REVIEW: “BADOET” (2015)
  • 13/11/2015
  • |
  • News
  • |

REVIEW: “BADOET” (2015)

Poster-Badoet-Digital-2

“Masalah yang lo hadapin lebih besar daripada pertikaian kita di Twitter”- Nikki

Badut. Sosok penghibur yang satu ini mengalami banyak perubahan dari yg awalnya berbaju polkadot, hidung merah sampai wig berwarna orange menjadi figur kartun favorit anak anak.Saya pribadi dulu merupakan salah satu yang takut dengan sosok yang satu ini. Makanya, sekarang Badut lebih diidentikkan dengan karakter animasi seperti Spongebob, Shaun The Sheep bahkan Masha And The Bear. Bisa membuat orang tertawa bahkan juga menangis.

004843500_1445356075-Film_Badoet_4

Berdasarkan pengalaman pribadi Daniel Topan, inilah karya perdananya dibawah naungan Production House miliknya DT Films “BADOET” yang disutradarai Awi Suryadi dan dibintangi Daniel Topan, Aurelie Moeremans,Tiara Westlake,Christoffer Nelwan, Ronny P.Tjandra serta Ratu Felisha ditambah para cast cilik Feman,Panji Rafenda Putra,Muhammad Iqbal Sulaiman dan Aurellia Ramadhani Wijaya.

Badoet_Interior_zpssgk1llzv

Kematian tiga anak yakni Baba,Lusi dan Anakin menggegerkan penghuni Rumah Susun Rawa Merah. Pasalnya, mereka semua meninggal setelah mengunjungi pasar malam di dekat rusun tersebut. Hal ini memancing Donald, seorang mahasiswa penggemar klub Arsenal yg cukup temperamen, Farel ,sepupunya yang polos dan culun serta Kayla, teman satu kampus Donald untuk menginvestigasinya.Mereka tinggal bersebelahan dengan Raisa ,sang pemilik sekaligus single mother dari anak bernama Vino. Suatu hari, Vino bertingkah aneh dengan terus-menerus menggambar sosok Badut. Hal ini menambah kecurigaan Donald,Farel dan Kayla karena ketiga anak yang meninggal tersebut juga memiliki gambar badut. Dengan bantuan musuh Donald di media sosial, Nikki yang merupakan seorang gadis Indigo, mereka mencoba mencari tahu apa penyebab keanehan tersebut. Dan fakta yang mereka temukan jauh dari apa yang mereka duga.

Bagaimana nasib Vino ?

REVIEW :

645x430-badut-tak-selamanya-lucu-di-trailer-film-horor-badoet-151015x

Awi Suryadi tidak main main dalam menyajikan horor dan teror dalam BADOET. bagaimana tidak, tiap momen yang membuat penonton jumpscare tepat sasaran dan mampu membuat penonton merinding. Hal tersebut didukung oleh totalitas om Ronny P.Tjandra yang memerankan sosok Badut tersebut. Om Ronny benar-benar membuat penulis merinding setengah mati sekaligus membangkitkan memori saat penulia ketakutan saat bertemu dan melihat sosok badut pertama kalinya. Bukan hanya itu saja, cara pengambilan gambar yang dilakukan DOP Jimmy Indra benar-benar membuat penonton merasakan momen ketegangan demi ketegangan. Akting para cast seperti Daniel Topan-Christoffer Nelwan cukup membuat tertawa di awal film . Sementara penampilan tomboy nan gothic Tiara Westlake menjadikannya sosok yang cukup critical dalam BADOET. Beberapa adegan gore nya juga cukup bahkan sanggup membuat saya ngilu. Dengan ending yang sedemikian rupa, BADOET mendapat kemungkinan sebuah sekuel. Ditambah OST “Cilukba” yang bergenre electronic namun horror diawalnya makin membuat aura BADOET benar benar menyebar melebihi jahatnya Pennywise dalam IT nya Stephen King.

4,5/5


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion