REVIEW: “The HappyTime Murders”

REVIEW: “The HappyTime Murders”

0 Shares
“THE HAPPYTIME MURDERS” salah satu film yang gw tunggu-tunggu di 2018 ini, tapi sudah yakin gak bakalan masuk bioskop di Indonesia… haha!
 
Film ini udah dari 2008 gosipnya, tapi baru dirilis 24 agustus 2018. Di produksi sama The Jim Henson Company, studio legendaris yang membuat “The Muppets”.
 
Meski posternya terlihat lucu dan ada bonekanya, ingat ya ini BUKAN film untuk anak-anak apalagi keluarga… Film ini penuh dark violence, sex, adult dirty jokes, genrenya bisa dibilang black comedy crime. Parents Beware! kalo lagi milihin film untuk anak-anaknya ya, jangan nyalahin filmnya kalo orang tuanya gak mau cari tahu.
Dalam sebuah universe dimana manusia dan puppets hidup berdampingan, tapi para puppets sering sekali diperlakukan seperti kaum pariah oleh para manusia. Ada seorang Puppet bernama Phil Phillips yang menjadi polisi LAPD dan partnernya manusianya Connie Edwards (Melissa McCarthy) mereka baik-baik saja sampai ada satu tragedi yang membuat hubungan mereka menjadi rusak/musuhan, dan Phil tidak bisa dipercaya lagi untuk menjadi Polisi Puppet, dan selalu dihujat oleh publik karena tragedi tersebut.
 
Si Phil ini akhirnya mendirikan biro penyidik swasta, dan mendapat kasus besar untuk mengungkap pembunuhan berantai group legendaris sebuah TV show bernama “THE HAPPYTIME” yang akhirnya mempertemukan dia kembali dengan partner lamanya, Connie Edwards. Terpaksa untuk bekerja sama dengan ganjelan masalah yang belum selesai dari masa lalu disinilah konflik2 baru bermunculan.
 
Aktris Melissa McCarthy sangat natural berakting dengan para puppet, jokes-jokesnya juga cukup asik, chemistry partnershipnya dengan Phil Phillips cukup terasa intim/personal. Karakter puppet Phil Philips juga cukup kuat, keliatan depresif, badboy, seperti detektif noir.
 
Para puppeteer didikan Jim Henson tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, akting semua karakter puppetnya sangatlah natural dan bener-bener hidup. Mood film detektif noir, dengan narasi monolog cukup terealisasi dengan baik.
 
Overall, film ringan yang cukup menghibur untuk ditonton sambil nyemil roti pake nutella, dicelup susu coklat malam-malam sebelum tidur.
 
Personal Rating: 7,5/10
 
Like our page: Movies Explorer Club
Visit our website: MovieXplorers.com
 
 
0 Shares

Written by Galih Aristo

Green Gentleman | Urban Walker | Monsterologist | Founder of Pure Ink Creative Studio | Movies Explorer Club | World Mythology Community | Gotham Citizen Club.