REVIEW: GUARDIAN (2014) | Movie Xplorers

[ad_1]

guardian

“Mama mau aku jago beladiri terus bunuh orang atau dibunuh kaya papa ?” -Marsya

Fenomena yang mulai berkembang dalam dunia perfilman Indonesia belakangan ini adalah mengajak artis papan atas Hollywood . Tengok saja Kellan Lutz- Mickey Rourke dalam “Java Heat”. Tentu dengan strategi tersebut, pihak produksi mengharapkan film mereka bisa sukses.

Salah satu genre yang terbilang langka dalam perfilman nasional adalah Action. Untunglah “The Raid” berhasil membangunkan para sineas lainnya untuk membuat film dengan genre serupa. Dan kali ini , giliran Skylar Pictures yang kita kenal lewat “Surat Kecil Untuk Tuhan” yang menjadi film terlaris pada 2011 merilis film action perdana mereka berjudul “GUARDIAN”.

“Guardian” dibintangi Dominique Diyose, Nino Fernandes, Tio Pakusadewo, Belinda Camesi, Kimmy Jayanti, Ginandra Bimo, aktris asli Russia Aline Malina, dan aktris papan Hollywood, Sarah Sanguin Carter.

Berkisah tentang Sarah (Dominique) yang baru saja kehilangan suaminya, Wisnu. Setelah kejadian tersebut, anaknya, Marsya dipaksa untuk belajar martial arts yang sebenarnya tidak dia sukai. Sampai pada suatu ketika, mereka berdua dikejar-kejar oleh sekelompok orang tidak dikenal. Masalah semakin rumit ketika Paquita (Sarah Carter) datang dan juga mengejar mereka. Sarah meminta bantuan Roy, seorang kapten polisi sahabat mendiang Wisnu untuk melacak komplotan tersebut . Dan diketahui komplotan tersebut adalah suruhan Oscar (Tio Pakusadewo) , seorang pejabat yang dulunya seorang gembong narkoba dan human trafficking. Hal itu membuat Sarah mati-matian melindungi Marsya.

Apa sebenarnya yang terjadi ?

Siapa komplotan yang mengejar Marsya dan Sarah ?

Hubungan apa yang terjalin antara Paquita, Marsya dan Oscar ?

REVIEW :

Banyak diantara kita yang mengira bahwa cerita hubungan ibu-anak hanya bisa dieksplor lebih jauh dalam genre Drama. Nyatanya, “GUARDIAN” mampu menampilkan sisi drama dan action secara berimbang. Untuk adegan actionnya sendiri, bisa dibilang lebih soft namun tetap memukau jika dibandingkan dengan “The Raid 2” yang jauh lebih hard untuk kadar violencenya .

Adegan aksi yang ditampilkan cukup memacu adrenalin. Mulai dari kejar-kejaran menggunakan mobil sampai adegan tembak-tembakan yang digarap dengan baik, terutama dengan adanya CGI yang dibuat oleh Erik Kawilarang yang sudah berpengalaman mengurus CGI film-film Hollywood seperti Superman Returns dan Life Of Pi.

Gubahan musik dari Khikmawan Santosa juga mampu menghidupkan tiap scene ,terutama memasuki action scene. Untuk urusan akting, semua cast menampilkan performa terbaik mereka seperti Dominique Diyose yang dulu dikenal lewat “Berbagi Suami”. Dalam ” GUARDIAN”, Dominique bertransformasi menjadi ibu dan wanita petarung. Begitu pula dengan Belinda Camesi yang cukup baik berperan sebagai Marsha. pengorbanan mereka belajar martial arts patut mendapat acungan jempol.

Overall, “GUARDIAN” merupakan bukti bahwa film Indonesia akan semakin mampu membawa nama negara di kancah dunia International, apalagi film ini sempat ditayangkan dalam Europe Film Market 2014 yang merupakan bagian dari Berlinale 2014 yang digelar di Berlin, dan sudah dipegang oleh Birch Tree Entertainment yang akan menayangkanya di Amerika, New Zealand, Australia dan bulan depan dipastikan tayang di Thailand dan Malaysia.

Jangan melihat sisi aksinya, namun serap pesan moralnya, bahwa kasih sayang Ibu kita selalu menyertai kita meski kita sering bersikap kasar terhadap beliau. Hargailah ibumu !

8,0/10

“GUARDIAN ” Tayang mulai 30 April 2014 di Cinema 21 dan Blitzmegaplex !

[ad_2]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *