REVIEW: THE MIMIC (2017): When Sounds Become Your Nightmare!

REVIEW: THE MIMIC (2017): When Sounds Become Your Nightmare!

“Don’t trust any voice. Just trust me”-Hee Yeon

Merasakan kehilangan orang yang kita cintai rasanya sangat berat. Hal itu sudah pernah kita alami,bukan? Merasa berat bahkan masih tidak percaya dengan kenyataan terkadang membuat kita mengalami fenomena “halusinasi” dimana kita merasa mendengar suara-suara orang yang sudah meninggalkan kita. Namun, hanya iman kitalah yang dapat menilai apakah suara tersebut benar adanya atau hanya sebuah “jebakan” untuk semakin melemahkan iman kita.

Didasarkan oleh legenda yang beredar di Korea Selatan dimana makhluk penunggu gunung Jang yang bernama Jangsanbum atau Harimau Jang, Huh Jung (Hide and Seek) memutuskan membawa kisah ini ke dalam layar lebar dalam film “The Mimic”. The Mimic menghadirkan para cast seperti Yum Jung-ah, Park Hyuk-kwon, Heo Jin, Shin Rin-ah,Lee Yool,Lee Ju-won, Park Soo-yeong, Noh Susanna, Jung Ji-hoon dan penampilan spesial dari Im Yong-jun,Lee Jang-won,Jung Joon-won,Jo Hyeon-im dan aktris cilik Kim Soo-an yang baru saja kita saksikan aktingnya dalam “The Battleship Island”. “The Mimic” sendiri rilis di Korea Selatan pada 17 Agustus 2017, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai distributor, terpilihlah Feat Pictures untuk wilayah Indonesia yang membawa “Train to Busan” pada tahun 2016 dan “Midnight Runners” yang baru dirilis 30 Agustus 2017.

5 Tahun setelah kehilangan putra pertama mereka, Jun Seo, pasangan suami-istri Hee Yeon dan Min Ho yang seorang dokter hewan bersama anak perempuan mereka, Joon-Hee dan neneknya yang merupakan ibu dari Min Ho, Soon Ja memutuskan untuk tinggal di rumah yang berlokasi dekat gunung Jang. Suatu hari, Hee Yeon bertemu sesosok anak perempuan di hutan. Namun kemunculan anak perempuan tersebut ternyata dibarengi dengan munculnya suara-suara yang diucapkan oleh Jangsanbum/Harimau Jang yang mencari korban. Keluarga ini kemudian terseret ke dalam konflik dan misteri mengenai Jangsanbum.

REVIEW :

Apa yang diharapkan penonton dalam “The Mimic” sebenarnya sangat simple. Suara dan pengulangan. Dua hal ini menjadi sebuah momok yang mungkin bisa membuat penonton merasa ikut masuk dan merasakan menjadi “gila” secara harafiah. Bagaimana tidak, ide sang sutradara sendiri yang menulis naskahnya patut diapresiasi. Meskipun bergenre horror, “The Mimic” masih menyajikan intrik keluarga, konflik dan drama. Para cast juga memberikan penampilan yang baik seperti Yum Jung-ah sebagai Hee Yeon yang protektif sebagai seorang ibu, Shin Rin-ah sebagai si anak perempuan yang “diam” namun pada akhirnya membuat penonton merasakan ledakan emosi di akhir film. Satu hal yang cukup menjadikan mengapa “The Mimic” disebut-sebut sebagai Film Korea terseram tahun ini pun dibuktikan dengan make up dari Team Studio Dream Capture dan penampakan yang sanggup membuat jump-scare penonton terkaget-kaget. Kim IL-yeon sebagai sang Cinematographer pun menyajikan pengambilan gambar yang ciamik terutama saat ending.

Yang bisa saya sampaikan adalah “The Mimic” menyajikan ketegangan dan horror yang berawal dari hal simple yang dipadu dengan make-up serta timing jump-scare yang sangat tepat.

4/5


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion