WONDERSTRUCK: Hidup Penuh Keajaiban

WONDERSTRUCK: Hidup Penuh Keajaiban

0 Shares

We’re all in the gutter, but some of us are looking at the stars – Oscar Wilde

 

 

Sinopsis:

Film ini berkisah tentang 2 orang anak yang sama-sama berusia 12 tahun namun hidup pada masa berbeda. Ben, anak laki-laki, hidup pada tahun 1977, sedangkan Rose, anak perempuan, hidup di tahun 1927.  Rose tidak bisa mendengar sejak lahir dan tinggal bersama ayahnya yang begitu keras,  sedang Ben terlahir dengan kehilangan salah satu pendengarannya dan tinggal bersama paman dan bibinya pasca kematian ibunya di tempat yang begitu dekat dengan rumah masa kecilnya. Kemudian, Ben kehilangan kedua pendengarannya ketika petir menyambar rumah masa kecilnya dan masuk ke jaringan telepon saat Ben sedang menggunakannya. Ben pun di bawa ke rumah sakit.

Sutradara:Todd Haynes

Skenario:Brian Selznick

Pemain:Oakes Fegley, Millicent Simmonds, Julianne Moore, Michelle Williams

 

 

 

Ulasan:

Mengikuti alur cerita Ben (Oakes Fegley) dan Rose (Millicent Simmonds) yang hidup di era yang berbeda yang ditampilkan secara bergantian begitu menyenangkan. Mereka berdua sama-sama melarikan diri (Rose dari rumah, Ben dari rumah sakit) ke kota New York. Tujuan mereka berdua tentu saja berbeda. Rose ingin bertemu idolanya, Lilian Mayhew (Julianne Moore) sedang Ben ingin mencari tahu tentang siapa ayahnya berbekal nomor telepon yang ada di pembatas buku pemberian almarhum ibunya. (Elaine, Michelle Williams). Dari situlah kita mulai diajak berpetualang dan menjelajah tempat yang sama di masa yang berbeda 50 tahun lamanya.

 

 

Brian Selznic sebagai penulis skenario memang mengadaptasi bukunya sendiri yang berjudul sama “Wonderstruck”. Brian Selznick juga dikenal dengan bukunya yang berjudul: The Invention of Hugo Cabret). Dia begitu piawai merangkai dua cerita yang berbeda menjadi saling melengkapi sampai akhirnya bertemu dalam satu cerita. Begitu juga dengan sang sutradara, Todd Haynes (Carol, I’m Not There) yang mampu menuangkannya ke layar lebar dengan tetap memberikan sentuhan khasnya.

Meski kedua tokoh utama punya kekurangan dalam pendengarannya dan kadang pengadeganannya tanpa suara, tapi sama sekali tidak mengganggu kita sebagai penontonnya. Kita justru seperti ditarik masuk ke dunia mereka. Kita jadi memusatkan perhatian kepada gerak tubuh dan ekspresi para pelakonnya. Kekosongan suara tidak terasa. Kredit tersendiri tentunya disematkan untuk Carter Burwell (Penata Musik), Edward Lachman (sinematografi) dan Affonso Goncalves (Penyunting film). Wonderstruck sendiri akan tayang mulai 31 Januari 2018.

 

 

Dunia anak memang tak lepas dari bermain, rasa ingin tahu dan imajinasi, begitu juga dengan yang tersaji dalam film ini. Pertemuan Ben dengan Jamie (Jaden Michael) di museum misalnya juga menarik untuk diiukuti. Yang menarik lagi tentunya adanya diorama yang luar biasa yang terdapat di Museum Queens dengan kejutan-kejutan kecil yang mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya.

 

 

We are all cabinet of wonders – Brian Selznick

0 Shares

Written by Lisa Boy