REVIEW: THE NUN (2018): Still Enjoyable Even It Is Not Thrilling and Terrorize!
  • 05/09/2018
  • |
  • News
  • |

REVIEW: THE NUN (2018): Still Enjoyable Even It Is Not Thrilling and Terrorize!

0 Shares

“There’s a time to pray and there’s a time to take action”- Father Burke

Sudah tidak asing lagi kita mengenal sosok-sosok menakutkan seperti pocong, kuntilanatk atau sosok-sosok hantu lainnya. Dibalk kemunculannya, masing-masing mereka tentu memiliki kisahnya sendiri sebelum dikenal dengan nama menakutkan tersebut. Mereka pun tanpa kita sadari ada di sekitar kita meski tidak dapat kita lihat. Dan banyak diantara kita yang justru tertarik menyelidiki kebenaran soal sosok-sosok misterius tersebut, terbukti dengan adanya reality show bertemakan dunia supranatural yang biasa bersetting di tempat-tempat yang diyakini angker.

Setelah meneror penonton mulai dari “The Conjuring” (2013), “Annabelle” (2014), “The Conjuring 2”  (2016) dan “Annabelle: Creation” (2017), Warner Bros.Pictures dan New Line Cinemas kembali merilis spin-off dari The Conjuring Universe yang kali ini fokusnya adalah sosok Valak dalam “The Nun”. Disutradarai oleh Corin Hardy, “The Nun”masih ditulis naskahnya oleh Gary Dauberman bersama James Wan dan diproduseri Peter Safran -James Wan. Cast-cast yang terlibat diantaranya adalah Taissa Farmiga yang merupakan saudari dari Vera Farmiga yang terlibat dalam “The Conjuring” dan “The Conjuring 2”, Demian Bichir, Jonas Bloquet, Ingrid Bisu, Bonnie Aarons, Johny Coyne, Mark Steger, Sandra Teles, Manuela Ciucur, Ani Sava, Jared Morgan, August Maturo, Claudio Charles Schneider dan Michael Smiley.

Rumania,1952. Seorang biarawati bernama Sister Victoria ditemukan meninggal setelah bunuh diri. Pastor Burke sebagai perwakilan dari Vatikan ditugaskan oleh Uskup Pasquale untuk menyelidiki kematian sang biarawati. Bersama seorang biarawati yang masih dalam tahap percobaan karena masih belum mengucapkan sumpahnya, Suster Irene, mereka berdua pergi ke St.Carta Abbey yang merupakan tempat kejadian tersebut. Dibantu oleh Frenchie, seorang penduduk dari desa yang letaknya tidak jauh dari biara tersebut, Burke dan Irene malah dihadapkan dengan teror dari sesosok makhluk berwujud biarawati yang tidak hanya membuat keduanya beresiko nyawa, tetapi juga iman Katolik dan jiwa mereka.

Siapa sosok Biarawati yang menakutkan tersebut?

Ada misteri apa dibalik kematian Sister Veronica?

Bagaimana nasib Pastor Burke dan Suster Irene di dalam biara tersebut?

REVIEW:

The Conjuring Universe merupakan sebuah universe horror yang sudah mendapat tempat di hati para penonton khususnya pecinta film horror. Penonton tentu tidak lupa bagaimana sosok Annabelle dan Valak telah meneror mereka sehingga banyak diantara mereka yang sangat memasang ekspektasi tinggi terhadap The Nun, terlebih setelah melihat teaser trailernya yang cukup menyeramkan. Namun sebaiknya, kalian yang membaca review ini sebaiknya menurunkan ekspektasi tersebut. Pasalnya, “The Nun” tidak sememorable film-film lainnya dari The Conjuring Universe. Awal filmnya sendiri sudah membuat penonton sedikit merefresh ingatan mereka akan “The Conjuring 2”. Jumpscare yang ditampilkan masih cukup efektif dengan score yang digarap Abel Korzeniowski. Naskah yang dtulis Wan bersama Dauberman sudah cukup baik terutama ketika kepingan puzzle demi puzzle tentang sosok Valak mulai terangkai. Sayang, kepingan puzzle yang sudah terangkai dengan baik tersebut lenyap dengan klimaks yang agak absurd terlebih genre film ini adalah horror. Penonton mungkin akan mengernyitkan dahi mereka dan berkata “hah? serius? ini kan horror, kenapa begini?”.

Padahal pengambilan gambarnya terutama sudut demi sudut dari St.Carta Abbey yang dilakukan Maxime Alexandre sudah cukup baik terutama mengeksplor daerah biara tersebut. Akting para castnya juga jauh dari harapan. Sebut saja Taissa Farmiga sebagai Sister Irene. Taisa nampaknya harus banyak belajar dari Vera Farmiga yang jauh lebih dapat menunjukkan ekspresi ketakutannya dalam “The Conjuring” dan “The Conjuring 2”. Yang cukup menjadi nilai plus adalah detik-detik jelang kemunculan Valak yang masih dapat memberikan terror kepada penonton terlebih dengan raungan khasnya. Bonnie Aarons masih memerankan sosok Valak ini dengan baik. Tidak hanya itu, ada beberapa adegan yang saya rasa akan mengingatkan penonton dengan film-film bertema petualangan. Untunglah, segala kekacauan tersebut dibantu dengan benang merah dengan The Conjuring yang diperlihatkan jelang ending.

Finally, it’s up to you. Ya, kalian yang membaca review ini bebas memasang ekspektasi. The Nun memang masih dapat dinikmati tetapi kadar horrornya tidak sekuat film-film dari The Conjuring Universe lainnya. Bahkan, saya lebih menikmati jumpscare dari Annabelle: Creation.

3,5 dari 5

 

 

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion