REVIEW: TARGET (2018): Deeper In Mystery Telling, More Complex Than Dika’s Previous Movie

REVIEW: TARGET (2018): Deeper In Mystery Telling, More Complex Than Dika’s Previous Movie

“Kamu harus bisa belajar buat percaya sama orang lain,Cinta”-Dika

Seseorang, baik mereka yang terpandang dimata masyarakat ataupun tidak semua memiliki satu kesamaan yakni memiliki orang kepercayaan mereka dalam wujud seorang asisten atau Helper istilahnya. Namun tidak hanya para Helper, mereka pun juga terkadang harus memilih untuk percaya atau tidak percaya terhadap orang yang mereka percayai tersebut. Dan konfliknya terkadang, kita sendiri mengalaminya,bukan?

Setelah terakhir menggarap film “The Guys” yang bisa dibilang dibawah harapan penonton, Raditya Dika kembali bereksperimen dalam film terbarunya yang kali ini merupakan perpaduan antara genre thriller, komedi dan action dalam “Target”. Film ini menjadi comeback juga bagi Cinta Laura Kiehl yang sudah 8 tahun tidak pernah lagi membintangi film nasional setelah “SKJ: Seleb Kota Jogja” Pada 2010 silam. Cast -cast dalam film “Target” meliputi Raditya Dika yang juga menjadi penulis skenario dan sutradara, Cinta Laura Kiehl,Samuel Rizal, Abdur Arsyad, Willy Dozan, Ria Ricis, Anggika Bolsterli, Hifdzi Khoir dan mentalist Romy Rafael.

Sembilan orang yang semuanya public figure terpilih mengikuti proses syuting sebuah film berjudul “Target”. Mereka adalah Dika,Cinta,Romy,Ria,Sammy,Abdur,Hifdzi,Anggika dan Wince. Mereka tidak mengetahui bahwa proses syuting tersebut berubah menjadi sebuah permainan hidup dan mati. Mereka bersembilan disatukan di sebuah gedung kosong dan harus menyelesaikan tantangan dari Game Master.Kepanikan dan ketegangan semakin menjadi ketika satu per satu dari mereka menemui ajal.

Bagaimana nasib kesembilan orang tersebut?

Siapakah sang Game Master yang mengurung kesembilan orang tersebut dan apa tujuannya?

REVIEW:

Ketika film ini merilis trailer perdananya, penulis merasa ada kemiripan dengan “Saw”. Hal tersebut diakui oleh Dika sebagai penulis dan sutradara. Ia mengaku inspirasi membuat film Target datang dari film-film bertema survival seperti The Hunger Games sampai Battle Royale. Mungkin banyak dari kalian yang sudah agak bosan dengan apa yang disajikan oleh Dika dalam film-filmnya,kan? Dalam “Target”, Dika nampak sudah belajar dari kesalahannya di film-film terdahulu. Ia mampu memberikan sebuah cerita yang menarik, penuh intrik serta membuat penonton tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Opening creditnya cukup artistik,harus diakui. Pengenalan karakter pun juga lugas dan to the point tanpa bertele-tele terlebih awal film sudah menimbulkan pertanyaan bagi para penonton. Begitu masuk ke konflik dimana sembilan orang ini terperangkap, alur film berubah drastis menjadi full mystery dan ketegangan yang dibangun juga cukup baik berkat aransemen score dari Andhika Triyadi selaku penata musik film Target. Bisa dibilang, semua cast berperan seperti diri mereka yang lain. Contohnya saja Willy Dozan yang kita ketahui merupakan aktor laga era 80’an di film aksi harus berakting layaknya pria kemayu bernama Wince dalam film ini. Dan tanpa disangka, Willy Dozan menjiwai betul karakternya sampai membuat penonton geli. Begitu pula dengan Samuel Rizal yang biasa kita lihat berakting drama di film ini nampak sangat berbeda dengan mengatasnamakan dirinya sebagai seorang artis dengan perangai bak artis yang baru tenar. Jika dalam film-film Dika sebelumnya, kadar komedi dan bit jokes yang dilontarkan agak membosankan bahkan ada yang tidak membuat tertawa sebagian penonton karena dianggap “garing”, Nah di “Target”, bit demi bit jokes dan leluconnya benar-bena segar dan berhasil mengundang tawa penonton setiap scenenya. Biasanya, film bergenre aksi komedi bakal didominasi oleh komedinya,kan? Film Target berbeda sebab kadar komedinya seimbang dengan aksi dan thriller serta mystery yang dibawakan dalam film ini. Tidak hanya itu, latar cerita antara Dika dan Cinta seakan menjadi bumbu yang mempersoalkan kepercayaan dan hal tersebut berhasil masuk dengan manis dalam alur film Target.

Untuk adegan aksinya sendiri cukup baik dengan koreo dari Yayan Ruhian dan timnya. Ya, Yayan memberikan sebuah koreo adegan fighting yang elegan ,cepat namun bertenaga. Cinta Laura Kiehl yang melakoni adegan aksi di film ini bahkan bisa penulis katakan sebagai scene-stealer tampil prima dengan wataknya sebagai seorang “survivor” dengan ketangguhannya tersebut.

Film-film Dika selalu memberikan kejutan atau yang biasa disebut dengan twist. Hal tersebutlah yang selalu menambah rasa penasaran penonton tiap film-film rilisannya rilis. Dan dalam Target, Raditya Dika benar-benar membuat penonton terkecoh. Bagaimana tidak, film yang dapat dikatakan sebagai “film di dalam film” ini menyisipkan twist yang tidak terduga.

Overall, Target merupakan sebuah tontonan segar dan kemajuan dari seorang Raditya Dika selaku penulis naskah. Film ini dijamin tidak akan membuat penonton dengan mudah menebak siapa dalang dibalik sang Game Master hingga film berakhir.

4 dari 5


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion