REVIEW: MUNAFIK 2 (2018): Sekuel Yang Lebih Dramatis Dan Tetap Berpegang Pada Nilai-Nilai Islamiyah!

REVIEW: MUNAFIK 2 (2018): Sekuel Yang Lebih Dramatis Dan Tetap Berpegang Pada Nilai-Nilai Islamiyah!

0 Shares

“Saya rela mati demi memperjuangkan Islam!”- Ustadz Adam

Di zaman sekarang ini, banyak penyelewengan dalam mengajarkan agama terutama agama yang menjadi agama mayoritas penduduk di sebagian belahan dunia apalagi kalau bukan Islam. Ya, bentuk-bentuk gerakan extremis sampai gerakan yang tidak tahu darimana dibentuknya seperti gerakan 212 di Indonesia ini seakan menjadi kebalikan dari apa yang sudah Allah ajarkan kepada para umatnya. Lantas, apa yang akan kita lakukan sebagai seorang umat yang taat dan takut pada Tuhannya?

Sukses dengan “Munafik” yang dirilis 25 Februari 2016 lalu dibawa ke Indonesia oleh MD Pictures dan rilis 5 Oktober 2016, Syamsul Yusof kembali meneruskan kisah dari Ustadz Adam dalam “Munafik 2”. Film ini merupakan Box Office Horror #1 Sepanjang Masa Di Malaysia. Rilis 30 Agustus 2018 di Malaysia, Munafik 2 sudah ditonton lebih dari 3 juta penonton ( 10% dari jumlah penduduk malaysia) dan pendapatannya sudah mencapai angka 40 juta RM. Dan tidak perlu menunggu lama seperti film pertamanya, Munafik 2 hadir di Indonesia sejak 26 September 2018 dibawa oleh CB International Pictures. Cast yang terlibat dalam Munafik 2 selain Syamsul Yusof dan Fizz Fairuz yang kembali sebagai Ustadz Adam dan Azman, sahabatnya adalah Maya Karin, Nasir Bilal Khan,,Mawi,Fauzi Nawawi, Datok Rahim Razali dan Nur Zara Sofia.

Munafik 2 dibuka dari ending film pertama dimana Ustadz Adam menjadi saksi tewasnya Maria. 3 bulan kemudian, Ustadz Adam kembali berdakwah sambil menyembuhkan orang-orang yang dirasuki roh halus. Ia masih tetap dihantui peristiwa tersebut dan diganggu sosok wanita misterius yang mempertanyakan iman dan nasib Adam. Sementara itu, di sebuah desa, Sakinah, seorang ibu dan anaknya, Aina mengalami gangguan roh halus yang ada kaitannya dengan Abu Jar, pemimpin yang mengaku-aku dirinya merupakan yang maha tahu tentang Al-Quran. Mengetahui hal tersebut, Ustadz Adam bergegas ke desa tempat Sakinah tinggal untuk mengusir roh jahat tersebut. Namun Adam tidak mengetahui bahwa ujian imannya kali ini tidak hanya menguras batinnya saja, tetapi lebih dari itu.

REVIEW:

Bagi yang belum menonton Munafik (2016), disarankan agar menonton terlebih dahulu film pertama ini meskipun Munafik 2 terlihat seperti sekuel yang berdiri sendiri jalan ceritanya. Syamsul Yusof masih bertindak sebagai cast, penulis naskah dan sutradaranya. Yusof membuat Munafik 2 lebih dramatis dari segi jalan cerita. FYI, penulis sendiri merupakan golongan Non-Muslim. Penulis sangat menikmati film ini bahkan menarik beberapa hal yang menjadi inspirasi dari Yusof dalam Munafik 2. Plotnya sendiri diakui Yusof merupakan kisah perjuangan para Nabi dalam memperjuangkan agama termasuk Isa Almasih.Yesus Kristus. Meski dialog di adegan pengusiran roh jahatnya terlampau keras dengan sound yang cukup membuat telinga berdenging, adegan tersebut malah membuat saya terhenyak. Sosok Abu Jar sendiri diakui Yusof terinspirasi dari Firaun dan Nasir Bilal Khan memerankan sosok ini dengan sangat baik bahkan sangat mudah bagi penonton untuk membenci tokoh ini. Tidak hanya itu, tidak seru jika tidak membahas bagaimana jumpscarenya. Jumpscare di Munafik 2 kurang lebih masih sama seperti Munafik pertama hanya saja, moment untuk penonton mendapatkan jump scare ini lebih dibuat bagaikan tes pacu jantung.

Munafik 2 tetap memberikan nilai-nilai Islamiyah lewat ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan dengan penuh penghayatan oleh Ustadz Adam yang diakui Yusof lagi merupakan doa dari Nabi Muhammad SAW. Dialog-dialog di beberapa scene dijamin membuat penonton akan meneteskan air matanya. Munafik 2 juga memberikan sedikit adegan action lewat aksi Maya Karin sebagai Sakinah.

Overall, Munafik 2 mengalami peningkatan dari segi cerita serta bagaimana benang merah tentang kematian Maria disini akan mengejutkan penonton tentang siapa yang sebenarnya “munafik”. Dan terakhir, film ini mengingatkan kita semua bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah.

4 dari 5

 

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion