REVIEW: BEYOND SKYLINE (2017)

REVIEW: BEYOND SKYLINE (2017)

Poster

Directed By: Liam O’Donnell

Cast: Frank Grillo, Bojana Novakovic, Iko Uwais, Yayan Ruhian, Jonny Weston, Jacob Vargas, Antonio Fargas, Callan Mulvey

Synopsis:

Kota Los Angeles diserang oleh pesawat luar angkasa. Alien tersebut menculik manusia untuk diambil otaknya dan dijadikan tentara kloningan Alien. Beberapa di antara warga yang ikut terculik adalah seorang polisi dan anaknya; Mark (Frank Grillo) dan Trent (Jonny Weston), masinis kereta Audrey (Bojana Novakovic), dan veteran perang Sarge (Antonio Fargas). Mereka berhasil membuat pesawat Alien tersebut jatuh di Laos.

Merekapun akhirnya diselamatkan oleh gerombolan pemberontak yang dipimpin oleh Sua (Iko Uwais) dan Harper (Callan Mulvey) yang juga merupakan sindikat perdagangan obat bius dan menjadi musuh bebuyutan The Chief (Yayan Ruhian), seorang tentara pemerintahan yang bertugas membasmi para pemberontak tersebut.

Review:

1

Ketika mendapatkan kabar bahwa 2 bintang laga lokal yang sudah Go International ikut dalam sebuah proyek film Sci- Fi, tidak sedikit moviegoer Indonesia yang menyambutnya dengan penuh harapan dan suka cita. Namun ketika mendengan bahwa film tersebut berjudul Beyond Skyline yang notabene adalah sekuel dari film Skyline yang rilis tahun 2010, saya pribadi mulai agak sedikit kecewa. Pasalnya film tersebut sangatlah buruk. Meskipun secar finansial menguntungkan dan mendapatkan laba hampir 8 kali dari budget hanya untuk peredearan domestik US saja, namun secara kualitas sangatlah buruk. Bisa dikatakan termasuk salah satu film yang forgettable. Tapi ya gimana, toh kita tetap harus mendukungkan? Apalagi syutingnya di beberapa obyek pariwisata di sekitaran Jawa Tengah.

2

Mengingat semengecewakannya film pertama, saya menonton film keduanya dengan ekspektasi yang rendah. Namun hasilnya ternyata masih cukup oke. Tidak bisa dikatakan wah, tapi untuk ukuran sebuah film yang bukan dari major studio, masih bisa dikatakan cukup menghibur. Dari segi naskah cukup ada peningkatan, meski masih banyak sekali plothole dan kemiripan dengan film- film sejenis. Beberapa hal sebenarnya masih bisa ditingkatkan. Seperti hubungan dan chemistry antar karakter. Contohnya hubungan ayah- anak Mike dan Trent yang tidak terlihat peduli satu sama lain. Bahkan ketika maut mengancam sekalipun.

3

Topi perlu diangkat untuk Liam O’Donnell yang berhasil membuat gebrakan dengan menghadirkan adegan yang lebih masif ketimbang film pertamanya. Belum lagi dengan pilihannya untuk memakai Frank Grillo, yang memang sedang naik daun di Hollywood sana paska keterlibatannya di MCU dan franchise The Purge. Special effect yang diolah dengan cukup apik juga menambah kesan tersendiri untuk film ini. Namun yang membuat film ini semakin seru adalah dengan terpilihnya Iko Uwais dan Yayan Ruhian sebagai fight coreographer yang ternyata dipadukan dengan adegan invasi alien malah efektif menjadi nilai plus dan pembeda film ini dengan film- film sejenis. Bisa dibilang ini adalah nilai jual tersendiri setelah kehadiran Frank Grillo. Mengingat demam The Raid belum juga pudar di Hollywood, dan pengaruhnya juga masih kerasa di beberapa film besar.

4

Sebagai sebuah hiburan film ini cukup berhasil, meski jangan terlalu berekspektasi seperti film sci-fi Alien macam Predator, Alien, atau Attack The Block. Namun sebagai sebuah harapan baru bagi Indonesia agar lebih dikenal dunia, sudah bisa dikatakan cukup berhasil. Lupakan masalah skenario yang masih perlu tambal sulam di sana- sini. Dan saksikan bagaimana pencak silat bisa memukul balik invaasi mahluk luar angkasa. (dnf)

Rating:

7/10

 


Written by Daniel Effendie

I’m just a humble person who happens to love movies. And I love to share my thoughts around movies to others, such as reviews and any other articles. That what drived me to create my own movieblog…. http://themoviegoersblog.wordpress.com/