REVIEW: BLACKHAT (2015) | Movie Xplorers

[ad_1]

Nicholas Hathaway: “This is the code. This section right here, it looks incomplete. He’s still writing.”

Henry Pollack: “What for?”

Nicholas Hathaway: “The real hit is still to come.”

Blackhat Movie

Kami yakin sebagian besar dari kalian sudah ada yang pernah belajar cara “Hacking” , bukan ? tindakan yang termasuk golongan cyber crime ini memang cukup meresahkan banyak pihak,apalagi jika yang diretas merupakan badan atau institusi pemerintah yang sangat penting. Belum lama ini kita dikejutkan dengan ulah Korea Utara yang meretas situs sebuah Production House terkenal di Amerika Serikat yang cukup meresahkan pihak yang diretas sebab dokumen mereka tersebar via dunia maya.

Inspirasi itulah yang digagas Michael Mann (Heat, Collateral) untuk film pertamanya yang disyuting secara full digital berjudul “Blackhat”. Awalnya berjudul “Cyber”, film ini dibintangi Chris Hemsworth, Viola Davis, Wang Lee Hom, Tang Wei, Richie Coster, Holt McCallany dan berlokasi syuting di Chicago, Hong Kong, Malaysia, hingga ke negara kita tercinta , Indonesia.

Negara China dikejutkan dengan meledaknya PLTN Chan Wai oleh hacker yang memasukkan virus bernama “Blackhat”. Kapten Chen Da Wai dari kepolisian Hongkong memutuskan untuk bekerjasama dengan FBI yang diwakili Agent Henry Pollack dan Carol Berrett . Gilanya, Chen menggagas ide untuk memanggil kembali Nicholas Hathaway, seorang hacker yang sedang menjalani hukuman 15 tahun akibat ulahnya tersebut. Hathaway bersama Chen dan Berrett melakukan pelacakan kode tersebut yang ternyata mengarah kepada seseorang bernama Kassar dan memaksa mereka melakukan perjalanan lintas kota antar negara dari Hongkong hingga Jakarta.

Berhasilkah FBI, Kepolisian Hong Kong dan Hathaway meringkus pelaku ?

Apa tujuan sebenarnya pelaku melakukan hacking terhadap PLTN Chan Wai ?

blackhat-poster

REVIEW : Intrik dalam pelacakan kode antara sesama hacker ini menjadi sajian yang menegangkan dan berhasil disajikan dengan apik oleh Michael Mann. Tidak hanya itu, visualisasi ketika virus sang hacker meretas terminal hingga server komputer pun ditampilkan dengan visualisasi yang akan membuat orang yang biasa bekerja di bidang IT akan menyukainya. Banyaknya istilah-istilah seperti PLC, malware dan sebagainya agak membuat orang awam ,terutama yang bukan bidang IT akan bingung mencernanya, namun bukan itulah yang ingin Mann tunjukkan. Mann mengemas drama crime thriller ini cukup baik dengan adegan aksi yang cukup dramatis. Akting para cast juga mendukung, meski hanya beberapa seperti Chris Hemsworth yang memerankan Nicholas Hathaway yang arogan dan mau seenaknya sendiri, Wang Lee Hom yang memerankan Kapten Chen Da Wai yang berwatak protektif terhadap adiknya, Lien Chen yang diperankan Tang Wei. Sementara akting Viola Davis terbilang biasa saja.

Mann tidak ingin penonton menikmati intrik pelacakan kode saja, namun juga memasukkan bumbu romantis antara Hathaway dan Lien Chen. Setting yang digunakan sebagai lokasi syuting cukup membantu serta ikonik karena menampilkan kekhasannya, seperti Hongkong yang pada malam hari dipenuhi pedagang Chinese food, Jakarta yang terkenal dengan rumah susun, dan pemandangan yang indah di Perak, Malaysia.

Hal plus lainnya dalam film ini adalah penampakan produk antiseptik lokal yang cukup dikenal di Indonesia. Tentu saja kami berharap produk tersebut mampu mengikuti produk sebelumnya yang sudah go inernational lebih dahulu.

Overall, “Blackhat” memadukan banyak budaya dan lokasi serta intrik pelacakan kode yang cukup thrilling. Bagi penikmat film action yang ingin keluar dari arah mainstream, film ini wajib masuk list kalian.

3,5/5

“Blackhat” sedang tayang di Cinema 21/XXI, blitzmegaplex dan Cinemaxx Theater

[ad_2]

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *