REVIEW: Captain Marvel (2019)

REVIEW: Captain Marvel (2019)

0 Shares

Synopsis:

Vers adalah seorang pahlawan kaum Kree yang bersama timnya ditugaskan untuk membatalkan misi kaum Skrull untuk menemukan sebuah alat yang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun ternyata misi tersebut mengungkap sebuah konspirasi dan menjadi sebuah tonggak munculnya sebuah ide pengumpulan pahlawan- pahlawan super dunia untuk menjaga kedamaian di muka bumi.

Review:

Kedigdayaan MCU merupakan sebuah fenomena tersendiri. Bahkan penonton awam sekarang fasih menyebutkan nama- nama jagoan Marvel dari yang terkenal sampai yang kurang terkenal (jika sudah dibuatkan film). Fenomena tersebut juga menjadi sebuah prestasi tersendiri. Buktinya meskipun sebuah jagoan Marvel yang akan dibuatkan film kurang terkenal (di masyarakat umum), filmnya tetap saja laku. Bahkan legenda Stan Lee sekarang tidak hanya dikenal sebatas fanboy semata. Mendiang komikus tersebut wajahnya sudah akrab untuk semua orang (jangan sampai ketuker sama pembuat majalan dewasa atau kolonel yang menciptakan resep ayam enak dari 9 bumbu rahasia). Salah satunya adalah Captain Marvel, yang lucunya filmnya dirilis tidak jauh dari jadwal rilis film superhero dari publisher seberang yang tadinya namanya juga Captain Marvel. Meski sebenarnya cukup populer di kalangan fanboy, namun bagi masyarakat umum, karakternya tidak sepopuler misal Hulk atau Spider- Man.

Film dibuka dengan tribute to Stan Lee, yang pastinya akan memberikan kesan khusus bagi fanboy, khususnya penggemar Marvel. Sayangnya opening scene yang mengarah ke adegan action pembuka cukup membosankan. Mungkin karena dibuka tanpa ada penjelasan latar belakang Captain Marvel-nya. (Konsep yang dipakai adalah origins diceritakan di tengah kisah). Tapi bergulirnya cerita membuat film semakin mengasyikan. Seperti kita ketahui, bahwa MCU selalu memiliki tema yang berbeda di setiap filmnya. Captain Marvel memilih tema 90’s dengan balutan buddy cop movie yang cukup menarik. Hal ini merupakan sebuah pilihan tepat, karena di tahun 90an sedang gencar- gencarnya genre buddy cop movie. 

Karena memilih setting kisah sebelum MCU lainnya (kecuali Captain America: First Avenger), jadi banyak karakter- karakter yang muncul di film sebelumnya memiliki gambaran yang berbeda. Ada yang tadinya sudah mati, jadi hidup. Atau tadinya sudah berumur, sekarang ditampilkan lebih muda. Yang cukup menarik adalah karakter Agent Coulson dan pastinya, Nick Fury. Jika di film- film sebelumnya Nick Fury digambarkan cool dan memiliki posisi tinggi, di sini dibikin lucu ala- ala buddy cop movie. And I love it! Dan pastinya ada beberapa karakter baru yang muncul. Dan yang paling saya suka adalah karakter Goose. Benar-benar scene stealer banget.

Untuk masalah theme song dan soundtrack. Mungkin film ini adalah yang memiliki kumpulan lagu menarik setelah film Guardians of The Galaxy. Bagi saya pribadi yang mudanya tahun 90an, deretan lagunya sih lebih mengena di film ini. Karena pada saat lagu- lagu tersebut rilis adalah di saat saya remaja. Seperti “I’m Only Happy When It Rains- Garbage” dan “I’m Just A Girl”- No Doubt.

PS: Ada 2 credit scene. Yang satu di tengah yang satu lagi di akhir credit roll.

Rating:

8/10

 

0 Shares

Written by Daniel Effendie

I'm just a humble person who happens to love movies. And I love to share my thoughts around movies to others, such as reviews and any other articles. That what drived me to create my own movieblog.... http://themoviegoersblog.wordpress.com/