REVIEW: How To Train Your Dragon: The Hidden World (2019)

REVIEW: How To Train Your Dragon: The Hidden World (2019)

0 Shares

Synopsis:

Dikarenakan adanya ancaman para pemburu naga, Hiccup, sebagai kepala suka dari desa Berg, memutuskan untuk mencari ujung dunia sebagai sebuah sanctuary bagi para naga. Ditambah adanya salah seorang pemburu night fury yang ingin membunuh Toothless dengan memanfaatkan seekor night fury betina terakhir yang diberi nama light fury.

Review:

Dengan adanya 2 film layar lebar dan beberapa TV seri, How To Train Your Dragon, menjadi sebuah franchise yang cukup populer. Diangkat dari seri buku anak- anak, franchise ini menjadi sebuah tayangan yang tidak hanya dinikmati anak- anak, namun sebagai sebuah hiburan untuk seluruh keluarga. Uniknya lagi, konsep serial film layar lebarnya, sama dengan Toy Story, di mana setiap jilidnya mengambil fase hidup karakter manusia utamanya. Maksudnya pada seri pertamanya, mengambil fase hidup Hiccup yang masih remaja. Film kedua dewasa. Dan film ketiganya ini lebih dewasa dikit.

Film ketiganya ini termasuk sebuah penutup trilogi yang manis dengan ending yang sangat hangat dan manis. Melihat keberhasilan sebagi penutup sebuah trilogi, saya berharap sekali tidak akan adanya film keempat. Karena biasanya jika film ketiga penutupnya sudah bagus. Film keempatnya hanya seperti “pendulang pundi studio” aja. Contoh seperti The Pirates of The Carribbean, Indiana Jones, dan yang akan datang, Toy Story (yang saya khawatirkan akan merusak trilogi pertamanya saja).

Namun jika seperti sudah saya sebutkan, ending film ini sangat manis, namun pembukaan sampai ketengah film ini cukup membosankan. Jika dibandingkan dengan yang dua film pendahulunya, plotnya sebenarnya cukup membosankan. Apalagi karakter villain-nya juga tidak semengerikan karakter villain di film kedua. Dan teror pemburu naganya pun masih mendingan yang kedua.

Tapi film ini juga masih dihiasi dengan kelucuan naga- naga yang disulap bagaikan kucing dan anjing piaraan manusia. Dengan tingkahnya yang bodor dan kadang galak. Apalagi ditambah dengan Toothless birahi yang gemesin. Duh, jadi kepengen adop satu buat di breeding. (dnf)

Rating:

7/10

0 Shares

Written by Daniel Effendie

I'm just a humble person who happens to love movies. And I love to share my thoughts around movies to others, such as reviews and any other articles. That what drived me to create my own movieblog.... http://themoviegoersblog.wordpress.com/