REVIEW: KELUARGA CEMARA (2019) : Modern Packed, Still Include All Iconic Things yet Makes You Miss Home and Your Family!

REVIEW: KELUARGA CEMARA (2019) : Modern Packed, Still Include All Iconic Things yet Makes You Miss Home and Your Family!

“Terus, Abah tanggung jawab siapa?”- Euis

Keluarga adalah sebuah tempat menyalurkan isi hati kita kepada kedua orangtua kita. Mau itu susah, senang semua harus dijalani bersama-sama,bukan? Kadang, keegoisan terjadi ketika keluarga tengah mengalami masa sulit dimana seharusnya seluruh anggota keluarga saling membantu bukan saling membuat susah satu sama lain. Maka, bersyukurlah kalian yang sampai hari ini masih memiliki keluarga lengkap,ya.

Siapa yang tidak asing dengan serial TV “Keluarga Cemara” yang sangat melegenda dari adaptasi buku karya Arswendo Atmowiloto? Semua pasti pernah menonton kisah Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil yang berjuang dalam kesehariannya dengan tetap memupuk nilai kekeluaragaan tersebut. Serial ini pertama kali tayang pada 6 Oktober 1996 sampai 29 Agustus 2004 dimana 2 bulan pertama ditayangkan di RCTI lalu ditayangkan di TV7 (sekarang Trans 7) dengan judul “Keluarga Cemara: Kembali Ke Asal”. Nah, Visinema Pictures bekerjasama dengan Ideosource dan Kaskus memutuskan mengadaptasinya ke layar lebar dengan Yandy Laurens sebagai sutradaranya dan naskahnya ditulis oleh Gina S.Noer dan Yandy Laurens. Angga Dwimas Sasongko bertindak sebagai Eksekutif Produser sementara sang istri, Anggia Kharisma menjadi Produser bersama dengan Gina S.Noer. “Keluarga Cemara” menghadirkan Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri Sasono, Abdurrahman Arif, Asri Welas, Maudy Koesnaedi, Ariyo Wahab, Gading Marten, Djaitov “Tigor” Yanda, Yasamin Jasem, Kafin Sulthan, Eve JKT48, Melati JKT48 ,Vanka JKT48,Kawai Labiba, Joshia Frederico,Widi Mulia dan masih banyak cast lainnya. “Keluarga Cemara” melakukan World Premierenya dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang berlangsung dari 27 November – 4 Desember 2018 serta masuk nominasi In Competition Indonesian Screen Awards 2018 masih di festival yang sama.

Kebahagiaan Abah,Emak, Euis dan Ara berubah di sela perayaan ulangtahun Euis yang ke 13. Rumah yang mereka tempati disita karena ulah ipar dari Abah, Fajar yang mengambil proyek pembangunan Orange City dari PT.Bangun Damai dimana Abah bekerja sebagai kontraktor. Akhirnya, Abah memutuskan untuk ke tempat Aki (kakeknya) dan tinggal sementara di sana. Euis dan Ara harus beradaptasi dengan keadaan baru sementara Abah harus bergonta-ganti pekerjaan demi menafkahi keluarganya. Konflik antar anggota keluarga pun tak terelakkan dan puncaknya ketika Abah mengambil sebuah keputusan berani yang akan menentukan nasib keluarga mereka.

Bagaimana Abah,Emak,Euis dan Ara menghadapi masalah yang melanda mereka?

REVIEW:

Yandy Laurens dalam debut film layar lebar panjang pertamanya berhasil menekankan sensitivitas tentang betapa berartinya keluarga dengan cerita yang sebenarnya simple. Naskah yang ditulisnya bersama Gina S.Noer pun tetap memasukkan elemen-elemen ikonik dalam serial TV nya mulai dari Original Soundtrack paling awalnya , becak, sampai opak yang menjadi mata pencaharian Euis. Konfliknya sendiri mengalir tanpa berlebihan, mulus seakan kita merasakan konflik tersebut di rumah. Beberapa moment dijamin akan membuat air mata menetes beberapa kali namun ditengah air mata yang menetes itu, sosok Ceu Salma yang diperankan Asri Welas benar-benar menjadi obatnya. Ya, Asri Welas benar-benar tampil penuh energi dengan watak seorang wanita pemberi pinjaman kredit sampai lelucon “Loan Woman” yang diucapkannya. Ringgo Agus Rahman yang memerankan Abah benar-benar menunjukkan karakter seorang ayah yang harus bertanggung jawab terhadap keluarganya bahkan mimik wajahnya yang tengah dalam keadaan sulit namun tetap tegar berhasil diekspresikannya dengan baik. Nirina Zubir yang memerankan Emak juga cukup dengan tatapan matanya saja sudah berhasil memancing simpati penonton. Zara JKT48 yang pertama kali berakting sebagai Euis pun tidak mau kalah dengan menampilkan karakter Euis yang keras layaknya remaja di zaman sekarang dan keras kepala.

Namun kredit ada pada Widuri Puteri Sasono, putri kedua dari pasangan Dwi Sasono- Widi Mulia yang berperan sebagai Ara. Ditengah dramatisnya situasi,Ara yang diperankannya berhasil mencairkan suasana dengan tingkahnya. Nuansa kehangatan pun terasa sampai akhir film dengan kelahiran satu lagi anak dari Abah dan Emak. OST “Harta Berharga” yang dibawakan oleh BCL pun semakin syahdu dengan suara lembutnya menambah kesan sendu dan haru dalam film. Sosok Tante Pressier yang ketus ,diperankan oleh Maudy Koesnaedi dengan watak yang jutek dan terkesan tidak suka dengan kalangan bawah juga mampu diekspresikan dengan baik olehnya. Karakter lainnya seperti Rindu (Yasmin Jasem), Deni (Kafin Sulthan), Andi (Joshia Frederico) yang kocak sampai Ima (Kawai Labiba) yang menjadi teman teman Euis pun makin menambah kehangatan dengan atmosfir persahabatan yang unik,lucu dan dekat dengan kita.

Dikemas secara modern dengan mengangkat konflik yang relevan dengan realita tanpa melupakan element-element ikonik dari serial TVnya, Keluarga Cemara siap membuka 2019 dengan air mata bahagia, sedih dan tertawa. Sebuah tontonan yang wajib disaksikan oleh seluruh keluarga yang pada akhirnya semakin memperkuat bahwa tidak ada tempat yang lebih baik selain keluarga dan percayalah, setelah menyaksikannya, kalian akan langsung kangen dengan keluarga dan rumah kalian.

5 dari 5


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion