REVIEW: INSIDE (2018): A Remake That Still Enjoyable Although Play In Its Safe Zone!
  • 10/09/2018
  • |
  • News
  • |

REVIEW: INSIDE (2018): A Remake That Still Enjoyable Although Play In Its Safe Zone!

0 Shares

“I know you in there,Sarah!”- The Woman

Ketika menjadi seorang ibu, hal yang membahagiakan adalah ketika janin yang ada dalam perutnya mulai berkembang. Perasaan bahagia pun menyelimuti para ibu mulai dari mempersiapkan semua kebutuhan si kecil sampai hal yang paling utama dan tidak boleh terlewatkan, memberi nama untuk si kecil ketika mereka lahir ke dunia. Namun tiada yang tahu nasib ,bukan? Bagi mereka yang kehilangan momen kebahagiaan tersebut bisa saja berubah perilakunya bahkan sampai mengarah ke hal-hal ekstrim seperti menculiknya dimana di Amerika pada 2013 tercatat ada lebih dari 800,000 kasus seperti ini.

Inilah remake dari film Prancis rilisan 2007 “À l’intérieur” yang digarap oleh Miguel Angel Vivas berjudul “Inside”. Film ini sendiri melakukan World Premierenya di Sitges pada 7 Oktober 2016,lalu rilis di Spanyol 28 Juli 2017 sebelum akhirnya dirilis di Amerika pada 12 Januari 2018. CB International Pictures kembali menjadi distributor dari film yang akan tayang pada 12 Septmber 2018 tersebut di jaringan bioskop CGV,Cinemaxx Theatre, Flix Cinema dan Platinum Cineplex. Cast yang terlibat dalam film ini diantaranya Laura Harring, Rachel Nichols.Stany Coppet, Andrea Tivadar,Ben Temple, Maarten Swaan, Steve Howard, Craig Stevenson, David Chevers, dan Richard Felix.

Sarah Clarke tidak menyangka ditengah kehamilannya yang memasuki trimester ketiga , Ia harus mengalami musibah kecelakaan yang menyebabkan suaminya,Matthew Fields/Matt meninggal dunia dan pendengaran Sarah agak terganggu sehingga harus mengenakan alat bantu dengar. Setelah kejadian tersebut, Ia pindah ke pemukiman Sunshine Grove dan menyiapkan kelahiran sang buah hati tercinta. Namun pada suatu malam, seorang wanita misterius datang ke rumahnya dan menginginkan janin yang ada dalam perut Sarah. Sarah kini dihadapkan dalam situasi hidup dan mati demi melindungi janin yang dikandungnya dari sang wanita misterius yang bernama The Woman.

Mengapa The Woman menginginkan janin yang ada dalam perut Sarah?

Bagaimana nasib Sarah yang diincar oleh The Woman?

REVIEW:

Sebuah remake diharapkan oleh penonton bisa melebihi film aslinya. Sama halnya dengan “Inside” yang alurnya mengikuti film aslinya. Ketegangan sudah terasa saat karakter The Woman yang diperankan Laura Harring muncul. Harring benar-benar membuat karakter The Woman ini sangat ditakuti bahkan bisa dibilang dialah pemberi mimpi buruk bagi Sarah Clarke. Rachel Nichols sendiri tampil dengan penuh sifat keibuannya sebagai Sarah Clarke. Adegan tikam-menikam penuh darah masih tersaji dalam remakenya ini dan kejutan demi kejutan pun siap membuat penonton merasakan ketegangan ketika adegan kejar-mengejar antara Sarah dan The Woman ini tersaji. Sayang, eksekusi yang sudah lumayan itu dibungkap dengan ending yang bisa dibilang sang sutradara ingin bermain “aman” dikarenakan mungkin Vivas lebih ingin menonjolkan sisi seorang Ibu yang berjuang menjaga bayi yang ada dalam perutnya.

Terkadang, rasa cinta atau kehilangan bisa membuat orang lupa diri bahkan kalap. “Inside” merupakan sebuah home-invasion thriller yang diremake dengan baik meskipun sang sutradara lebih memilih bermain aman dalam eksekusi endingnya. Penggemar slasher-gore akan dipuaskan dengan cukup banyak darah yang bertumpahan dalam remake ini.

3 dari 5

 

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion