REVIEW: HAPPY DEATH DAY 2U (2019): More Drama, More Humorous yet Better Than The First!

REVIEW: HAPPY DEATH DAY 2U (2019): More Drama, More Humorous yet Better Than The First!

Failure is not an option. I’m literally dying to figure this out.”- Theresa “Tree” Gelbman”

Menjalani hidup, sudah pasti ada yang namanya kematian. Terkadang kematian datang tanpa kita sempat mengucapkan selamat tinggal terhadap orang-orang yang kita cintai. Kematian juga meninggalkan sebuah konflik batin untuk kita terutama yang dekat dengan mereka yang meninggalkan kita dan terkadang kita selalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Lantas, bagaimana sebaiknya kita harus mengikhlaskan kematian tersebut? Apakah dengan meratapi masa lalu?

Sukses mengejutkan khalayak termasuk membangkitkan kembali genre slasher pada 2017, Happy Death Day banyak mendapat pujian karena keunikan ceritanya yang seperti perpaduan antara “Groundhog Day” dengan “Scream”. Kesuksesan film pertamanya membuat sutradara Christopher Landon kembali dipercaya oleh Universal Pictures untuk meneruskan sekuelnya yang bertajuk “Happy Death Day 2U” yang naskahnya ditulis pula oleh Landon. Cast-cast dari film pertamanya kembali dihadirkan semua mulai dari Jessica Rothe, Israel Broussard, Phi Vu,Ruby Modine, Charles Aitken, Laura Clifton. Rob Mello, Rachel Matthews, Jason Bayle, Missy Yager bersama Suraj Sharma dan Sarah Yarkin sebagai cast baru yang dilibatkan dalam sekuelnya tersebut.

Melanjutkan dari apa yang terjadi dalam “Happy Death Day”, Tree Gelbman harus kembali mengalami fenomena “time loop” setelah proyek Science milik Ryan, sahabat Carter yang dibuatnya bersama Samar Ghosh dan Dre Morgan yakni sebuah reaktor energi Quantum Sissifus yang disingkat menjadi Sisi mengalami malfungsi. Akibatnya, Tree kembali terbangun di hari ulang tahunnya, 18 September, di jam 9 pagi namun semua berbeda. Ibu dari Tree “hidup”, Lori bertindak biasa tetapi Babyface, sang pembunuh kali ini kembali tidak hanya mengincar nyawanya tetapi nyawa orang-orang terdekat dari Tree.

Berhasilkah Tree lolos dari Time Loop tersebut?

Apa yang dirasakan Tree ketika melihat Ibunya ? Akankah Ia ingin tetap di dalamnya atau ingin keluar?

REVIEW:

Berdurasi 100 menit, “Happy Death Day 2U” dimulai dengan logo Universal Pictures yang sedikit menggambarkan apa yang terjadi di dalam film. Christopher Landon selaku penulis naskahnya sangat cerdik memadukan unsur komedi,drama dan thriller dengan sedikit nuansa Final Destination. Satu nilai positif adalah bagi penonton yang lupa dengan film pertamanya, akan dijelaskan kembali dalam sekuel ini dan satu misteri yang mungkin menjadi pertanyaan penonton dari film pertamanya juga akan diungkap disini. Jessica Rothe sebagai Tree benar-benar menjadi ratu disini. Ia mampu membuat penonton tertawa lewat kejengkelannya harus mengalami time loop sampai cara-cara konyolnya untuk mengakhiri hidup tapi Rothe juga mampu membuat penonton hanyut dalam konflik yang dialaminya ketika tengah mengalami time loop tersebut. Kehadiran Phi Vu sebagai Ryan juga menambah konyolnya situasi terutama ketika Ia ditakut-takuti oleh Tree. Happy Death Day sukses karena twistnya, tetapi untuk sekuelnya kali ini, lebih berfokus kepada mengikhlaskan orang yang kita sayangi seperti yang dialami oleh Tree dalam Happy Death Day 2U. Twist tentang siapa Babyface mungkin sudah sedikit terbaca jika benar-benar memperhatikan tiap scenenya.

Jangan langsung kelaur setelah film berakhir karena akan ada mid-credit scene yang wajib dilihat dan mungkin saja, menjadi teaser untuk film ketiga seperti yang diinginkan Landon, membuat franchise ini menjadi sebuah Trilogy.

Lebih konyol, kocak serta masih tetap mempertahankan ketegangan serta drama dan konflik batin yang dekat dengan kita, “Happy Death Day 2U” ibarat seperti sebuah film masa lampau yang melanjutkan apa yang telah diperlihatkan dari predesornya. Siap-siaplah untuk tercengang melihat apa yang disajikan oleh Landon.

4,5 dari 5


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime and Tokusatsu Freak, Movie is my Passion