REVIEW: ELLIOT THE LITTLEST REINDEER (2018): Impian Besar Sang Kuda Poni Yang Dikemas Dengan Tema Natal!

REVIEW: ELLIOT THE LITTLEST REINDEER (2018): Impian Besar Sang Kuda Poni Yang Dikemas Dengan Tema Natal!

0 Shares

Big dreamers, dream big“- Elliot

Bicara soal hari Natal yang sebentar lagi akan tiba, hewan apa yang identik dengan perayaan tersebut? Ya, Rusa. Hewan bertanduk dan berkaki empat ini yang konon membantu Santa Claus menarik keretanya demi mengabulkan harapan semua anak-anak di dunia di malam yang suci tersebut,bukan? Tapi apa jadinya jika para Rusa mulai pensiun? Akankah hari Natal masih dapat diselamatkan?

Menyambut Natal ini, Cinema 21/XXI akan menayangkan sebuah film animasi bertema Natal berjudul “Elliot The Littlest Reindeer” yang akan tayang sekitar akhir Desember 2018 (tanggal 28 kemungkinan,red). Deretan aktor-aktris Hollywood meramaikan film animasi yang telah dirilis di Amerika pada 30 November 2018 dan disutradarai oleh Jennifer Westcott tersebut mulai dari Josh Hutcherson, Morena Baccarin, John Cleese, Jeff Dunham, Martin Short, George Buza,Christopher Jacot, Jean Yoon, Samantha Bee, Rob Tinkler, Carly Hefferman dan masih banyak lagi.

Elliot (Hutcherson) adalah seekor kuda poni kecil yang tinggal di peternakan Witty Bitty Petting Zoo milik Walter Witty. Ia memiliki mimpi besar yakni bergabung sebagai bagian dari para Rusa yang menarik kereta Santa Claus (George Buza). Mimpi itu mulai mendekati kenyataan setelah salah satu rusa milik Santa, Blitzen memutuskan pensiun dan membuka kios jus. Bersama sahabatnya, Hazel, seekor kambing kecil yang hobi makan, Elliot pergi ke seleksi para rusa. Namun ternyata, intrik demi intrik mulai terkuak saat DJ, seekor Rusa yang juga tinggal satu peternakan mengincar posisi tersebut. Tidak hanya itu, ada pula Sasha, rusa asal Kanada yang cukup cepat. Elliot yang seekor kuda pun mau tidak mau melakukan ide “gila” yakni berbaur dengan para Rusa dan dalam waktu 3 hari harus menempuh berbagai ujian di North Pole demi impiannya tersebut.

Bagaimana seleksi para Rusa tersebut berjalan ?

Akankah Elliot menggapai mimpinya menjadi bagian dari para Rusa yang menarik kereta Santa Claus?

REVIEW:

Berdurasi 89 menit, animasi ini sebenarnya cukup baik dalam segi animasinya terutama para hewan-hewannya meski masih terlihat kasar saat mereka berekspresi. Namun, beberapa tokohnya mungkin bisa membuat anak-anak menangis meskipun ini adalah film animasi. Elliot The Littlest Reindeer sendiri masih terinspirasi formula “from zero to hero” yang klise. Eksekusinya terlihat flat, leluconnya sedikit terbantu dari Hazel, sahabat Elliot dan plot-twist tentang para rusa yang pensiun menjadi penyelamat di film ini. Meski begitu, animasi ini masih cukup menarik untuk anak-anak terutama dalam moment jelang Natal ini.

Sayang, seperti yang saya bahas diatas, eksekusinya terkesan seperti menerima asal jadi saja, padahal pesan positif di film animasi ini sudah cukup tersampaikan kepada para penonton terutama anak-anak. Beberapa karakter disini juga cukup mendapat highlight mulai dari Walter (Rob Tinkler) sang pemilik peternakan yang mulai putus asa karena Mrs. Ludzinka akan mengambil alih peternakannya sampai DJ yang merasakan tekanan dari sang ayah untuk tampil di depannya dengan baik. Yah namanya juga Animasi, unsur modern tersisip disini seperti kendaraan bertenaga Jet yang dibuat Clyde, tangan kanan dari Santa yang ternyata ambisius. Kejarlah mimpimu sampai dapat mungkin adalah pesan yang ingin disampaikan tetapi dengan Elliot harus berbaur dengan para rusa, seperti memaksakan plotnya. Dengan banyaknya konflik disamping Elliot yang meraih impian, anak-anak belum tentu bisa menerima animasi ini dan mungkin akan merasa bosan. Sayang sekali.

3 dari 5

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime and Tokusatsu Freak, Movie is my Passion