REVIEW: ANNABELLE: CREATION (2017) : Kisah Awal Teror Sang Boneka Terkutuk!

REVIEW: ANNABELLE: CREATION (2017) : Kisah Awal Teror Sang Boneka Terkutuk!

“A sin is a sin,whatever the reason is”- Sister Charlotte

Ketika orang yang kita cintai telah tiada, kebanyakan orang masih berharap dapat melihat ataupun merasakan kehadirannya. Tanda dari kehadiran “mereka” seakan menjadi pelipur lara bagi kita yang ditinggalkan. Namun terkadang disitulah Iblis mulai beraksi. Bagaimana jika aura yang diperlihatkan oleh “mereka” tersebut bukanlah sesuatu yang baik,melainkan sesuatu yang jahat?

“The Conjuring Universe” kembali dengan chapter terbarunya yang masih memfokuskan boneka terkutuk Annabelle. Ya,setelah film pertamanya dirasa cukup mengecewakan di tangan John.R Leonetti pada 2014 silam, Warner Bros.Pictures memberikan mandat kepada David F.Sandberg yang cukup sukses dalam “Lights Out” untuk menyutradarai kisah awal atau prekuel dari boneka terkutuk tersebut dalam “Annabelle: Creation”. Masih diproduseri oleh James Wan bersama Peter Safran, para cast yang terlibat dalam “Annabelle: Creation” diantaranya Stephanie Sigman, Talitha Bateman, Miranda Otto, Lulu Wilson, Anthony LaPaglia,Alicia Vela-Bailey, Kerry O’Malley, Grace Fulton,Tayler Buck,Phillippa Coulthard,Adam Bartley, Samara Lee, Biran Howe, LouLou Safran dan Mark Bramhall.

Setelah kematian anak perempuan mereka di usia yang masih sangat muda, pasangan suami-istri Samuel dan Esther Mullins merasa sangat kesepian. Samuel sendiri merupakan perajin boneka dulunya. Semua berubah ketika pasangan tersebut menerima kedatangan Sister Charlotte dan 6 anak-anak dari panti asuhan yakni Nancy,Janice,Carol,Tierney,Linda dan Kate untuk tinggal bersama mereka. Awalnya semua terlihat biasa saja, namun ketika salah satu dari mereka menemukan boneka Annabelle, nyawa mereka semua kini terancam karena boneka terkutuk tersebut meneror mereka satu persatu yang tinggal di rumah keluarga Mullins.

Siapa yang menemukan boneka terkutuk tersebut?

Apa yang menyebabkan semua ini terjadi pada awalnya?

REVIEW:

Sebuah tantangan yang besar bagi seorang David F.Sandberg. Bagaimana tidak, Ia yang baru melakukan debut penyutradaraan layar lebar lewat “Lights Out” tiba-tiba sudah mendapat proyek besar dan itu merupakan bagian dari “The Conjuring Universe”. Namun ternyata, Sandberg membuat “Annabelle: Creation” menjadi sebuah film horror yang menyenangkan juga mencekam disaat yang bersamaan. Didukung naskah yang ditulis oleh Gary Dauberman, prekuelnya memperlihatkan banyak perubahan signifikan jika kita harus kembali memutar ingatan kita akan film pertamanya yang dirilis pada 2014 dengan John R.Leonetti sebagai sang sutradara.

Hal pertama yang Sandberg lakukan adalah membuat pace menuju jump-scare yang secara intensif mampu membuat penonton bergidik dan ikut merasakan aura dalam film. Permainan lighting yang tidak terlalu terang menjadi salah satu main point yang mendukung terciptanya atmosfir tersebut. Perlahan namun pasti, jump-scare yang diperlihatkan Sandberg benar-benar efektif,sangat efektif ketimbang apa yang diperlihatkan Leonetti yang terkesan terburu-buru dalam film rilisan 2014 silam. Setting yang mendukung juga menambah angkernya suasana dalam film ini. Bagaimana tidak, lokasi rumah sekaligus peternakan yang menjadi tempat tinggal keluarga Mullins berlokasi di Big Sky Ranch, Simi Valley dengan arsitektur yang menyerupai rumah yang biasa terlihat di dalam film horror pada umumnya, terlihat mewah didalam namun mencekam diluar apalagi ketika memasuki setting waktu malam makin membuat penonton tidak dapat memalingkan wajahnya sedikitpun dari layar. Ketiga, scoring yang digarap oleh Benjamin Wallfisch. Wallfisch yang juga akan menggarap score dari remake horror “IT” yang rilis pada September 2017 mendatang tersebut tahu betul kapan waktu yang tepat untuk membuat penonton merasakan ketakutan yang semakin menjadi-jadi dari teror Annabelle. Terbukti, ketika timingnya tepat, penonton tidak akan segan-segan berteriak sekeras mungkin. Tidak lupa juga, lagu anak-anak yang termasuk English Rhymes “You Are My Sunshine” yang dibawakan dengan nada ala country oleh Charles McDonald seakan menjadi momok bagi penonton setiap lagu tersebut terdengar.

Akting dari para cast cukup baik. Dimulai dari sosok Sister Charlotte yang diperankan oleh Stephanie Sigman. Sigman membawakan peran ini dengan baik. Ia mampu membawakan sosok teman sekaligus suster yang religius (berhubung film ini kental dengan Katolik,red).Ekspresinya ketika berdoa sangat pas dengan sosok seseorang yang sangat ketakutan. Para pemeran anak-anak panti asuhan juga layak diberi acungan jempol terutama Janice yang diperankan oleh Talitha Bateman. Perangai rapuhnya Janice berhasil dibawakan oleh Bateman. Chemistrynya dengan Lulu Wilson yang berperan sebagai Nancy layak mendapat apresiasi. Mereka berdua bagai membuat chemistry “Best Friend Forever”. Nikmati saja kejutan demi kejutan dalam “Annabelle: Creation” ini dan puaskan rasa ingin berteriak kalian lewat jump-scare yang dijamin siap membuat kalian akan terus terbayang. Satu hal lagi yang menarik adalah adanya sedikit referensi untuk bagian selanjutnya dari “The Conjuring Universe”. dan lagi, ending dari prekuel ini tidak akan menimbulkan masalah sebab kalian akan tahu sendiri kemana nantinya ending ini akan berlanjut.

Jangan terburu-buru untuk beranjak dari kursi kalian sebab “Annabelle: Creation” memiliki 2 post-credit scene yang sayang untuk dilewatkan dan sekali lagi, “teaser” untuk bagian selanjutnya dari “The Conjuring Universe” yang siap rilis 2018 mendatang akan semakin menambah rasa penasaran kalian untuk menantikannya.

4.5/5

 


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion