REVIEW: THE UPSIDE (2019): A Remake That Still Show Unique Friendship That Lively Full of Laugh

REVIEW: THE UPSIDE (2019): A Remake That Still Show Unique Friendship That Lively Full of Laugh

I know his past, but what I’m interested in is his present now“- Phillip Lacasse.

Kali ini kita berbicara tentang kaum disabilitas. Melihat mereka yang tidak “sempurna” tentu membuat kita terpecah menjadi dua kubu, dimana ada yang merasa kasihan dan iba, sedangkan disisi yang lain merasa tidak perlu mengurus mereka. Kaum diasbilitas juga manusia. Mereka masih punya semangat untuk hidup hanya saja itu semua tergantung dari sejauh apa kita bisa membuat mereka kembali memiliki passion atau gairah untuk merasakan kembali hidup seperti sedia kalanya,bukan?

Inilah remake ketiga dari film “The Intouchables” (2011) setelah “Oopiri” (2016) dan “The Inseparables” (2016), The Upside. The Upside sendiri telah melakukan World Premierenya pada 8 September 2017 di Toronto International Film Festival. Ketika akan didistribusikan oleh The Weinstein Company, film ini mengalami masalah seiring kasus yang menimpa Harvey Weinstein sampai akhirnya, suksesor TWC yakni Lantern Entertainment dan STX Pictures mengambil hak distribusi film ini. “The Upside” sendiri telah rilis pada 11 Januari 2019 di Amerika dan cukup menuai keuntungan diminggu pertama perilisannya dimana dari budget produksi sebesar $29,600,000 telah mendulang profit sebesar $37,600,000. “The Upside” dibintangi oleh komedian Kevin Hart, Bryan Cranston, Nicole Kidman, Aja Naomi King, Jahi Di’Allo Winston, Genevieve Angelson, Golshifteh Farahani, Tate Donovan, Julianna Margulies, Suzanne Savoy dan Michael Quinlan. Indonesia baru akan menayangkan The Upside pada 29 Januari 2019 mendatang di Cinema XXI/21.

Seorang milyuner bernama Phillip Lacasse mengalami gejala kelumpuhan pasca kecelakaan saat melakukan paragliding. Ia pun meminta bantuan kepada asistennya, Yvonne untuk mencari seseorang yang dapat mengurusnya dengan jabatan “Life Auxiliary”. Dell Scott, yang merupakan mantan pencuri dengan catatan kriminal yang tengah mendapat bebas bersyarat tengah mengalami masalah dengan mantan istrinya, Latrice dan anak mereka, Anthony. Dell pun tanpa sengaja mengetahui lowongan tersebut dan tanpa diduga, Phillip menerimanya sebagai sang caretaker. Dari sinilah persahabatan unik kedua manusia ini terjalin ditengah masalah yang mereka hadapi masing-masing.

REVIEW:

Sebuah remake dibuat dengan tujuan dapat menghibur para penonton yang telah menyaksikan versi aslinya. Tantangan besar bagi Neil Burger selaku sang sutradara yang mengemban tugas mengarahkan “The Upside”. Berdurasi 125 menit, Burger mampu mengarahkan semua cast dengan baik dan naskah yang ditulis oleh Jon Hartmere penuh dengan kehangatan dimana penonton dapat merasakan apa yang dialami oleh seseorang yang tidak dapat berbuat apa-apa. Kevin Hart tidak tampil terlalu over dengan muka comic sekaligus leluconnya sebagai Dell Scott, malah Hart berhasil meramu chemistry yang sangat baik dengan Bryan Cranston. Sisi drama Hart pun turut diperlihatkan olehnya dimana Dell harus memulai kehidupan barunya dengan lebih baik ditengah pekerjaannya mengurus Phillip.

Kejenakaan berhasil tercipta sepanjang keduanya berinteraksi. Tidak hanya itu, “The Upside” ini juga menenangkan sekali dari pemilihan lagu-lagu yang mengarah ke Opera sampai mendiang Aretha Franklin yang membawakan “Nessun Dorma”.  Interaksi Dell dengan mantan istri dan anaknya juga menjadi salah satu konflik yang menarik meski sudah dapat diprediksi dengan adanya “second chance”, Hart tampil sebagai sosok ayah sekaligus mantan suami yang bertanggung jawab dan ingin memulihkan hubungannya dengan keluarga yang pernah Ia bina.

Hangat,menghibur serta penuh nilai moral tentang “second chance” serta meraih kembali gairah untuk hidup, The Upside menjadi peran serius Kevin Hart yang mungkin akan menghilangkan sebagian besar hatersnya. Way to go,Hart.

4 dari 5.


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime and Tokusatsu Freak, Movie is my Passion