REVIEW: TRUTH OR DARE (2018): Permainan Klasik Yang Menjadi Pencarian Nyawa!

REVIEW: TRUTH OR DARE (2018): Permainan Klasik Yang Menjadi Pencarian Nyawa!

“If you want to survive, stop thinking about other people and think about yourself!”-Markie Cameron

Setiap orang pasti memiliki rahasia yang kemudian mereka percayakan kepada teman terbaik atau sahabat mereka,bukan? Terkadang menyimpan rahasia tersebut bisa memberikan dua dampak. Pertama, dampak negatif dimana kita bisa menyampaikannya terhadap orang lain atau dampak positif dimana kita melindungi sahabat kita dari rahasia tersebut. Namun bagaimana jika rahasia itu menjadi sebuah pertaruhan hidup dan mati dalam sebuah permainan yang sepele namun berbahaya?

Jason Blum dan Blumhouse Entertainment kembali mempersembahkan karya terbaru mereka setelah suksesnya “Get Out” dan ” Happy Death Day” pada tahun 2017. Kali ini Blum mengambil permainan klasik yang biasa dimainkan oleh remaja-remaja Amerika yang bernama “Truth or Dare”. Permainan tersebut dijadikan sebagai judul film yang disutradarai oleh Jeff Wadlow ini. Dirilis di Amerika pada hari yang cukup penuh dengan mitos yakni Friday The 13th atau 13 April, film bergenre horror-thriller ini diproduksi dengan budget hanya US$3,500,000 saja dan saat review ini ditulis, pendapatan domestiknya sudah mencapai angka US$ 31,375,610. Cast yang membintangi “Truth or Dare” diantaranya adalah Lucy Hale, Tyler Posey, Violett Beane, Hayden Szeto, Landon Liboiron, Nolan Gerard Funk, Sophia Ali, Sam Lerner, Aurora Perrineau, Tom Choi dan Gary Anthony Williams.

Olivia Barron bersama sahabatnya, Markie Cameron dan sang kekasih, Lucas Moreno serta teman-teman Lucy lainnya seperti  Penelope Amari dan kekasihnya, Tyson Curran bersama Brad Chang pergi berlibur di Mexico untuk liburan musim semi mereka. Di sana, mereka menikmati pesta dansa ala anak muda namun keceriaan itu tidak berlangsung lama setelah Olivia bertemu Carter yang memanggil semua teman-teman Olivia termasuk Ronnie yang ditemui Olivia dalam pesta tersebut untuk bermain permainan Truth or Dare.  Awalnya, permainan ini biasa saja namun ketika terungkap apa alasan Carter mengajak Olivia dan seluruh teman-temannya bermain Truth or Dare, kini permainan tersebut mengikuti Olivia dan teman-temannya. Permainan yang sederhana berubah menjadi permainan pencarian nyawa.

Bagaimana nasib Olivia dan teman-temannya pasca pertemuan dengan Carter?

Adakah cara untuk menghentikan permainan tersebut?

Apa yang terjadi dengan permainan Truth or Dare sampai memaksa jatuhnya korban jiwa?

REVIEW:

Berdurasi 100 menit, “Truth or Dare” seperti menjadi sebuah thriller dengan unsur ala Final Destination yang digabung dengan “Nerve”. Pasalnya, Jeff Wadlow menginginkan penonton merasakan aura ketakutan ketika korban mulai ditanya “Truth or Dare?” oleh si permainan tersebut. Hasil yang diharapkan dapat membuta takut penonton malah berubah menjadi sebuah lelucon. Ya, lelucon dimana korban masih saja berkelit dan naskah yang ditulis oleh  Michael Reisz, Jillian Jacobs, Chris Roach dan Wadlow kurang baik dalam segi membangun ketakutan dan ketegangan tersebut. Memang, scoring yang digubah oleh Matthew Margeson mampu memberi ketegangan dengan musiknya tetapi “Truth or Dare” tidak lebih dari sebuah antitesis dari Jason Blum yang sukses sebelumya dengan Get Out dan Happy Death Day. Meskipun dapat dikatakan demikian, Blum masih menyiapkan hal ikonik dari film ini yakni dimana senyum ala Iblis yang membuat merinding ketika sang permainan mencari mangsa atau korbannya.

Opening yang menggunakan Snapchat cukup menjadi sebuah perubahan ditengah intro judul film yang biasanya membosankan mungkin karena Wadlow ingin penonton menjadi bagian dari Olivia dan teman-temannya yang menikmati liburan musim semi. Kematian korban permainan ini beberapa cukup eksplisit dan dipertengahan, penonton dapat merasakan persahabatan antara Olivia dan teman-temannya yang menjadi konsekuensi dari Truth or Dare tersebut. Lucy Hale sebagai Olivia Barron berperan cukup baik namun untuk dikatakan sebagai main hero dalam film ini, belum tepat karena beberapa ekspresi Hale terlihat datar terutama menjelang akhir film. Plot-twist yang menarik terbilang berhasil menyelamatkan Truth or Dare dari dangkalnya naskah film ini. Penonton wanita bakal tergila-gila mungkin melihat sosok Tyler Posey sebagai Lucas Moreno. Dialah magnet yang cukup membuat para kaum hawa betah menyaksikan ‘Truth or Dare”.

Awalnya ingin menjadi sebuah thriller dengan unsur legenda, “Truth or Dare” seperti kehilangan arah dalam eksekusinya yang terkesan terburu-buru. Jika memang sukses, semoga sekuelnya kelak dapat lebih baik membawa penonton masuk ke dalam ceritanya.

3,5 dari 5.


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion