REVIEW: SEARCHING (2018): An Original Thriller That Innovative Yet Keep Audience Feels The Character Feeling!

REVIEW: SEARCHING (2018): An Original Thriller That Innovative Yet Keep Audience Feels The Character Feeling!

0 Shares

“All I’m trying to do is to help you find my daughter!”-David Kim

Di zaman yang semakin modern terutama dengan teknologi yang semakin maju, orangtua diharapkan dapat mengontrol anak-anaknya dalam bersosialisasi terutama menggunakan sosial media. Terkadang, para orangtua sering dianggap menganggu privasi mereka. Hal inilah yang kebanyakan terjadi di dalam kehidupan atau realita sekarang ini. Banyaknya kasus penculikan atau “menghilang” secara misterius sudah sering kita dengar baik melalui TV ataupun media cetak,bukan? Lantas, apa yang akan kita lakukan seandainya anak kita “menghilang” secara misterius?

Mengawali World Premierenya pada 21 Januari 2018 di Sundance Film Festival sekaligus meraih NEXT Audience Award, Sony Pictures akhirnya mengambil hak distribusi film thriller dari sutradara debutan Aneesh Chaganty berjudul “Searching”. Thriller ini adalah yang pertama menghadirkan para cast Asian-American. Castnya antara lain John Cho, Michelle La, Kya Dawn Lau,Megan Liu, Alex Jayne Goo,Debra Messing,Steven Michael Eich, Ric Sarabia, Sara Sohn, Joseph Lee, dan Briana McLean. Film ini turut diproduseri oleh Timur Bekmambetov. Film ini sendiri tayang terbatas di Amerika mulai 24 Agustus dan serentak pada 31 Agustus  sedangkan Indonesia sudah dapat menyaksikannya pada 24 Agustus besok.

David Kim tidak menyangka bahwa percakapan terakhirnya dengan Margot,anaknya yang berusia 16 tahun akan menjadi sebuah kasus. Pasalnya, sehari setelah mereka berbicara lewat Facetime, Margot “menghilang”. David pun mencoba berbagai cara untuk mencari keberadaan putri kesayangannya tersebut. Sampai akhirnya Detective Rosemary Vick ditugaskan untuk menangani kasus menghilangnya Margot. Satu-satunya kunci untuk mencari keberadaan Margot adalah laptop milik Margot yang ditinggal di rumah. Melalui laptop tersebut, David berpacu dengan waktu dan dalam keputusasaan serta kecemasannya mencari petunjuk mengenai keberadaan Margot. Namun, apa yang ditemukan David setelah semakin dalam melakukan pelacakan lewat laptop putrinya tersebut membuka banyak rahasia yang tidak diketahui oleh David.

Bagaimana nasib Margot? Dimanakah keberadaannya?

Akankah David dapat bertemu kembali dengan putri kesayangannya tersebut?

REVIEW:

Format inovatif yang digunakan dalam “Searching” dimana semua scene hanya diambil lewat layar PC (dalam hal ini, iMac) dan teknologi lainnya sebenarnya sudah diaplikasikan dalam horror “Unfriended” yang menggunakan webcam untuk mempertemukan para castnya yang disebut dengan “Screen Life”. Bedanya disini, ide cerita yang ditulis oleh Chaganty dan Sev Ohanian benar-benar menyesuaikan dengan realita atau keadaan sekarang ini dimana bahaya sosial media masih amat sangat rentan terjadi pada remaja kebanyakan apalagi mereka yang baru menginjak usia remaja dan dipenuhi rasa ingin tahu. Tidak hanya itu, Chaganty juga mampu mengarahkan John Cho yang memberikan performa akting yang sangat brilliant sebagai David Kim. Secara langsung, lewat ekspresi wajahnya, penonton bisa langsung bersimpati dan merasakan apa yang dirasakan oleh David Kim. Opening nya sendiri juga cukup unik dan akan menjadi salah satu opening sequence yang diingat sepanjang 2018. Debra Messing cukup emosional dalam memerankan sosok Detective Rosemary Vock terlebih dengan twist terhadap karakternya diakhir film yang akan mengingatkan dengan lagu “Kasih Ibu”. Ironi. Background dari keluarga Kim sendiri terdeskripsi dengan baik sehingga penonton dapat melihat apa yang dialami keluarga yang terdiri dari Pamela, David dan Margot tersebut.

Dalam sebuah film thriller yang memperlihatkan adegan pencarian,tentu detail-detail terkait peristiwa yang terjadilah yang menjadi daya tarik agar penonton tetap fokus dan ikut menjadi bagian dari cerita. Dalam hal ini, jangan sedikitpun melewatkan detail-detail sepanjang pencarian David Kim karena salah-salah, kalian akan lupa beberapa diantaranya dan disini penonton juga bisa ikut menebak-nebak layaknya detektif. Alur film ini sendiri cukup membangkitkan emosi penonton bak roller coaster didukung score yang digarap Torin Borrowdale dimana scorenya di beberapa scene akan mengingatkan penonton akan masa-masa Alfred Hitchcock berjaya dengan filmnya yang menggunakan scoring atau musik bernada lembut kemudian tiba-tiba meninggi.

Klimaksnya sendiri juga cukup menguras emosi dan lagi-lagi, harus diakui , Chaganty memberikan sebuah debut manis dalam penyutradaraannya lewat “Searching”. Orang tua memang harus bisa dekat dengan anak-anak terlebih mereka yang sudah remaja. Mereka membutuhkan bimbingan dan tempat curhat. Jangan pernah sedikitpun tidak peka terhadap perasaan anak kita karena salah-salah, apa yang terjadi dalam “Searching” bisa menimpa siapapun. Wajib untuk para orangtua agar lebih waspada terhadap anak-anaknya.

 

4,5 dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion