnya, yang jika memang sudah sukses akan menimbulkan rasa penasaran akan lanjutan kisahnya. Bahkan terkadang banyak rumah produksi yang cukup pede sudah gembar-gembor untuk membuat sekuel sebelum film pertamanya rilis di pasar. Cara ini biasanya dilakukan untuk film yang diadaptasi dari media yang sudah mempunyai fanbase yang kuat, seperti komik dan novel. Ada juga yang mengembangkan sebuah film, supaya tidak terkesan aji mumpung, diberitakan bahwa sebenarnya film lanjutan tersebut sudah disiapkan jauh sebelum film pertamanya dibuat. Well, who knows?

the-penguins-of-madagascar

Banyak jenis pengembangan sebuah franchise. Yang paling sering dilakukan adalah membuat sekuel, yaitu kelanjutan cerita dari film pertamanya. Kemudian membuat sebuah prekuel, yang merupakan kebalikan dari sekuel; membuat kisah sebelum film pertamanya. Jenis yang lain adalah spin-off. Dalam review saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan perihal spin-off ini, yaitu mengembangkan sebuah cerita baru dari salah satu karakter favorit yang ada di film itu.

the-penguins-of-madagascar-04-636-380

The Wolverine, Elektra, Annabelle, dan The Scorpion King adalah beberapa contoh spin-off.  Selain untuk mengembangkan sebuah franchise cabang yang “kali- kali aja sama lakunya dengan film induk”, spin-off terkadang ditujukan untuk mempertahankan franchise ketika penonton sudah mulai bosan dengan film intinya. Seperti film Puss in Boots yang ditujukan untuk mengobati kebosanan penonton terhadap  franchise Shrek. Kali ini yang mendapatkan kehormatan sebuah spin-off adalah karakter 4 penguin yang bertingkah layaknya kesatuan militer dari franchise Madagascar.

dasagag

Sebenarnya, ini bukanlah kali pertama keempat penguin gemesin ini diberikan sebuah spin-off. Sebelumnya, sebuah seri animasi televisi berjudul The Penguins of Madagascar telah lebih dulu ditayangkan oleh Nickelodeon sejak 2008 yang hingga sekarang masih tetap bertahan. Jadi bisa dikatakan selain sebuah spin-off, Penguins of Madagascar seperti film The Simpsons Movie, Southpark: Bigger Longer & Uncut, dan Beavis and Butthead Do America juga merupakan versi panjang dari film seri animasi.

asaasda

Berbeda dengan karya-karya Disney/Pixar, Dreamworks Animation, yang merupakan salah satu pesaing berat studio legendaris pencipta film- film animasi tersebut, tidak terlalu peduli dengan pesan-pesan moral. Jika film-film Disney/Pixar mengajak anak kecil untuk learn and play—di mana selain memberikan hiburan yang menarik, mereka juga tidak segan-segan menanamkan pelajaran budi pekerti—film-film Dreamworks Animation dikreasikan murni untuk hiburan. Jika memang ada muatan mendidik, tidak sebesar porsi film-film Disney/Pixar.

1017236-penguins-madagascar-trailer-2-4

Untuk menjaga kesinambungan dengan trilogi Madagascar, awal petualangan film ini dibuka dengan salah satu adegan Madagascar: Europe’s Most Wanted, yang menggambarkan “perpisahan” antara Skipper-Kowalski-Rico-Private dengan Alex-Marty-Melman-Gloria. Skrip yang ditulis oleh John Aboud, Michael Colton, Eric Darnell, Tom McGrath, serta Brandon Sawyer ini cukup rapi. Dengan sangat sederhana, setiap lembaran naskah ditulis sangat-sangat straight forward untuk membuat younger audience lebih betah duduk di bangku. Ditambah dengan sekilas origins yang menarik—yang menjelaskan asal-usul kebersamaan para penguin tersebut di menit-menit awal—yang benar- benar disajikan dengan sangat lucu dan menghibur.

penguinsofmadagascar

Seperti saya jelaskan sebelumnya, film ini memang sangat-sangat memperhatikan unsur fun, namun masih bisa dimengerti oleh penonton-penonton dengan rentang umur yang luas. Action scene yang seru sangat mudah dipahami oleh anak kecil dan tidak terlalu njlimet. Joke-joke yang dilontarkan juga lebih berfokus kepada visual jokes yang sangat mudah dipahami oleh anak kecil. Namun, di antara joke-joke tersebut bagi saya pribadi joke yang paling memorable justru mungkin kurang dipahami oleh anak kecil. Di mana joke tersebut memplesetkan nama artis-artis populer setiap kali karakter Dave memberikan perintah kepada anak buahnya.

Penguins-of-Madagascar-Movie-Wallpaper-06

Film ini dilengkapi dengan voice cast yang sangat baik. Terlebih untuk nama John Malkovich dan Benedict Cumberbatch yang masing-masing bisa memberikan karakteristik tersendiri bagi peran yang didapuknya. Malkovich mampu menciptakan one-dimentional-classic-animated-villain lewat karakter Dave—tanpa bermaksud spoiler—memiliki suatu hal yang mengingatkan saya kepada karakter El Macho dari Despicable Me 2. Lalu sang Sherlock mampu memberikan sentuhan british-super-agent ala-ala James Bond bagi karakter Classified. Dan bagi para pecinta film akan sedikit terhibur dengan penampilan voice cameo oleh salah satu sutradara legendaris dunia perfilman; Werner Herzog. Bagi yang mungkin asing dengan sutradara dokumenter asal Jerman ini, dia adalah pemeran karakter Zec, musuh utama di film Jack Reacher.

44a6a6a2-4d7d-4768-ac86-404d8565bc75-this-4-minute-penguins-of-madagascar-clip-is-genuinely-hilarious

Overall, Penguins of Madagascar adalah sebuah film animasi yang cukup memuaskan. Faktor cerita yang sederhana, joke yang efektif, serta adegan-adegan yang menghibur menjadi sebuah faktor kuat yang menjadikan film ini mudah diterima berbagai kalangan. Ditambah dengan penampilan cameo dari universe Madagascar lainnya, seperti keempat karakter sentral franchise tersebut, King Julien, Mort, dan Vitaly—meskipun sebagian besar hanya berupa gambar di poster dan siluet saja. Namun sayangnya, ketika review ini dibuat, saya belum sempat menyaksikan dalam format 3D, yang kabarnya sangat bagus. Sekedar masukan, jangan lupa untuk menyaksikan mid-stinger yang cukup menarik dan lucu di pertengahan credit title. (dnf)

Rating:

8/10

Buat yang sangat menyukai PENGUIN OF MADAGASCAR, jangan lupa mampir dan ikuti event seru ini juga, ya!

FA POM-flyer A5-portrait-front

Share Button

[ad_2]

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *