REVIEW: THE MEG (2018): When Do You Think Your Past Is Done With You..

REVIEW: THE MEG (2018): When Do You Think Your Past Is Done With You..

0 Shares

“Man vs Meg is not a fight. It is a slaughter”- Jonas Taylor

Siapapun pernah mengalami kegagalan dimasa lalu. Kegagalan tersebut mengakibatkan kita enggan kembali melakukan hal yang pernah membuat kita gagal yang berujung trauma,bukan? Terkadang ingin melupakan tetapi masa lalu itu tetap saja menghampiri. Lantas, bagaimana jika masa lalu kita kembali dan memaksa kita untuk menghadapinya?

Sudah lama tidak ada film yang mengangkat sosok predator laut alias ikan Hiu. Predator buas ini selalu menjadi antagonis mematikan dalam industri perfilman Hollywood. Sutradara Jon Turteltaub mengadaptasi novel karangan Steve Alten yang pada umur 15 tahun sudah menjadi penggemar Jaws yang merupakan inspirasinya “The Meg”. Novel ini menjadi sebuah serial dengan jumlah lima buku. Cast-cast yang terlibat dalam “The Meg” diantaranya Jason Statham, Li Bing-Bing, Rainn Wilson,Ruby Rose, Winston Chao,Cliff Curtis,Page Kennedy,Jessica McNamee,Ólafur Darri Ólafsson,Robert Taylor,Shuya Sophia Cai,Masi Oka,Rob Kipa-Williams dan Tawanda Manyimo.

Jonas Taylor adalah seorang anggota tim rescue diving yang melakukan kesalahan fatal ketika melakukan misi penyelamatan awak di Filipina. Jonas melihat ada sesuatu yang bisa membahayakan nyawanya. 5 Tahun kemudian, tidak jauh dari teluk China, berdirilah sebuah fasilitas yang didanai oleh Mr.Jack Morris bernama Zhang Aquatic yang dipimpin oleh Dr.Zhang beranggotakan putrinya Suying yang telah memiliki anak perempuan bernama Meiying, DJ,The Wall, Jaxx,Dr.Heller dan Mac. Ketika sedang melakukan penelitian dibawah kedalaman 11.000 meter di dasar laut, alat jelajah mereka diserang oleh seekor Megalodon, hiu yang merupakan nenek moyang dari Great White yang sudah punah jutaan tahun lalu. Dr.Zhang memutuskan memanggil Jonas untuk membantunya tetapi ketika mengetahui bahwa yang dihadapi Jonas adalah traumanya, Ia mulai berpikir apakah penting memikirkan orang-orang yang selamat saja sekaligus menghadapi rasa trauma dalam sosok sang Megalodon.

Berhasilkah Jonas menghadapi rasa takutnya tersebut?

Apa sebenarnya incaran sang Megalodon?

REVIEW:

Jon Turteltaub menyajikan sebuah sajian penuh ketegangan tanpa jeda dalam “The Meg”. Naskah yang ditulis oleh Dean Georgaris bersama Jon Hoeber dan Erich Hoeber memberikan sedikit nostalgia atau tribute untuk film-film bergenre serangan atau teror hiu 80’an salah satunya adalah Jaws. Alurnya sendiri cukup cepat,tidak bertele-tele diimbangi oleh kadar komedi yang diselipkan dalam tiap scene guna mengurangi rasa tegang penonton. Cara Turteltaub membangun horror dan ketegangan ketika sang Megalodon muncul pun didukung baik dengan Visual Effect yang memukau juga scoring dari Henry-Gregson Williams. Tidak hanya itu, satu scene yang diambil dari depan atau POV (Point of View) akan semakin membawa penonton untuk ikut merasakan apa yang dialami ketika berada di bawah laut dan diintai oleh sang Megalodon.

Jason Statham dengan akting sok dan suka semaunya ini ternyata tampil baik. Kharisma Statham yang memang sudah terpancar sejak dikenal dalam “Transporter Trilogy” membuat adegan aksi yang dijalaninya begitu menegangkan. Tidak hanya itu, Statham juga mampu menjalin chemistry yang baik dengan Li Bing-Bing yang memerankan Suying. Tiap film pasti memiliki scene-stealernya sendiri. Akting dari Shuya Sophia Cai yang menggemaskan sebagai Meiying sangat menghibur penonton terutama dengan tingkat keingintahuannya meski Ia masih berusia 8 tahun menghadirkan tawa tersendiri lewat polah tingkahnya.

Apakah sangat direkomendasikan untuk format IMAX? Ya, saya sangat merekomendasikan format IMAX karena view bawah lautnya akan sangat membawa penonton menelusuri dunia bawah laut yang belum banyak orang ketahui. Tidak hanya itu, scene-scene kemunculan Megalodon menjadi semakin menimbulkan teror kepada penonton sehingga jangan heran jika ada teriakan histeris tiap sang predator ini menampakkan dirinya. Bukan tidak mungkin, buku kedua berjudul “MEG: The Trench” akan menjadi sekuel dari The Meg jika film pertamanya sukses di Box Office. Penonton tentu sangat merindukan hiu kembali ke layar lebar dan The Meg adalah obat pelepas kerinduan tersebut yang penuh eksploitasi sang Hiu sendiri dibalut teror,ketegangan dan adegan aksi memacu adrenalin.

4/5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion