REVIEW: THE KILLING OF A SACRED DEER (2018): A Cold Story About Revenge and Sin Atonement That Visually Disturbing !

REVIEW: THE KILLING OF A SACRED DEER (2018): A Cold Story About Revenge and Sin Atonement That Visually Disturbing !

“They will all get sick and die. Bob will die, Kim will die, your wife will die, understand?”-Martin Lang

Dalam dunia medis, menjadi seorang ahli operasi atau Surgeon sebagai istilahnya merupakan tanggung jawab yang sangat vital. Nasib pasien ada di tangan sang surgeon. Tak ayal, kita beberapa kali mendengar adanya kematian dalam sebuah proses operasi. Mungkin mereka merasa sudah melakukan yang terbaik, namun bagaimana jika relasi dari pasien yang pernah dioperasi oleh sang ahli operasi datang dan menginginkan balasan setimpal atas perbuatan dari sang ahli operasi?

Mengadaptasi seni teater dari Yunani kuno yang berjudul “Iphigenia at Aulis” yang dikarang oleh Euripedes, Yorgos Lanthimos (The Lobster, Dogtooth) kembali dengan karya terbarunya “The Killing of A Sacred Deer” yang bergenre psychological horror. Film ini diikutsertakan dalam seleksi  2017 Cannes Film Festival untuk salah satu section paling bergengsinya “Palme d’Or”. Dalam European Film Awards, film yang dirilis pada 20 Oktober 2017 tersebut meriah 3 nominasi yakni untuk kategori “Best European Actor”, “Best European Director” dan “Best European Screenwriter”. Dalam Cannes Film Festival 2017, film ini meraih “Best Screenplay Award”. Cast yang terlibat diantaranya Colin Farrell, Nicole Kidman, Barry Keoghan, Raffey Cassidy, Sunny Suljic,Alicia Silverstone dan Bill Camp.

Steven Murphy adalah seorang ahli operasi yang merupakan suami dari Anna Murphy yang mana telah memberikan dua anak masing-masing bernama Kim dan Bob. Tanpa sepengetahuan keluarganya, Steven menjalin relasi dengan seorang remaja yang memiliki neurodevelopmental disorder bernama Martin Lang yang misterius. Awalnya semua berjalan baik ketika Martin diterima oleh keluarga Murphy sampai akhirnya Bob mengalami kelumpuhan secara “misterius”. Steven yang curiga mencari Martin dan meminta pertanggungjawabannya. Ternyata hal tersebut ada kaitan dengan masa lalu Steven dan meninggalnya salah satu pasien yang dioperasinya tersebut.

Apa yang sebenarnya dilakukan Martin terhadap keluarga Steven?

Siapa pasien yang meninggal tersebut? Apakah ada kaitannya dengan Martin?

REVIEW:

Berdurasi 121 menit, “The Killing of a Sacred Deer” yang didistribusikan oleh Moxienotion untuk penayangan di Indonesia ini dibuka dengan sebuah image yang “disturbing”. Yorgos Lanthimos selaku sang sutradara benar-benar tidak memberikan ruang untuk penonton menghela nafas sedikitpun. Cerita tentang balas dendam dan penebusan dosa yang ditulis oleh Lanthimos bersama Efthymis Fillippou benar-benar tersaji dengan “dingin”. Eksekusi pengambilan gambar dari belakang dan atasnya oleh Thimios Bakatakis juga mengajak penonton untuk terlibat dalam emosi tiap scenenya. Barry Keoghan yang memerankan Martin benar-benar menancapkan perannya sebagai seorang remaja polos yang dipenuhi keinginan untuk melakukan pembalasan. Satu scene yang menguatkan hal tersebut adalah bagaimana Martin mengintimidasi serta mengancam Steven dan keluarganya. Benar-benar membuat siapapun yang melihat scene tersebut akan merasa sangat terancam dan merinding. Colin Farrell menampilkan performa akting yang luar biasa sebagai Steven Murphy. Ia mampu menampilkan sisi gelap dan terang dari sang ahli operasi. Nicole Kidman tidak mau kalah dan menyajikan adegan seks yang cukup “disturbing” dengan memperlihatkan badannya meski sudah berusia 50 tahun, Kidman tetap memberikan tatapan “panas”nya. Film ini semakin terasa aura horrornya dengan scoring ala orchestra dari  J.S Bach, Franz Schubert dan Gyorgy Ligeti serta pemain akordeon Janne Raettya. Raffey Cassidy turut unjuk kebolehan dengan melakukan cover “Burn” dari Ellie Goulding.

“The Killing of a Sacred Deer” merupakan sebuah drama psikologis yang akan membuat penonton merasa terintimidasi dengan ancaman dari Martin Lang serta semakin menegaskan bahwa Karma itu memang ada dan bisa dalam bentuk apa saja salah satunya melakukan tindakan “pengorbanan”.

4 dari 5

 

 


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion