REVIEW: SKYSCRAPER (2018): Ketika Apa Yang Kau Yakini Berubah Menjadi Bencana!

REVIEW: SKYSCRAPER (2018): Ketika Apa Yang Kau Yakini Berubah Menjadi Bencana!

0 Shares
It’s okay to be scared. In order to be brave, you’ve got to be a little scared. “-Will Sawyer
Satu sifat dari manusia yang cukup sering menyebabkan pertikaian adalah keras kepala. Kadang-kadang, kita merasa apa yang kita lakukan/rencanakan/buat itu benar tetapi ketika ada yang mengomentari bahwa apa yang kita lakukan itu belum benar, kita masih merasa yakin dengan prinsip kita sendiri tanpa pernah mendengarkan ucapan orang tersebut. Kita sering melakukan sesuatu tanpa berpikir hal negatif yang mungkin terjadi kedepannya,bukan? Lantas, jika hal buruk itu terjadi, apa yang kita akan lakukan? bertahan dengan prinsip kita tersebut?
Itulah kira-kira premis dari film terbaru Dwayne Johnson yang merupakan kolaborasi keduanya bersama sutradara Marshall Rawson-Thurber setelah “Central Intelligence” berjudul Skyscraper. Skyscraper turut menghadirkan Neve Campbell, Pablo Schreiber, Noah Taylor,McKenna Roberts,Kevin Rankin, Roland Møller,Byron Mann,Matt O’Leary, Hannah Quinlivan,Beatrice King, Tzi Ma, Chin Han,Adrian Holmes,Elfina Luk dan Noah Cottrell.
Will Sawyer adalah anggota FBI Rescue Team yang mengalami keterbatasan fisik setelah menjalankan misi menyelamatkan sandera 10 tahun yang lalu. Kini Will beralih profesi menjadi pengecek keamanan gedung dan tugas pertama Will adalah mengecek keamanan gedung tertinggi di Hong Kong bernama The Pearl yang dirancang oleh Zhao Long Ji. Will merasa keamanan gedung ini belum cukup baik tetapi Zhao bersikeras keamanan gedung ini terbaik. Anggapan Will menjadi kenyataan ketika sekelompok teroris yang dipimpin Kores Botha menyusup ke dalam The Pearl. Keadaan semakin memburuk ketika gedung yang tingginya tiga kali dari Empire States Building itu terbakar dan Sarah Sawyer bersama kedua anaknya, Henry dan Gerogia terjebak. Will harus menghentikan kebakaran di gedung tersebut sekaligus menyelamatkan keluarganya.
Siapa sebenarnya Kores Botha? Apa yang diinginkannya dengan The Pearl?
Berhasilkah Will menyelamatkan keluarganya?
REVIEW:
Berdurasi 102 menit, Skyscraper menjadi sebuah tontonan menghibur sekaligus pemacu adrenalin para penonton. Hal ini dibuktikan dengan CG yang menggambarkan artistiknya The Pearl dengan kesan mewah,megah dan menjadi pusat perhatian di kota Hong Kong. Ide cerita dari Thurber mudah diprediksi dibeberapa scene tetapi banyak twist yang telah disiapkan Thurber demi menjaga fokus penonton untuk terus bertanya dan mengikuti alurnya. Alur film ini sendiri tidak begitu bertele-tele dan langsung menuju inti ceritanya.
View dari atas gedungnya pun cukup extreme dengan adegan yang memacu adrenalin dimana kegigihan Will Sawyer yang diperankan Dwayne Johnson cukup memainkan emosi penonton dengan keterbatasannya itu. Noah Taylor yang memerankan sosok Mr.Pierce ,salah satu asisten Zhao tampil dengan peran dua muka yang membuat penonton sudah membenci setiap Ia menatap dengan wajah bengisnya tersebut. Sekilas kehadiran teroris dalam film ini mengingatkan kita akan “Die Hard” dengan Hans McGruber dan komplotannya. Hal itu memang benar tetapi yang menjadi sorotan adalah bagaimana Thurber menyajikan sebuah drama aksi bertema keluarga dan kegigihan seorang ayah yang memiliki keterbatasan fisik. Itu yang harus digarisbawahi oleh penonton.
Adegan aksinya sendiri terbilang minim tetapi seperti yang sudah disebut diatas, adegan dengan view extreme menjadi sorotan untuk para penonton. Apakah direkomendasikan dalam IMAX ? Jika kalian tidak memiliki phobia ketinggian, silahkan saja, tetapi jika kalian memiliki phobia akan ketinggian, view extreme dalam film ini bisa jadi menjadi sebuah halangan bagi kalian yang memiliki Acrophobia.
4 dari 5.
0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion