REVIEW: THE NIGHT COMES FOR US (2018): Insanity and Brutality Combined Into This 2 Hours of Hell Full of Hunting

REVIEW: THE NIGHT COMES FOR US (2018): Insanity and Brutality Combined Into This 2 Hours of Hell Full of Hunting

0 Shares

“Di dalam Six Sea’s hanya ada kematian”- Ito

Memiliki mimpi menjadi seorang yang lebih baik melihat situasi sekarang? Hal tersebut banyak dicari orang terlebih meski harus mengotori tangannya sekalipun. Manusia dapat dibutakan dengan tawaran menggirukan seperti jabatan yang tinggi dan sebagainya. Namun sekali masuk ke dalamnya, tentu kita tidak bisa keluar lagi. Adakah celah untuk kita bisa melepaskan diri dari dalam lubang tersebut sebelum semakin dalam terjerumus?

Inilah proyek yang dulu sudah mencuri perhatian banyak khalayak “The Night Comes For Us”. Film ini sendiri mengalami perubahan jajaran cast yang tadinya memasang nama Yayan Ruhian sampai Prisia Naustion tetapi pada hasil finalnya tidak ada nama Yayan atau Prisia. Bahkan awalnya film ini sempat mengalami penghentian produksi pada September 2014 dan tiga bulan setelahnya, sang sutradara Timo Tjahjanto mengatakan akan mengadaptasi naskah tersebut ke dalam bentuk graphic novel. Dan akhirnya, film ini bisa terealisasi dan melakukan premiere di Fantastic Film Festival di Austin, USA pada 22 September 2018. 4 hari berselang, layanan streaming Netflix mengumumkan akan memasukkan film ini ke dalam layanan mereka dan pada 19 Oktober 2018, The Night Comes For Us sudah dapat dinikmati. “The Night Comes For Us” menghadirkan Joe Taslim, Iko Uwais, Sunny Pang,Julie Estelle, Abimana Aryasatya, Dimas Anggara, Salvita Decorte, Ronny P.Tjandra, Asya Kenyeri Bermudez, Zack Lee, Dian Sastrowardoyo, Hannah al-Rashid, Shareefa Danish Wibisana, Morgan Oey, Revaldo dan Epy Kusnandar bahkan Fariz Alfarazi pun diajak untuk terlibat.

Bersetting di dunia Triad. Asia Tenggara telah dikuasai oleh Triad sebesar 80% dan untuk menjaga jalur penyelundupan narkoba,kokain dan sebagainya, Triad mengutus enam orang yang dijuluki Six Seas. Salah satu anggotanya, Ito mulai merasa bahwa Ia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar dan kesempatan tersebut datang ketika Ia bertemu seorang anak bernama Reina. Sikap Ito yang memutuskan untuk melindungi Reina menjadi masalah besar sebab TRIAD mengincar nyawanya. Dengan bantuan sahabat-sahabatnya seperti Fatih dan Bobby, Ito berada dalam pertarungan hidup dan mati demi menjaga Reina. Belum lagi Triad memiliki pasangan pembunuh yang dijuluki The 3rd Lotus dan 5th Lotus, Alma dan Elena. Ditambah The Operator juga Arian yang sudah dianggapnya sebagai adik yang meniti jalan yang sama sebagai Six Seas.

Bagaimana nasib Ito selanjutnya?

Berhasilkah Ito menjaga Reina?

REVIEW:

Sebelum memulai review ini, saya sangat menyarankan ketika tengah menonton film ini, jangan mengonsumsi apapun atau kalian terima resikonya sendiri.. Timo Tjahjanto memberikan gairah baru dalam perfilman Indonesia terlebih genre action dengan mengangkat latar cerita gangster dan Triad. Prolognya saja sudah membuat tegang. Penonton harus bersiap menahan nafas karena adegan fightnya benar-benar menjadi nilai jual dalam “The Night Comes For Us”. Kebrutalan, kesadisan dan tanpa terkecuali, darah yang berceceran dimana-mana menjadi santapan lezat buat kalian yang memang suka dengan film aksi yang lebih mengutamakan eksploitasi terhadap darah dan kawan-kawannya. Dian Sastrowardoyo dan Hannah al-Rashid benar-benar serasi sebagai pasangan dan pembunuh Alma dan Elena. Alma dengan Pendulum String sebagai senjatanya dan Elena dengan Kukri sebagai senjatanya benar-benar mematikan. Film ini mengandung tiga bahasa: Indonesia, Inggris, Mandarin (kalian tau TRIAD merupakan organisasi gangter terbesar di negara tersebut). Joe Taslim dalam comebacknya kali ini benar-benar memberikan seluruh energinya sebagai Ito. Watak seorang mantan gangster yang ingin berubah berhasil diperankannya dengan baik. Final fight nya sendiri dijamin makin membuat kalian ngilu, percayalah, kalian akan paham mengapa film ini tidak mungkin ditayangkan di bioskop. Score yang digarap Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi juga masih membantu tiap adegan fightnya yang makin seru dengan pengambilan kamera dari atas yang menambah intensitas dan keseruannya.

Finally, “The Night Comes for Us” is a take on a whole new level of Indonesian Action Movie that rely on its intensity yet still shown the brutality in a way that give audience no space to breathe. And,yes it is a tribute/homage to all action movies ever made.

4,5 from 5.

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime and Tokusatsu Freak, Movie is my Passion