REVIEW: LADY BIRD (2018): An Up and Down Relationship Between Mom and Her Daughter That Utterly Heartbreaking!

REVIEW: LADY BIRD (2018): An Up and Down Relationship Between Mom and Her Daughter That Utterly Heartbreaking!

 I want you to be the very best version of yourself that you can be.“-Marion McPherson

Di masa remaja yang merupakan masa pencarian jati diri ini, banyak diantara mereka yang mencoba menentukan langkahnya sendiri-sendiri tanpa ikut campur dari orangtua tercinta. Salah satu hal yang mungkin dilakukan adalah membuat nama panggilan atau julukan sendiri karena menganggap nama yang diberikan oleh orangtua mereka adalah nama yang tidak ada bagusnya sama sekali. Meski begitu, orangtua khususnya Ibu adalah orang yang berjasa dalam mendidik kita, melahirkan kita sehingga terkadang seringkali bahkan setiap waktu, kita selalu bertengkar akan perbedaan pendapat dan kemauan dengan ibu kita. Namun tahukah kalian,tidak semua yang ibu kita sering lakukan seperti memarahi kita, mengekang kita adalah bentuk dari “cinta”nya kepada kita?

Satu lagi Academy Award Nominee siap hadir di bioskop Indonesia setelah The Post yang rilis Rabu,21 Februari 2018. Debut penyutradaraan Greta Gerwig yang dibintangi Saoirse Ronan dan Laurie Metcalf “Lady Bird” yang menyisipkan pengalaman masa remaja sang sutradara ini melakukan premiere dalam  Telluride Film Festival pada 1 September 2017 dan dirilis di Amerika pada 3 November 2017. “Lady Bird” dalam 90th Academy Awards mendapatkan lima nominasi yakni kategori “Best Picture“, “Best Actress“, “Best Supporting Actress“,”Best Original Screenplay” dan “Best Director“. Dalam ajang Golden Globe, Lady Bird memenangkan dua kategori nominasi yakni “Best Motion Picture-Musical or Comedy” dan “Best Actress-Motion Picture Musical or Comedy“. Cast lain yang turut terlibat dalam “Lady Bird” diantaranya Tracy Letts,Lucas Hedges, Timothee’ Calamet yang juga filmnya masuk nominee Oscar “Call Me by Your Name”, Beanie Feldstein, Stephen McKinley Henderson, Lois Smith, Jordan Rodrigues,Marielle Scott,Odeya Rush, Jake McDorman,Laura Marano, Kathryn Newton dan John Karna.

Bersetting di kota Sacramento,California, United States of America pada tahun 2002,”Lady Bird” mengisahkan hubungan yang kurang baik antara Christine “Lady Bird” McPherson dengan ibunya, Marion McPherson. Keduanya selalu bertengkar dan sama sama memiliki karakter keras. Akibat hal ini, Christine yang merupakan siswi sebuah SMA Katolik ini memutuskan tanpa sepengetahuan ibunya, mendaftar kuliah di salah satu universitas yang masuk deretan Ivy League di New York. Disamping itu, Christine juga mencari jati dirinya dengan mencari sahabat mulai dari Julianne “Julie” Steffens dan Jenna Walton sampai mencari cinta.

Bagaimana hubungan Lady Bird dan Marion selanjutnya?

Akankah mimpi Lady Bird untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas deretan Ivy League dapat terwujud?

Bagaimana reaksi Marion McPherson mengetahui anaknya mendaftar kuliah secara “diam-diam” tanpa sepengetahuan dirinya?

REVIEW:

Meskipun dilabeli sebagai semi-autobiography karena menyematkan apa yang dilihat Greta ketika masa remajanya di Sacramento, Greta menegaskan tidak satupun moment dalam “Lady Bird” dialaminya ketika masa remaja. Berdurasi 93 menit, “Lady Bird” adalah sebuah surat cinta Gerwig untuk Sacramento dimana Ia menghabiskan masa remajanya. Bahkan demi membuat film ini terlihat berkesan sebagai sebuah memori, Gerwig memberikan buku sekolah tahunan dirinya, foto dan jurnal kepada para cast dan crew. Saoirse Ronan yang berperan sebagai Christine “Lady Bird” McPherson sampai mengubah warna rambutnya menjadi merah dan tidak menggunakan make-up sedikitpun untuk menutupi jerawat di wajahnya karena ia melihat ini adalah kesempatan bagi penonton untuk melihat “wajah anak remaja di film terlihat seperti wajah remaja di kehidupan nyata”.

Konflik dalam “Lady Bird” sendiri cukup membuat emosi penonton terbawa sebab konflik yang diangkat adalah konflik seorang anak remaja dan ibunya yang berbeda pendapat juga apa yang dialami sang remaja di masa remajanya. Film ini memperlihatkan bagaimana pola pergaulan remaja demi diakui oleh teman-teman yang kastanya diatas dirinya seperti yang dilakukan Lady Bird demi menjadi sahabat Jenna Walton yang notabene merupakan kalangan remaja dengan ekonomi lebih baik ketimbang dirinya. Saoirse Ronan dan Laurie Metcalf benar-benar memberikan sebuah chemistry sekaligus ikatan batin antara anak dan ibunya yang sama-sama ingin dihargai tetapi keduanya memiliki kepribadian yang kuat. Aura patah-hati, menangis dan menyesal akan kalian temui dalam film ini.

Film ini juga dilengkapi dengan  OST-OST menarik dengan lagu seperti “Cry Me A River” dari Justin Timberlake dan “Hands in a Pocket” dari Alanis Morisette. “Lady Bird” adalah sebuah potret bagaimana remaja di masa sekarang menghadapi gejolak dalam dirinya untuk “bebas” dan mencari jati diri yang dikemas dengan penuh memori dan emosional lewat chemistry luar biasa Saoirse Ronan dan Laurie Metcalf. Setelah menyaksikan film ini, kami yakin kalian pasti akan merasa ingin menelpon, bertemu dan mungkin jika ada yang mengganjal di hati kalian, kalian akan langsung pulang ke rumah dan berbicara dengan ibu kalian. Ada baiknya kalian mengajak Ibu kalian menyaksikan “Lady Bird”. Mungkin setelah menonton bersama, kalian yang kurang dekat dengan ibu akan mencoba untuk lebih dekat lagi.

5 dari 5

 


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion