Spider-Man™: Into the Spider-Verse – Melampaui Ekspektasi Kita

Spider-Man™: Into the Spider-Verse – Melampaui Ekspektasi Kita

0 Shares

“We all have powers, and we all need to face up to our responsibilities, regardless of who we are or where we are born.”

 

 

Spider-Man bukanlah kata yang asing di telinga kita. Komik dan film dengan berbagai versinya mungkin sudah atau bahkan sering kita santap sebelumnya. Lalu, apa yang membuat Spider-Man™: Into the Spider-Verse berbeda? Film Spider-Man™: Into the Spider-Verse punya banyak hal melampaui apa yang kita bayangkan.

Berkisah pada petualangan Miles-Morales (Shameik Moore), remaja Afrika-Amerika/Puerto Rico yang tinggal di Brooklyn dan mencoba beradaptasi di sekolah barunya di Manhattan. Hidup Miles makin rumit sejak dia tidak sengaja digigit laba-laba radioaktif.

 

 

 

Mungkin xplorers mengira mampu menebak akan berjalan seperti apa cerita selanjutnya. Tapi, seperti yang sudah sempat disinggung di awal, film Spider-Man™: Into the Spider-Verse ini benar-benar berbeda dengan versi yang pernah kita tonton sebelumnya.

 

 

Sosok remaja tanggung Miles-Morales tentu sudah menjadi pembeda tersendiri. Karakter Miles ini berdasarkan pada komik yang ditulis oleh Brian Michael Bendis dan artis Sara Pichelli di tahun 2011. Belum lagi munculnya Kingpin (Liev Schreiber) bersama anak buahnya berhasil mengembangkan suatu alat yang mampu membuka portal ke dunia yang berbeda-beda (masa lampau sampai masa depan) dan menarik Spider-Man dengan berbagai versinya, mulai dari Peter Parker (Jake Johnson) yang tak lagi muda, Spider-Gwen (Hailee Steinfield), Spider-Man Noir (Nicolas Cage), Spider-Ham (John Mulaney), dan karakter anime Peni Parker (Kimiko Glenn) ke dunia Miles.

 

 

Spider-Man tanpa kehadiran Bibi May tentu akan terasa kurang. Penampilan bibi May yang suaranya diisi oleh Lily Tomlin di film ini jauh dari karakter bibi May yang selama ini kita kenal. Seperti apa? Tonton dan temukan sendiri seperti apa dan xplorers akan terkejut dibuatnya.

 

 

Spider-Man: Into the Spider-Verse benar-benar menyajikan karakter Spider-Man yang baru. Sosok Spider-Man sendiri pertamakalinya dikenalkan oleh Stan Lee dan Steve Dirko di tahun 1962. Phil Lord dan Christopher Miller adalah dua orang kreatif yang ada dibalik ide unik ini. Karya mereka berdua tentunya juga tidak asing bagi kita, seperti film Cloudy with a Chance of Meatballs, the 21 and 22 Jump Street dan The LEGO Movie yang memenangkan BAFTA- dan Annie-Award.

 

 

Lord, dalam pernyataannya menegaskan bahwa karakter Miles Morales yang membuat dia tertarik untuk terlibat dalam proyek Sony Pictures Animation ini.

 

“We really thought it was an amazing, fresh way to tell the Spider-Man stories,” said Lord.

 

Lord dan Miller berpikir keras untuk menciptakan karakter Spider Man versi post-modern. Mengembangkan ide superhero yang benar-benar berbeda dari era mereka atau yang biasa kita kenal sejauh ini.  Mengatur ulang semua unsur pendukung yang mampu menerjemahkan berbagai macam versi Spider-people dari semua komik yang ada. Gaya visual yang begitu dinamis menjadi salah satu aspek yang begitu menarik perhatian  dari film ini. Melampaui ekspektasi penonton saat menonton CG dalam film animasi dan sekaligus juga mampu menarik kita ke era keemasan komik. Ada komposisi yang tidak biasa, efek suara yang baru dan gaya visual yang menyebar sepanjang film ini. Ada skena yang seolah menarik kita ke dalam buku komik. Benar-benar seru. Bahkan nih xplorers, kabarnya hamper di setiap CG frame, mereka menggunakan ilustrasi yang digambar langsung menggunakan tangan oleh ilustratornya. Makin tambah penasaran kan?

 

 “Hey, that can be me underneath the mask.”

 

 

 

 

 

0 Shares

Written by Lisa Boy