REVIEW: ONE CUT OF THE DEAD (2018) : Sillyness and Dedication In The Name of Art That Packed With Laugh!

REVIEW: ONE CUT OF THE DEAD (2018) : Sillyness and Dedication In The Name of Art That Packed With Laugh!

0 Shares

Keep the camera roll. Don’t stop record!“- Takayuki Higurashi

Membuat film di zaman sekarang ini bagaikan sebuah trend. Entah amatiran atau hanya terbawa hype sampai membuat genre serupa, yang jelas proses pembuatan sebuah film itu memerlukan banyak pengorbanan bahkan terkadang banyak insiden tak terduga yang menghampiri di sepanjang proses pembuatannya.

Ditengah maraknya film-film horror yang beredar pada tahun 2018, Jepang kembali melakukan sebuah inovasi lewat “One Cut of The Dead”. Film yang memakan biaya sangat rendah sebesar $27,000 tersebut awalnya hanya diputar 6 hari di sebuah bioskop kecil di Jepang sampai ketika film ini sukses secara Internasional di Udine Film Festival, film ini kembali dirilis ulang di Jepang dan menghasilkan lebih dari 3 juta yen. One Cut of The Dead disutradarai, ditulis naskahnya oleh Shinichiro Ueda dan menghadirkan cast-cast yang masih belum dikenal khalayak di industri perfilman Jepang seperti Takayuki Hamatsu, Mao, Harumi Shuhama, Kazuaki Nagaya, Manabu Hosoi, Hiroshi Ichihara, Shuntaro Yamazaki, Shinichiro Osawa, Yoshiko Takehara, Miki Yoshida, Junna Goda,Sakina Asamori dan Yuzuki Akeyama.

Sebuah film bergenre Zombie tengah melakukan proses syuting di sebuah gedung yang dulunya menjadi tempat penyaringan air. Sutradara film tersebut, Takayuki Higurashi terus mengeluh karena para cast tidak kunjung menampilkan akting yang diinginkannya. Saat waktu break, tiba-tiba sekelompok Zombie menyerang kru tersebut. Higurashi yang melihat kemunculan Zombie tersebut malah bersemangat untuk tetap menyelesaikan film tersebut.

REVIEW:

Berdurasi 95 menit. One Cut of The Dead dapat dibilang menjadi sebuah ide “gila” dimana film di dalam film tersebut melakukan syut adegan sepanjang 37 menit tanpa cut atau dipotong. Shaky camera masih terlihat di beberapa adegan layaknya sebuah film Indie. Tetapi masuk ke paruh kedua, Film mulai memberikan bom waktu kepada penonton untuk menertawai ulah-ulah kocak dari para cast film tersebut. 37 menit tersebut juga berjalan natural dimana penonton mulai bisa melihat kejanggalan-kejanggalan yang dijamin akan membuat ledakan tawa di dalam studio. Behind the scene film ini terbagi menjadi dua dimana bagian pertama memperlihatkan bagaimana Higurashi mendapat tawaran membuat film Zombie tersebut dari Shinichiro Kosawa. Bahkan proses readingnya diperlihatkan. Di bagian kedualah, tawa semakin diledakkan oleh Ueda selaku sang sutradara. Penonton akan melihat kekonyolan sekaligus usaha dari para kru dalam membuat film Zombie tersebut. Tidak hanya itu, penonton juga akan melihat bagaimana rasanya menjadi seorang sutradara yang harus menyatukan ego tiap pemainnya yang sulit diatur. Kekonyolan -kekonyolan inlah yang menjadikan nilai lebih dari One Cut of The Dead sebagai Zombie-Comedy yang konyol tetapi berhasil mengajak penonton untuk melihat bahwa dalam membuat film, ada berbagai hambatan dan tidak heran, sutradara sampai harus dibuat pusing dalam mencari solusinya.

“One Cut of The Dead” adalah sebuah film yang simple namun “berisi” tentang dedikasi dan kegilaan para filmmaker dari hati atas nama seni yang dipadu dengan komedi yang segar dan fresh

5 Dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion