REVIEW: DISNEY’S CHRISTOPHER ROBIN (2018): A Classic Disney Tale That Filled With Warm and Nostalgic Feelings!

[ad_1]

“Doing nothing often leads to the very best kind of something.”-Christopher Robin

Setiap kita yang telah beranjak dewasa pasti memiliki jiwa anak kecil,apalagi jika hal yang pernah kita alami atau sukai kembali menghampiri kita diumur yang semakin bertambah,bukan? Terkadang kita menganggap masa lalu ataupun hal yang kita sukai tersebut sudah menjadi sebuah kenangan yang tidak mungkin akan terulang kembali namun tanpa kita sadari, banyak cara dari kenangan tersebut untuk menghampiri kita dan membawa kita kembali bernostalgia.

Walt Disney Pictures kembali mengadaptasi sebuah karakter populer yang sudah cukup mendapat hati di tempat anak-anak apalagi kalau bukan Winnie the Pooh dan kawan-kawannya yang tinggal di Hundred Acre Woods dalam “Disney’s Christopher Robin”. Para cast yang terlibat diantaranya adalah Ewan McGregor, Hayley Atwell, Orton O’Brien, Bronte Carmichael, Mark Gatiss,Oliver Ford Davies, Ronke Adekuloejo, Adrian Scarborough, Roger-Ashton Griffiths, Ken Nwosu, John Dagleish, Amanda Lawrence, Katy Carmichael, Tristan Sturrock, Paul Chahidi,Matt Berry, Mackenzie Crook dengan penampilan khusus Chris Pratt. Para voice-cast karakter kesayangan anak-anak ini pun kembali terlibat mulai dari Jim Cummings (Pooh dan Tigger), Brad Garrett (Eeyore), Nick Mohammed (Piglet), Peter Capaldi (Rabbit), Toby Jones (Owl), Sophie Okonedo (Kanga) dan Sara Sheen (Roo). Film ini telah dirilis di Amerika pada 3 Agustus 2018 dan siap membawa kenangan nostalgia mulai 21 Agustus 2018 di Indonesia.

Christopher Robin menyadari bahwa masa kecilnya tidak melulu harus dihabiskan dengan berimajinasi bersama kawan-kawannya seperti Winnie the Pooh, Tigger,Piglet,Rabbit,Owl,Kanga dan Roo juga Eeyore. Setelah beranjak dewasa, Christopher Robin yang telah menikah dengan Evelyn dan memiliki anak perempuan bernama Madeleine Robin ini seakan kehilangan daya imajinasinya bahkan dirinya tidak lagi memikirkan Pooh dan kawan-kawan akibat tekanan yang diterimanya dari Giles Winslow.Jr, boss Winslow Luggages tempat Ia bekerja. Ketika tengah menghadapi masalah pekerjaan dan juga keluarga, tiba-tiba Pooh datang menemui Christopher Robin dan meminta bantuannya untuk mencari kawan-kawan Pooh yang hilang.

Akankah Christopher Robin mau membantu Pooh mencari kawan-kawannya?

Bagaimana Christopher Robin menghadapi masalah di pekerjaan dan keluarganya?

REVIEW:

Winnie the Pooh yang diciptakan karakternya oleh A.A.Milne dan E.H.Shepard ini sudah dikenal banyak kalangan mulai dari yang muda sampai yang berumur. Bahkan saya yakin, kalian yang membaca review ini pasti mengingat ketika kalian diperkenalkan dengan sosok Pooh yang lucu, pemalas dan sangat menyukai madu tersebut,bukan? Marc Forster selaku sutradara memberikan visual dan cerita yang hangat tetapi juga penuh pesan moril dalam “Disney’s Christopher Robin”. Alurnya tidak rumit dan bisa diterjemahkan oleh penonton bahkan sinopsis resminya yang singkat,padat,jelas sudah dapat membawa penonton untuk menerka bagaimana jalan cerita film ini. Naskah yang ditulis oleh Greg Brooker dan Mark Steven Johnson ini menyesuaikan kehidupan sehari-hari dimana kita seringkali melupakan hal terpenting dari hidup karena pekerjaan kita. Winnie the Pooh benar-benar menggemaskan setiap tampil di layar. tiap scene yang penuh tingkahnya yang polos membawa penonton kembali bernostalgia. Apalah arti Christopher Robin tanpa Winnie the Pooh? Yang jelas, Pooh akan membuat kalian segera ingin cepat pulang ke rumah dan mencari boneka beruang yang lembut.

Ulah karakter lainnya seperti Eeyore yang selalu murung dan selalu berbicara dengan nada sendu dan depresif, Piglet yang penakut dan selalu gemetar ketika berbicara, Tigger yang hiperaktif dan suka meloncat dengan ekornya juga membuat film ini semakin terasa aura nostalgianya. Bagi Jim Cummings yang menjadi voice-cast Pooh juga Tigger, ini menandai 30 tahun bagi dirinya menjadi voice-cast dua karakter tersebut sejak 1988. Quotes-quotes yang dilontarkan tiap karakter juga akan terus tengiang dalam ingatan penonton terutama satu line yang diucapkan Pooh yang mungkin akan membuat penonton sedikit meneteskan air matanya.

Nosalgia, drama keluarga yang hangat menjadikan “Disney’s Christopher Robin” sebagai sebuah drama keluarga yang fun ditambah visualisasi opening yang menyerupai lembaran buku yang tiap lembarnya membuat kita penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

4 dari 5

[ad_2]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *