REVIEW: “OVERLORD” (2018)

REVIEW: “OVERLORD” (2018)

0 Shares

Salah satu film yang kami tunggu-tunggu di tahun ini! World War II + Nazi + Zombies, kombinasi mutakhir favorit kami!

 

Film ini mengambil setting operasi “OVERLORD” pada 6 Juni 1944 Perang Dunia II, invasi besar-besaran pihak sekutu untuk membebaskan eropa dari kekuasaan Nazi-Jerman. Namun dalam prosesnya pasukan US airborne menemukan sebuah laboratorium rahasia nazi, tempat mereka riset untuk menciptakan “UBER-SOLDAT” aka Super Soldier. (seperti yang bisa kita lihat jelas di trailer filmnya ini…

Konsep yang sudah tidak asing lagi buat yang suka main game Call of Duty Zombies atau Wolfenstein. SFX dan Action dalam film ini cukup seru, dan terasa mantabbb terutama di scene pembuka film ini, terasa sekali colossalnya.

Sayangnya ditengah sampai akhir film ini konfliknya terasa jadi menyempit dan terfokus ke beberapa karakter kunci saja. Tapi ambience dan suspensenya cukup terasa, dan bisa membuat kita menahan nafas sejenak, menanti untuk dikejutkan. Desain zombie/creature kereen! cukup fresh! Bloody Gore!

Namun dari sisi akting karakter para cast kurang kuat, dan terasa forgettable. Entah kenapa ada salah satu karakter yang terasa seperti rip-off tributenya Frank Perconte (band of brother) hahaha! Entah kenapa endingnya juga terasa anti-climax, agak flat. Berharap ada kejutan di ending, namun ternyata bener-bener … THE END.

Tapi ya overall … Film “OVERLORD” ini cukup asik untuk dinikmati dengan santai, terutama buat para penggemar film bertema WWII ataupun Zombies.

NOTE: Jangan bawa anak-anak dibawah umur, karena cukup banyak adegan yang sadis, goreeee, penuh daraahh.

Rating: 7,5 / 10

0 Shares

Written by Galih Aristo

Green Gentleman | Urban Walker | Monsterologist | Founder of Pure Ink Creative Studio | Movies Explorer Club | World Mythology Community | Gotham Citizen Club.