REVIEW: MILLY & MAMET (2018) : Komedi Romantis Tentang Pernikahan dan Tanggung Jawab Yang Mengundang Tawa!

REVIEW: MILLY & MAMET (2018) : Komedi Romantis Tentang Pernikahan dan Tanggung Jawab Yang Mengundang Tawa!

0 Shares

“Aku cuma cinta kamu, Sakti dan masak”-Mamet

Problematika yang sering dihadapi oleh pasangan-pasangan muda yang baru menikah adalah bagaimana mertua mereka memandang sang menantu baik itu suami atau istrinya. Terkadang, sang mertua merasa pilihan anaknya kurang sesuai dengan kriteria sampai-sampai terkadang terjadi “perang” antara sang suami dengan sang mertua. Ketika sang suami kembali mendapat kesempatan mengejar impiannya yang tertunda, masihkah sang istri mendukung keputusannya? atau akan terjadi perselisihan?

Dari semesta Ada Apa Dengan Cinta, Ernest Prakasa mempersembahkan spin-offnya “Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta dan Rangga” yang merupakan kerjasama Starvision Plus dengan Miles Films. Riri Riza terlibat sebagai eksekutif produsernya. “Milly & Mamet” menghadirkan kembali para cast dari Ada Apa Dengan Cinta mulai dari Dennis Adishwara, Sissy Prescillia, Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, Titi Kamal bersama para cast lain seperti Julie Estelle, Yoshi Sudarso, Aci Resti, Arafah Rianti,Dinda Kanyadewi, Roy Marten, Surya Saputra, Ardit Erwandha, Eva Celia, Bintang Emon, Melly Goeslaw, Tike Priyatnakusumah dan cameo dari Isyana Sarasvati, Jevin Julian, Muhadkly Acho yang menjadi konsultan komedinya. Ernest sendiri juga ambil peran dalam “Milly & Mamet”. Naskahnya ditulis oleh Ernest Prakasa bersama istri tercintanya, Meira Anastasia.

Reuni SMA menjadi awal yang tidak terduga bagi Milly dan Mamet. Berawal dari Milly yang ditinggal oleh kekasihnya, Rama, Mamet menawarkan diri menolongnya dan kejadian tersebut berujung pada pernikahan keduanya. Setelah melahirkan anak laki-laki yang mereka beri nama Sakti, Mamet yang bekerja di pabrik konveksi milik Pak Sony, ayah Milly sekaligus mertuanya memiliki mimpi untuk membuka restoran karena Mamet merupakan lulusan tata boga dan seorang Chef. Bak gayung bersambut, Alexandra, sahabat lamanya menawarkan Mamet untuk mewujudkan impiannya tersebut. Singkat kata, Mamet yang tengah buruk hubungannya dengan ayah Milly ingin membanggakan Milly juga membuktikan kepada sang mertua bahwa Ia bisa dibanggakan. Sementara itu, Milly juga harus berkutat dalam tugasnya sebagai seorang Ibu full-time meski dibantu Sari yang menjadi pembantu rumah tangganya. Konflik demi konflik mewarnai keduanya.

Bagaimana Milly menyikapi keputusan Mamet yang ingin membuka restoran?

Berhasilkah Mamet memperbaiki hubungannya dengan Pak Sony?

REVIEW:

Keterlaluan. Satu kata yang patut diucapkan kepada Ernest Prakasa juga Meira Anastasia. Keduanya menyajikan cerita tentang potret pasangan muda yang dibalut dengan keegoisan,mengikuti kata hati dan kelayakan berbalut komedi yang dijamin mengundang tawa tiap menitnya. Rasa kehangatan di film ini ditunjukkan oleh Ernest dengan penggambaran keluarga kecil Mamet. Konflik dan drama nya perlahan namun pasti juga erat dengan realita terutama bagi para pasangan yang sudah menikah lengkap dengan adu mulut yang tidak berlebihan dramanya. Dennis Adishwara dan Sissy Prescillia yang kembali sebagai Mamet dan Milly tampil seperti karakter mereka dalam AADC, polos, dan mengundang tawa. Tidak hanya itu, kehadiran Cinta (Dian Sastrowardoyo), Karmen ( Adinia Wirasti) dan Maura ( Titi Kamal) juga kemunculan kembali salah satu ikon dari Mamet juga sedikit mengajak penonton terutama fans AADC bernostalgia. Namun, ada satu nama yang cukup membuat penonton terkejut sampai tidak menyangkanya. Isyana Sarasvati. Penyanyi yang juga mengisi OST “Milly & Mamet” dengan dua lagu yakni “Stargazing” dan “Luruh” yang dibawakannya bersama sang kakak, Rara Sekar ini mencuri scenenya dengan penampilan beda dan akting yang menohok sebagai Rika, sekretaris James Prawiro. Dari awal kemunculannya, penonton bakal dibuat mind-blowing dengan “ajaib”nya Rika yang diperankan olehnya sampai saat drama “Si Anjing” yang mengundang tawa terutama dengan nada bicaranya tersebut.

Komedi juga timbul dari Aci Resti sebagai Iin dan Bintang Emon sebagai Somat. Kedua karyawan di pabrik konveksi ini bak kucing dan anjing,lho. Aci dengan suara cemprengnya berhasil mengocok perut ketika berada satu scene dengan Emon. Tidak hanya itu, Dinda Kanyadewi yang memerankan Lela juga mengocok perut dengan akhiran ditiap dialognya. Yoshi Sudarso tampil baik sebagai James Prawiro yang gagah namun “berbahaya”. Tampangnya memang cukup layak sebagai seorang investor yang arogan. Tiga lagu lain di film ini juga menambah serunya suasana mulai dari recycle lagu Sheila on 7 ” Kita” yang dibawakan oleh Sissy Prescillia, “Berdua Bersama” dan “Luruh” yang dibawakan oleh Jaz.

Manis,mengocok perut dengan konflik yang erat dengan realita tentang pernikahan, “Milly & Mamet” adalah karya kedua terbaik Ernest Prakasa yang turut membawa nostalgia kepada fans AADC.

4 dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion