REVIEW: AVENGERS: INFINITY WAR (2018): 10 Years Marvel Studios Celebration That Emotional And Wrapped The First Big And Massive Clash!

REVIEW: AVENGERS: INFINITY WAR (2018): 10 Years Marvel Studios Celebration That Emotional And Wrapped The First Big And Massive Clash!

0 Shares

In time, you will know what it’s like to lose. To feel so desperately that you’re right. Yet to fail all the same. Dread it. Run from it. Destiny still arrives.”- Thanos

Bersatu kita teguh,bercerai kita runtuh. Pepatah tersebut nampaknya masih menjadi sebuah hal yang lumrah dalam kehidupan. Jika kita sebagai sesama manusia menginginkan bekerja sendiri-sendiri maka hasilnya akan sangat buruk,bukan? Meskipun kita berbeda-beda, sebagai umat manusia, kita wajib bersama-sama menghadapi apa yang ada di hadapan kita. Sama seperti halnya para superhero yang akan dibahas dalam review kali ini.

10 tahun sudah Marvel Studios hadir memanjakan penonton serta fans Marvel yang diawali dengan Iron Man. 2018, akhirnya apa yang dinanti-nanti oleh para fans setia Marvel terutama Avengers pun tersaji. “Avengers: Infinity War” yang disutradarai oleh Joe & Anthony Russo ini ditulis naskahnya oleh Stephen McFeely dan Christopher Markus. “Avengers: Infinity War” menghadirkan para cast yang sudah tidak asing lagi mulai dari Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Chris Evans, Scarlett Johansson, Benedict Cumberbatch, Don Cheadle, Tom Holland, Chadwick Boseman, Paul Bettany, Elizabeth Olsen, Anthony Mackie, Sebastian Stan, Tom Hiddleston, Idris Elba, Peter Dinklage, Benedict Wong, Pom Klementieff, Karen Gillan, Dave Bautista, Danai Gurira, Letitia Wright, Winston Duke, Zoe Saldana, Vin Diesel, Bradley Cooper, Gwyneth Paltrow, Benicio Del Toro, Josh Brolin sebagai Thanos dan Chris Pratt.

Ancaman besar untuk Bumi akhirnya datang dalam sosok Thanos yang dibantu pengikut setianya, Black Orders yang beranggotakan Ebony Maw, Corvus Glaive, Proxima Midnight dan Cull Obsidian dimana ambisi Thanos adalah mengumpulkan enam Infinity Stones yakni Soul,Mind,Power,Reality,Time dan Space yang digunakannya untuk menyeimbangkan alam semesta dengan memusnahkan separuh dari populasi manusia. Avengers yang tengah menghadapi konflik terutama pasca “Civil War” harus bersiap menghadapi Thanos dan menghentikan ambisinya tersebut. Dibantu para rekan sesama superhero seperti Guardians of The Galaxy, Doctor Strange, Spider-Man, Avengers siap mengorbankan apapun demi melindungi Bumi dari Thanos dan Black Order.

REVIEW:

Menyutradarai film yang menampilkan banyak karakter superhero bukanlah sesuatu yang mudah terlebih masing-masing diantara mereka memiliki waktu tampil dalam tiap scene yang sudah ditetapkan. Tanpa diduga, Joe dan Anthony Russo berhasil membuat semua karakter dalam “Avengers: Infinity War” mendapatkan porsinya. Cerita yang ditulis oleh McFeely dan Markus yang juga membawa penonton melihat latar belakang Thanos dan character developmentnya juga cukup baik terutama Josh Brolin yang menghidupkan sang The Mad Titan. Setiap Thanos muncul di scene, Brolin tanpa ampun memberikan aura penuh keputusasan yang merasuk ke jiwa penonton bahkan beberapa penonton yang masih dibawah umur mungkin akan menangis melihat seram dan kejamnya sosok Thanos yang diperankannya tersebut. Kesalahan yang biasa terjadi dalam sebuah film superhero adalah sidekick dari main villain. Black Order yang digadang-gadang cukup merepotkan Avengers malah membuat film ini sedikit kehilangan keseruannya. Karakter yang cukup berubah adalah Thor dimana dalam “Thor: Ragnarok”, Chris Hemsworth kebanyakan melontarkan candaan yang merusak jalan cerita tetapi di “Avengers: Infinity War”, Thor yang diperankannya seperti mendapat ” motivasi secara emosional”dengan apa yang dilihatnya terhadap perbuatan Thanos kepada seluruh pengungsi di kapal Asgard yang ditumpanginya. Tidak hanya itu, Thor juga menunjukkan jati dirinya sebagai The Real God of Thunder. Satu hal yang cukup menjengkelkan adalah karakter Star-Lord/Peter Quill yang diperankan Chris Pratt. Sukses mengocok perut penonton dalam film pertama Guardians of The Galaxy, Pratt malah menjatuhkan harga diri karakter Star-Lord yang diperankannya dengaan kesan terlalu mendramatisir keadaan dan hanya menjadi karakter yang “annoying” atau menganggu cerita.

Hubungan emosional yang terjalin antara Vision (Paul Bettany) dan Scarlet Witch ( Elizabeth Olsen) benar-benar membuat penonton merasakan dorongan emosi terutama menjelang akhir film. Penonton tidak mungkin akan meneteskan air mata saking melihat betapa dalamnya ikatan batin antara Vision dan Scarlet Witch. Hubungan yang sama juga diperlihatkan oleh Gamora (Zoe Saldana) dengan Thanos. Hubungan antara father and son yang kurang baik namun menyembunyikan sesuatu ini juga membawa penonton melihat sisi lain dari sang Mad Titans.

Untuk adegan fightingnya, sangat epic. Terutama Wakanda fight yang luar biasa membuat penonton merinding melihat barisan pasukan T’Challa bersiap menyambut kedatangan Black Order. Untuk endingnya sendiri cukup membuat penonton merasakan kehampaan, keputusasaan seperti yang dialami Avengers. Joe dan Anthony Russo membuktikan bahwa mereka dapat membuat Marvel Cinematic Universe mengarah ke arah yang cukup “dark” dan mengaduk-aduk perasaan fans serta penonton setia Marvel Studios. Dan saat selesai menulis ini, penulis masih “berkabung”, “gundah” setelah menyaksikan Avengers: Infinity War.

4,5 dari 5

 

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion