REVIEW: FIRST MAN (2018): More Than Just An Aerospace Journey, It Is Deep and Emotionally Intense!

REVIEW: FIRST MAN (2018): More Than Just An Aerospace Journey, It Is Deep and Emotionally Intense!

0 Shares

You’re down here and you look up and you don’t think about it too much, but space exploration changes your perception. It allows us to see things that we should have seen a long time ago.“- Neil Armstrong

Mencapai sesuatu yang mustahil selalu ada dalam benak tiap umat manusia. Mencoba sesuatu yang baru meski sudah mengetahui apa resiko yang dihadapi nampak sangat menantang bagi tiap-tiap dari kita. Permasalahannya adalah, siapkah kita menghadapi resiko tersebut demi melakukan pencapaian tersebut ? Dan sampai sejauh mana kita berani memperjuangkannya?

Siapa yang tidak kenal sosok Neil Armstrong? Astronot asal Amerika Serikat yang menciptakan sejarah dimana Ia adalah manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan tersebut sampai sekarang masih menjadi sosok yang berpengaruh untuk eksplorasi luar angkasa di masa mendatang. Sutradara termuda peraih Academy Awards, Damien Chazelle mengangkat kisah sang astronot ini dari buku “First Man: The Life of Neil A. Armstrong” karangan James R. Hansen. Berjudul “First Man”, film yang juga melibatkan Steven Spielberg dengan Amblin Entertainmentnya sebagai Executive Producer tersebut menghadirkan Ryan Gosling, Claire Foy, Jason Clarke, Corey Stoll, Pablo Schreiber, Kyle Chandler, Christopher Abbott, Patrick Fugit, Lukas Haas, Shea Wigham, Brian d’Arcy James, Cory Michael Smith, J.D. Evermore, John David Whalen, Ethan Embry, Skyler Bible, Ben Owen, Olivia Hamilton, Kris Swanberg, Ciaran Hinds, Shawn Eric Jones, William Gregory Lee dan Steven Coulter.

1961. Neil Armstrong yang merupakan pilot penguji pesawat X-15 tengah dilanda duka akibat kehilangan anak perempuannya, Karen. Ditengah duka tersebut, NASA tengah mencari awak untuk misi Gemini. Armstrong yang memiliki kegigihan ,keyakinan bahwa Amerika Serikat bisa mengirimkan wakilnya untuk mendarat di bulan pun terpacu dan mengejar mimpinya. Namun, mimpi Armstrong tidak semudah membalikkan telapak tangan karena rakyat Amerika yang terus memprotes perihal anggaran pengeluaran pembuatan roket sampai memakan korban ketika uji coba Apollo 1.

Bagaimana perjuangan Armstrong dalam meraih mimpinya tersebut?

REVIEW:

Damien Chazelle. Sutradara yang sudah memukau penonton lewat “Whiplash” dan “La La Land” yang meraih Academy Awards ini memang sudah masuk deretan sutradara ternama. Namun, Chazelle berbeda dari sutradara lainnya. Chazelle memiliki prinsip “Realism” atau realisme dimana Ia menginginkan penonton agar dapat merasakan emosi sekaligus membuat penonton menjadi si tokoh utama. Hal tersebut diaplikasikan dalam “First Man”. Film yang memang dikhususkan dalam format IMAX dan Lunar Sequencenya disyut dengan kamera IMAX ini tidak hanya merevisualisasikan kembali pencapaian sejarah Amerika Serikat yang dilakukan oleh Neil Armstrong tetapi juga “First Man” turut mengaduk-aduk emosi penonton dengan sisi lain dari sang astronot di keluarganya. Tidak hanya itu, color grading yang membawa penonton ke era 60’an juga menambah intens adegan-adegan ketika misi penjelajahan luar angkasaya berlangsung. Hal tersebut turut didukung oleh penggunaan shaky cam demi menambah feel penonton untuk merasakan berada di dalam adegan tersebut.

Ryan Gosling dan Claire Foy sama-sama menampilkan performa akting gemilang sebagai Neil dan Janet Armstrong. Gosling tanpa ekspresi mampu membuat penonton merasakan ketakutan dalam diri Armstrong akan kematian dalam tugasnya sebagai astronot sedangkan Foy menambah intens emosi dalam hubungannya dengan sang suami. Foy juga mampu menjadi seorang istri yang benar-benar setia pada sang suami terlihat dari bagaimana Janet mengetahui perkembangan tiap tugas yang diemban oleh sang suami.

Berkaitan dengan IMAX, First Man menghadirkan pengalaman yang tidak pernah kalian rasakan dari film-film penjelajahan luar angkasa lainnya sebab Lunar Sequencenya dijamin akan membuat kalian terperangah sekaligus terpukau karena kapan lagi kalian bisa melihat Bulan dengan dekat dan cantik seperti itu. Score dan musik yang digarap oleh Justin Hurwitz semakin menambah keharuan ditiap scenenya ditambah beberapa “silent” moment yang memberikan waktu bagi penonton untuk ikut merasakan perjuangan Armstrong di tiap misinya.

“First Man” menjadi sebuah cerita dimana meraih mimpi, berani mempertaruhkan resiko dan yakin pada diri sendiri menjadi sebuah tontonan epic yang wajib disaksikan dalam IMAX. Bukan tidak mungkin, Chazelle dan Gosling akan kembali mendapat nominasi dalam ajang Academy Awards.

4,5 dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion