REVIEW: “ROBOCOP” (2014)

REVIEW: “ROBOCOP” (2014)

” This, My Friend Is A Future Of American Justice” – Pat Novak

Tradisi Hollywood yang terkini adalah meremake film yg pada jaman kita kecil sudah ditayangkan. Tengok saja CARRIE (2013). Dan kini, giliran cyborg penegak keadilan Detroit City, Robocop yang menjadi sasaran Hollywood.

Pertama kali dirilis tahun 1987, lalu disusul Robocop 2 (1990) dan terakhir Robocop 3 (1993) yang menuai hasil buruk menjadi pekerjaan berat bagi Jose Padilha selaku sutradara remake kali ini. Karena beliau harus bisa membuat remake kali ini bisa berkesan bagi para fans Robocop.

Bersetting tahun 2028, dimana robot mulai digunakan sebagai alat pengamanan negara. OCP,perusahaan induk Omnicorp yg dipimpin Raymond Sellars banyak menciptakan kreasi terbaru seperti ED-208 dan ED-209 . Di Detroit City, Alex Murphy bersama partnernya, James Lewis sedang mengejar Antoine Fallon, seorang gembong kriminal yg licin. Hingga akhirnya Alex mengalami kecelakaan akibat bom mobil yang mengakibatkan dirinya terancam ‘cacat’ seumur hidup, hingga Dr.Dennett Norton menyarankan istrinya,Clara agar suaminya dimasukkan ke dalam mesin robot untuk kemudian diberi nama ‘Robocop’

Singkat kata, lahirlah kembali Alex dalam balutan baju besi dan tubuh mekanik. Ia siap mengejar kembali Fallon. Namun Omnicorp memiliki rencana lain terhadap Alex.

Apakah rencana Omnicorp tersebut ?

Bagaimana kelanjutan hidup Alex ?

 

BemLDtKCAAA7ADO

 

REVIEW :

Meremake film yang sudah dibuat mungkin akan membuat sutradara manapun pusing. Selain harus memperhatikan cerita original, pertimbangan kostum pun juga menjadi bahan pembicaraan . Jose Padilha membuat ‘Robocop’ versinya ini lebih soft dari segi kekerasan. Selain itu,meski Peter Weller dirasa cukup melegenda sebagai Alex Murphy, Joel Kinnaman cukup berhasil memerankan sosok Alex Murphy. Abbie Cornish juga cukup memainkan emosi dalam menjiwai perannya sebagai Clara Murphy.

Para cast lain seperti Michael Keaton yang memerankan Raymond Sellars juga dirasa cukup baik. Keaton berhasil membuat peran inncoent dan antagonis . Selain itu Gary Oldman sebagai Dr.Dennett Norton cukup baik memerankan Dr. Dennett Norton . Namun yang mencuri perhatian adalah Samuel L.Jackson yang berperan sebagai Pat Novak,host acara ‘The Novak Element’ yang cukup membuat penonton tertawa melihat emosinya yang meledak-ledak ketika sedang berbicara.

Untuk special effect yang dibantu Legacy Effect yang juga membantu pengerjaan efek untuk Iron Man 3 ,cukup baik ,terutama segi kostum Robocop yang baru. Terlihat gagah,dan slim. Sayang,kali ini Robo tidak menggunakan mobil untuk bertugas. Namun kehadiran motor yang merupakan modifikasi dari Kawasaki 100 cukup membuat puas melihat Robo mengendarainya.

Banyak kritik sosial yang ingin disampaikan Jose Padilha . Terutama menyangkut sistem hukum yang bisa dibilang juga menyinggung Indonesia. Belum lagi soal robot. Robot pun ternyata juga manusia,bisa memiliki hati,dan perasaan.

Overall, ROBOCOP merupakan sebuah remake yang memang berbeda dari versi pendahulunya, cerita yang lebih ditujukan untuk keluarga dan tentunya ,action yang cukup membuat nyaman.

8,5/10

Robocop akan tayang mulai 12 Februari di XXI /IMAX/Blitzmegaplex.


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *