REVIEW: GONJIAM-HAUNTED ASYLUM (2018):  Curiosity That Went Wrong!

REVIEW: GONJIAM-HAUNTED ASYLUM (2018): Curiosity That Went Wrong!

“You never touch those things. It is cursed!”-Charlotte Yoon

Banyak cara untuk dapat menghasilkan uang serta popularitas. Salah satunya adalah menjadi Selebgram ataupun Youtuber yang awalnya dimulai dari Vlogger. Ya, hal-hal yang mereka lakukan bisa membawa dampak baik atau buruk kepada para pengikut setia channelnya atau yang disebut Subscriber. Namun seperti naluri alami manusia yang tidak pernah puas, berbagai cara pun dilakukan demi mendapatkan lebih banyak pengikut channel salah satuya dengan menyiarkannya secara Live. Bagaimana jika hal tersebut justru berbuah hal yang tidak diduga sama sekali oleh mereka?

Banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa dibalik keindahan dan popularitas budayanya, Korea Selatan juga menyimpan sebuah misteri. Ya, ada sebuah situs yang cukup “angker” bahkan CNN Travel menobatkan tempat ini menjadi satu dari tujuh tempat paling menyeramkan di dunia. Gonjiam Psychiatric Hospital yang dibuka pada tahun 1950an ini terletak di kota Gwangju, salah satu kota terbesar di Korea Selatan selain Busan dan Seoul. Penduduk setempat banyak membicarakan mengenai apa yang terjadi pada rumah sakit jiwa yang kabarnya ditutup karena peristiwa bunuh diri massal pasiennya ditambah sang direktur atau pemilik pergi begitu saja. Hal tersebut menjadi ide bagi sutradara Jung Bum-shik untuk membuat film berdasarkan tempat tersebut dengan judul “Gonjiam: Haunted Asylum”.  Naskahnya ditulis oleh Bum-shik bersama Park Sang-min dan menghadirkan cast seperti Wi Ha-Joon, Park Sung Hoon, Lee Seung Wook, Oh Ah Yeon, Park Ji Hyun, Yoo Je Yoon, dan Moon Ye Won. Dirilis di Korea pada 28 Maret 2018, “Gonjiam: Haunted Asylum” pada minggu pertama meraih angka penonton terbanyak,mengalahkan perolehan raihan penonton dari tiga film horror barat yakni The Conjuring, Get Out dan Annabelle.

Seung-wook adalah seorang Vlogger yang memiliki channel Youtube bernama Horror Times. Ia bersama rekannya, Sung-hoon melakukan investigasi terhadap tempat-tempat yang disinyalir memiliki aktivitas supranatural. Demi meraih lebih banyak subscriber dan tentunya, uang, Ia memutuskan menghadirkan tamu yakni Ah-yeon, Charlotte, Ji-hyeon dan Je-yoon dan menyiarkan secara Live investigasi mereka yang kali ini bertempat di Gonjiam Psychiatric Hospital sekaligus menjadi uji nyali bagi mereka. Semula, awalnya semua berjalan baik tetapi seiring dalamnya penelusuran mereka di tiap ruangan dari rumah sakit tersebut, hal-hal yang tidak mereka duga terjadi tepat di depan mata mereka.

REVIEW:

Sekilas, format yang diterapkan “Gonjiam: Haunted Asylum” mengingatkan kita akan “Paranormal Activity” yang sama-sama mengharuskan castnya melakukan perekaman. Setting yang benar-benar dilakukan di rumah sakit jiwa Gonjiam tersebut menambah aura keangkeran yang nampak. Langit-langit yang rubuh, barang-barang berserakan adalah salah dua dari sekian banyak ciri yang mengindikasikan sebuah tempat dapat dinyatakan angker. Nilai plus dalam sebuah film horror adalah adanya score atau music latar yang menjadi pendukung dalam tiap scene terutama scene yang menghadirkan ketegangan,ketakutan dan kengerian bagi penonton. Hal tersebut tidak ada dalam “Gonjiam: Haunted Asylum”. Seperti yang sudah disinggung di atas, setting tempatnya yang angker sudah memberikan ketakutan bagi penonton ditambah suara-suara alami yang sudah biasa ada dalam film horror sudah mampu membangkitkan kengeriannya. Ekspresi semua cast terlihat tidak dibuat-buat termasuk ketika mereka menghadapi fenomena aneh di rumah sakit tersebut. Format perekaman yang menggunakan Go Pro seakan mengajak kita ikut menelusuri tiap sudut dari ruangan di rumah sakit tersebut. Dari film ini kita bisa menarik pesan bahwa untuk meraih apa yang kita inginkan, terkadang kita tidak mengetahui apa yang akan kita hadapi.

4,5 dari 5.

 


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion