REVIEW: DETECTIVE CONAN: ZERO THE ENFORCER (2018): Doing Injustice For Being Justice!

REVIEW: DETECTIVE CONAN: ZERO THE ENFORCER (2018): Doing Injustice For Being Justice!

“That’s not what justice about!”- Edogawa Conan

Setiap petugas penegak hukum tanpa terkecuali jaksa yang memiliki hak menuntut terdakwanya pasti memiliki kode etik berupa hak-hak yang tidak boleh semena-mena mereka lakukan demi menegakkan hukum. Terkadang, ada oknum yang sengaja berbuat tidak adil dan merasa bahwa tindakannya tersebut itu adil. Menegakkan hukum bukan berarti bisa bertindak semaunya tanpa memperhatikan hak dan kode etik sebagai petugas penegak hukum.

Setelah Movie 21 : The Crimson Love Letter yang terbilang agak mengecewakan para fans Detective Conan terlebih kentalnya budaya Jepang dan permainan Karutanya yang masih asing, tahun 2018 ini, movie ke 22 dari Detective Conan rilis dengan judul Zero The Enforcer. Movie yang disutradarai oleh Yuzuru Tachikawa,menggantikan Kobun Shizuno ini rilis di Jepang pada 13 April 2018 dan selama lima minggu berhasil memuncaki Box Office Jepang. Tidak hanya itu, pendapatan movie ini menjadi yang terbesar dari semua movie Conan sebelumnya bahkan mengalahkan pendapatan Movie 21 : The Crimson Love Letter. Seiyuu dalam Movie 22 ini masih melibatkan para seiyuu dari serial animenya seperti Minami Takayama, Wakana Yamazaki, Rikiya Koyama, Kenichi Ogata, Megumi Hayashibara, Wataru Takagi,Ikue Otani, Yukiko Iwai, Gara Takashima, Tohru Furuya,Kappei Yamaguchi,Naoko Matsui,Chafurin, Nobuo Tobita, Asako Dodo, Yukimasa Kishino, Kazuhiko Inoue dengan Guest Seiyuu seperti Aya Ueto,Mina Tominaga,  Daikichi Hakata,Tokuyoshi Kawashima dan penyiar Sayoko Shokoku sebagai dirinya sendiri. CB International Pictures bersama ODEX Private Limited kembali menjadi distributor Movie ke 22 yang akan tayang pada 1 Agustus 2018 tersebut.

Sebuah ledakan terjadi di daerah resort yang terletak di Tokyo Bay bernama Edge of Ocean tepatnya di aula dimana Tokyo Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi akan diadakan. Bukti-bukti dari TKP mengarah kepada ayah Ran yang juga seorang Detektif dan mantan anggota kesatuan polisi, Kogoro Mouri. Conan pun memulai investigasinya untuk mencari penyebab ledakan di Edge of Ocean tersebut. Namun tanpa Conan sadari, Tooru Amuro, pria yang bekerja sebagai pelayan di Cafe Poirot sekaligus murid dari Kogoro dengan dua kepribadian lainnya yakni Rei Furuya  yang bekerja untuk Public Security Bureau dan Bourbon, salah satu anggota dari Black Organization mulai bergerak. Ketika menyelidiki kasus ini, Conan menemukan koneksi dengan kasus hack ilegal jaringan NAZU, badan antariksa milik Amerika. Tiga nama pun muncul yakni Kyoko Tachibana, Sayoko Iwai, Makoto Kusakabe. Kyoko adalah pengacara sementara dua orang lainnya merupakan Jaksa dari Public Security Bureau Daerah Regional Tokyo.

Apa sebenarnya kaitan antara kasus ledakan bom di Edge of Ocean dengan kasus hack ilegal jaringan NAZU tersebut?

Apakah benar Kogoro Mouri adalah pelaku dari kasus ledakan tersebut?

Bagaimana usaha Conan dalam membuktikan bahwa Kogoro tidak bersalah?

Siapa dalang dalam kasus ini dan mengapa Kogoro yang menjadi kambing hitamnya?

REVIEW:

Sudah disinggung di pembuka bahwa Movie ke 21 Detective Conan meski meraup pendapatan yang cukup banyak, ceritanya agak mengecewakan terlebih dengan kentalnya budaya Jepang lewat permainan Karutanya ditambah diminimalisirkannya  moment ShinRan (Shinichi-Ran) yang biasa terlihat dalam movie sebelumnya. Berdurasi 115 menit, Yuzuru Tachikawa berhasil mengobati kekecewaan para fans Detective Conan di Movie 21 dalam Zero The Enforcer. Intro dengan musik ala Techno ditambah visualisasi analisis Conan yang berbeda dari movie sebelumnya dijamin akan memanjakan mata kalian para pecinta franchise dari Aoyama Gosho ini. Tidak hanya itu saja, karakter-karakter supportnya pun ditambahkan perannya seperti Professor Agasa yang biasa menciptakan sesuatu sampai kawan-kawan Conan yakni Ayumi Yoshida, Genta Kojima dan Mitsuhiko Tsuburaya. Dihadirkannya kembali sosok Tooru Amuro setelah melakukan debut dalam Movie 20: The Darkest Nightmare semakin menambah serunya konflik yang terjadi ketika Amuro bertemu dengan Conan. Unsur misteri dalam movie ke 22 ini dapat dikatakan terjaga dengan baik dan mampu membuat penonton mengikuti alurnya terlebih plotnya yang cukup cerdik dan bagaimana kejadian demi kejadian terjadi begitu saja. Kehadiran Amuro juga menjadi plus sebab karakter ini mulai disukai fans di Jepang setelah Conan Edogawa.

Hal yang selalu dinanti fans Conan adalah aksi-aksi nekad yang memacu adrenalin serta membangun ketegangan. Hal itu kembali terlihat dalam Zero The Enforcer. Adegan aksinya cukup membuat adrenalin terpacu dan satu scene action akan mengingatkan fans dengan Movie 5: Countdown to Heaven”. Twist jelang endingnya sendiri juga cukup membantu ditambah kembali dimunculkannya moment ShinRan dengan “bicara dalam batin” yang menjadi trademark dari Detective Conan.

Jangan terburu-buru beranjak dari kursi kalian sebab setelah Extra Scene yang memang sudah menjadi kebiasaan dari Detective Conan The Movie, akan ada teaser dari Movie ke 23 Detective Conan yang menampilkan karakter familiar yang merupakan musuh dari Conan selain Black Organization.

Overall, “Detective Conan: Zero The Enforcer” menjadi movie terbaik jika dilihat dari awal dirilisnya Movie dari Detective Conan, unsur misteri yang terjaga keutuhannya, adegan aksi yang memacu adrenalin, moment-moment yang dinantikan fans sampai klimaks jelang endingnya akan memuaskan kalian para fans Detective Conan.

4,5 dari 5

 

 

 


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime and Tokusatsu Freak, Movie is my Passion