REVIEW: THE EQUALIZER 2 (2018): A Sequel That Still Shown Blood With More Wild Climax!

REVIEW: THE EQUALIZER 2 (2018): A Sequel That Still Shown Blood With More Wild Climax!

0 Shares

“Robert, I’ve been thinking. It’s great you’re helping out all these random people and everything, but it’s not going to fill that hole in your heart. I’m obligated to tell you these things, because I’m the only friend you’ve got.”- Susan Plummer

Kebanyakan orang dianggap remeh dari luarnya saja. Padahal dalam kenyataannya, mereka justru memiliki kemampuan yang berbeda dari kita. Sebut saja pensiunan tentara atau polisi. Mereka tentu masih mengingat teknik-teknik beladiri yang dulu pernah diajarkan ketika mereka masih bertugas di institusi penegak hukum tersebut. Namun ada pula orang yang justru bisa mencelakai mereka tanpa mereka sadari, mereka ada di sekitarnya.

Melanjutkan kesuksesan film pertamanya pada 2014, Antoine Fuqua dan Denzel Washington kembali berkolaborasi dalam “The Equalizer 2” yang turut menghadirkan Pedro Pascal, Melissa Leo,Bill Pullman,Ashton Sanders,Sakina Jeffrey,Jonathan Scarfe,Adam Karst,Kazy Tauginas,  Garrett Golden dan Orson Bean. Film ini sudah dirilis di Amerika pada 20 Juli 2018 dan siap rilis di Indonesia pada 15 Agustus 2018. Film ini diadaptasi dari serial tv yang berjudul sama dimana McCall diperankan oleh Edward Woodward.

Robert McCall masih terus menegakkan keadilan untuk orang-orang tidak bersalah sembari menjalani kehidupan barunya yang kali ini sudah mendapat tempat tinggal di perkotaan Massachusets serta berprofesi sebagai driver Lyft (semacam taxi online). Suatu ketika, terjadi pembunuhan seorang agen federasi beserta istrinya di Brussels,Belgia. Susan Plummer, pensiunan direktur CIA yang juga sahabat McCall diutus untuk menyelidiki kematian sang agen. Naas, Susan juga ikut terbunuh di Brussels. Hal ini membuat McCall dipenuhi amarah dari dalam dan bertekad mencari pelaku yang telah menghabisi nyawa sahabatnya tersebut. Hal ini tidak mudah sebab ada sosok Dave York, mantan rekan setimnya. Tidak hanya itu, di lingkungan barunya,McCall juga harus berhadapan dengan Miles Whittaker, seorang anak yang dilihat McCall memiliki potensi.

Bagaimana cara McCall mengurus Miles?

Siapa pelaku pembunuhan Susan Plummer? Berhasilkan McCall memberi hukuman keadilan terhadapnya?

 

REVIEW:

Ketika film pertamanya dirilis pada 2014, semua mata terkejut melihat sosok Robert McCall, seorang yang bisa dijuluki “Guardian Angel” sekaligus “Jaksa” untuk hal keadilan dengan caranya yang cukup ‘brutal’ dalam menegakkan keadilan tersebut tetapi hal itu menjadi sebuah nilai positif dan The Equalizer kala itu menjadi salah satu film terbaik di tahun tersebut. “The Equalizer 2” masih menghadirkan hal-hal serupa seperti film pertama seperti darah yang berceceran, brutalnya baku hantam McCall dalam menghadapi para penjahat dan juga drama dibalik orang-orang yang ditemui McCall setiap harinya. Berdurasi 121 menit, Antoine Fuqua memberikan sebuah sekuel yang besar ,lebih dari “The Equalizer”. Meski alurnya cukup lambat karena drama yang sudah saya sebutkan tadi, intrik demi intrik ketika McCall mulai menyelidiki kematia Susan mulai membawa penonton untuk ikut menelusuri investigasi McCall tersebut. Tidak ketinggalan, efek presisi dan pengukuran waktu yang sudah jadi trademark di film pertamanya masih tetap dihadirkan. Untuk adegan baku hantamnya sendiri, Fuqua seperti membiarkan Denzel Washington memiliki panggungnya sendiri sebagai Robert McCall. McCall yang memang tidak banyak bicara, ramah, dingin tetapi berbahaya tersebut masih mampu dibawakan wataknya oleh Washington yang sudah menginjak usia 40 tahun.

Sementara sosok menyebalkan ada dalam diri Pedro Pascal sebagai Dave York. Tunggu sampai twist tentang York terungkap dan penonton akan mulai tidak menyukainya bahkan mungkin ketika klimaks tiba, penonton akan sangat senang melihat apa yang terjadi dengan karakter yang diperankannya tersebut. Kehadiran sosok Ashton Sanders sebagai Miles Whittaker membuka cerita baru dimana sosok McCall tampak seperti seorang ayah bagi Miles. Chemistry Washington dan Sanders disini juga terlihat dalam beberapa scene dimana McCall dan Miles terlihat begitu akrab bahkan beberapa dialognya membuat penonton tertawa.

Adegan aksi yang biasa terdapat dalam film laga seperti pertarungan dalam mobil sampai adu tembak-menembak tersaji dalam “The Equalizer 2”. Tetapi yang membuat “The Equalizer 2” terlihat lebih besar adalah jelang final act yang mempertontonkan permainan petak umpet ala kucing dan tikus yang ditutup oleh Fuqua dengan sebuah klimaks yang ‘liar’. Sangat,sangat liar dan dijamin penonton akan sangat puas.

Overall, “The Equalizer 2” masih memperlihatkan darah yang kali ini cukup banyak serta kebrutalan McCall yang kembai cemerlang diperankan Denzel Washington dengan final act ala kucing dan tikus yang dieksekusi dengan klimaks yang ‘liar’ dan siap memuaskan dahaga penonton yang merindukan darah dalam film laga.

4,5 dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion