REVIEW: DEADPOOL 2 (2018): More Jokes, More Blood And It’s Heartwarming!

REVIEW: DEADPOOL 2 (2018): More Jokes, More Blood And It’s Heartwarming!

“Family is not a f-word. There’s one out there, keep looking for it”- Wade “Deadpool” Wilson

Menjadi superhero bukan berarti tidak perlu memikirkan bagaimana menjalani kehidupan dengan kekuatan yang mereka miliki. Terkadang, menjadi superhero lebih muda ketimbang menjalani kehidupan sebagai seorang manusia biasa ,tanpa kekuatan super. Manusia dan superhero memiliki kesamaan, ketika mereka berusaha berbuat benar, mereka malah membuat semua terlihat kacau,bukan? Hal tersebut sudah lumrah mengingat separuh jiwa superhero adalah manusia sendiri.

Kesuksesan serta kritik yang positif terhadap sosok anti-hero Marvel, Deadpool ketika filmnya dirilis pada 2016 cukup menuai harapan para fans untuk dapat melihat The Merc With a Mouth ini kembali beraksi dengan celotehan-celotehannya yang mengundang tawa. 20th Century Fox pada 2018 akhirnya merilis sekuel dari “Deadpool ” bertajuk “Deadpool 2”. Deadpool 2 disutradarai oleh David Leitch (Atomic Blonde, John Wick) yang kembali menghadirkan para cast dari film pertamanya seperti Ryan Reynolds, Morena Baccarin, T.J.Miller, Leslie Uggams, Karan Soni, Stefan Kapicic sebagai voice-cast Colossus dan Brianna Hildebrand bersama cast-cast baru mulai dari Josh Brolin, Julian Dennison, Zazie Beetz, Jack Kesy,Terry Crews, Kutsuna Shiori, Bill Skarsgaard dan Lewis Tan. Naskahnya sendiri ditulis Reynolds bersama Rhett Rheese dan Paul Wernick.

Ditengah harapan dapat membangun keluarga bersama tunangannya,Vanessa Carlyle, Wade Wilson mengalami malam yang berat. Wade terpukul dengan kepergian orang yang dicintainya dan saat bersamaan, Ia dipaksa untuk bergabung dalam X-Men oleh Colossus. Tugas pertama mereka tidak mudah, mengamankan seorang anak berusia 14 tahun bernama Russell Collins yang ternyata merupakan “mutant”. Masalah bertambah ketika Cable, seorang mutant penjelajah waktu datang ke masa sekarang dan mengejar Russell. Wade yang masih berduka pun harus menghentikan Cable. Menyadari ancaman yang besar, Wade memutuskan membentuk “X-Force” dengan anggota seperti Bedlam, Shatterstar, Vanisher,Domino,Zeltgeist dan seorang manusia biasa bernama Peter.

Bagaimana aksi Deadpool dan X-Force ?

Mampukah X-Force menghentikan Cable dalam usahanya memburu Russell Collins?

Apa yang sebenarnya terjadi di masa depan dimana Cable tinggal? Mengapa Ia mengejar Russell Collins?

REVIEW:

Seperti yang telah diduga, Ryan Reynolds membuat Deadpool 2 menjadi “one man show”nya sendiri. Durasi 119 menit pun menambah keseruan dari Deadpool 2. Opening yang makin nyeleneh dengan memparodikan salah satu figure sudah mengundang tawa penonton. Yang menarik disini adalah bagaimana Wade Wilson berkutat dengan ketidakmampuan dirinya yang seorang mutant untuk dapat melakukan hal yang “benar”. David Leitch tidak tanggung-tanggung memberikan sajian adegan aksi yang penuh dengan darah. Mulai dari sabetan,tusukan sampai tabrakan pun tidak disia-siakan sedikitpun demi ratingnya yang memang ditujukan untuk 17 tahun ke atas tersebut.

Alurnya sendiri juga cukup baik dan dengan banyaknya celotehan Wade Wilson yang mengejek film lain sampai berani mengambil quote dari salah satu film Marvel,menyebut hero dari Avengers dan bahkan berani berlagak seperti salah satu hero dari DC Universe sampai membuat jokes tentang “Martha”, Deadpool 2 memberikan kesegaran dari kadar humornya yang bertubi-tubi. Yang cukup menarik adalah bagaimana konflik batin yang dialami Wade Wilson bisa membuat dirinya bisa sedikit lebih berpikir dan hal tersebut ditunjukkan dengan baik secara perlahan namun pasti. Kejutan dari salah satu villain ikonik X-Men selain Magneto juga cukup mengejutkan penonton ternyata.

Seperti yang penulis katakan, Ryan Reynolds benar-benar menjadi bintang utama dalam Deadpool 2. Celotehan demi celotehannya yang mengundang tawa berhasil membuat penonton semakin menyukai tokoh Wade yang diperankannya. Josh Brolin sebagai Cable. Mungkin tidak adil jika harus membandingkan performa aktingnya di “Avengers: Infinity War” dengan di sini. Dalam “Deadpool 2”, Brolin terlihat biasa dan tidak begitu memberi ancaman terhadap penonton lewat aura Cablenya ditambah celotehan Deadpool yang semakin membuat penonton menertawakan karakter ini. Acungan jempol untuk Julian Dennison yang memerankan Russell Collins. Dennison mampu memperlihatkan emosi dari tokoh Russell lewat perangainya sebagai anak berusia 14 tahun yang memiliki sifat pemberontak dan penuh dengan amarah. Sementara Karan Soni sebagai Dopinder berhasil mencuri perhatian penonton lewat aksinya jelang akhir film.

Soundtrack atau lagu-lagu yang mengiringi Deadpool 2 juga terbilang cukup baik bahkan lagu-lagu seperti “We Belong” dari Pat Benatar, “If Only I Could Change Time” dari Cher, “All Out of Love” dari Air Supply sampai lagu Tomorrow dari Alicia Morton dan terakhir, Ashes yang menjadi lagu utama Deadpool 2 semua mampu membangkitkan suasana terlebih dengan adanya “Bangarang” dari Skrillex yang mengiringi adegan fight terlihat lebih bernuansa techno.

Jangan lewatkan 4 credit scene yang yah, mungkin ini adalah aib dari Ryan Reynolds dan mungkin baik kalian maupun Reynolds akan tersenyum melihat aib tersebut diubah.

4,5 dari 5.

 

 


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion