REVIEW: VENOM (2018): An Unique Standalone Story That Tickles Yet Still Entertaining From Spider-Man Greatest Nemesis!

REVIEW: VENOM (2018): An Unique Standalone Story That Tickles Yet Still Entertaining From Spider-Man Greatest Nemesis!

0 Shares

Eddie, cooperate, and you just might survive.“- Venom

Siapa yang pernah merasa melakukan hal yang benar tetapi berdampak negatif baik terhadap kita sendiri atau orang terdekat? Bohong jika ada yang berani berkata bahwa dirinya tidak pernah membuat orang lain terlibat dalam masalah yang tidak dapat ditanganinya. Dizaman yang serba informatif ini, kehadiran seorang jurnalis atau wartawan bisa berbuah positif ataupun negatif. Positif berarti mendapatkan bahan berita baik untuk ditulis, Negatif dalam makna terlibat penyelidikan sebuah “skandal” yang bisa merugikan dirinya sendiri. Memang naluri wartawan, rasa tak kenal lelah mencari berita selalu menjadi senjatanya.

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Venom? Salah satu musuh bebuyutan Spider-Man yang sudah pernah hadir dalam trilogy Spider-Man garapan Sam Raimi, tepatnya Spider-Man 3 (2007) ini sangat banyak fansnya. Terlebih melihat rupanya yang menyeramkan. Setela Venom versi Raimi hadir di layar lebar, kali ini Columbia Pictures , Tencent Pictures bersama Marvel menghadirkan kisah terbaru dari Anti-hero ini. “Venom” disutradarai oleh Ruben Fleischer dan menghadirkan cast-cast seperti Tom Hardy, Michelle Williams, Riz Ahmed, Jenny Slate, Woody Harrelson, Scott Haze, Marcella Bragio, Reid Scott.

Eddie Brock, seorang wartawan yang terkenal dengan acaranya “The Eddie Brock Show” memiliki segalanya. Kekasih yang cantik dalam rupa Anne Weying dan tempat tinggal yang layak. Namun setelah wawancaranya dengan founder Life Foundation Carlton Drake, Eddie mendapat kemalangan demi kemalangan akibat rasa ingin tahunya dalam mengungkap “skandal” di yayasan riset tersebut. Ditengah masalah tersebut, Eddie menjadi inang dari seekor symbiote bernama Venom setelah menyusup. Eddie yang kini mendapat kekuatan dari Venom makin kuat untuk membongkar skandal di Life Foundation.

Apa skandal yang sebenarnya terjadi di Life Foundation?

Bagaimana reaksi Eddie mengetahui dirinya menjadi inang dari Venom?

REVIEW:

Awal “Venom” direncanakan, semua tentu langsung teringat akan sosok Venom yang diperankan Topher Grace dalam Spider-Man 3 (2007),bukan? Berdurasi 112 menit, Venom secara mengejutkan menjadi sebuah cerita anti-hero yang berdiri sendiri dengan keunikan yang cukup menggelitik. Naskah yang ditulis oleh Jeff Pinkner dan Scott Rosenberg cukup berani untuk keluar dari alur di komik aslinya. Tetapi hal ini justru membuat keunikan ketika Venom berjumpa dengan Eddie dan bagaimana hubungan antara Eddie dan Venom dieksplor. Alurnya sendiri tidak terlalu lambat dan tidak terlalu melodaramatis (tidak seperti si cengeng Topher Grace yang overreact di Spider-Man 3,red). Tom Hardy memberikan penampilan akting yang cukup baik serta mampu membuat penonton tertawa dengan chemistrynya ketika tengah berbicara dengan Venom. Banyak moment-moment yang mengundang tawa. Chemistry keduanya seperti layaknya jika kalian menyaksikan film film bertemakan “buddy cop”. yah, seperti itu kurang lebih. Bahkan Venom yang suaranya dibuat oleh Hardy ini makin menggelitik di salah satu scene.

Michelle Williams juga cukup membuat para fans komik Venom bersorak. Pasalnya, dengan peran Anne Weying, Michelle sudah mewujudkan harapan para fans untuk dapat melihat salah satu karakter yang masih memiliki relasi dengan Venom. Sebagai Carlton Drake, Riz Ahmed memang memiliki postur yang menandakan bahwa “saya ini bos, mohon hormati saya”. Tapi tidak dengan wataknya. Terlalu kaku meskipun saat final fight, Ahmed menjadi lawan yang sepadan untuk Hardy.

Jangan lewatkan cameo Stan Lee dan juga dua credit scene yang keduanya akan memberikah euforia terutama credit scene pertama yang hadir di tengah credit. Para pembaca, gamer game Spider-Man akan sangat antusias melihat sosok yang muncul di credit scene tersebut yang bisa jadi memunculkan sekuel berhubung Tom Hardy sudah diikat kontrak untuk 3 film Venom. Sementara credit scene kedua memberikan sedikit preview dari dimensi Spider-Man yang lain yang siap rilis pada Desember 2018 di bioskop.

Unik dan menggelitik dibalut dengan adegan aksi ala film-film superhero kebanyakan, Venom menjadi sebuah pembuka kisah sang anti-hero yang cukup banyak fansnya ini dengan menjanjikan.

4 dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion