REVIEW: A QUIET PLACE (2018): Inventive Yet Innovative, Easily Makes It Scariest Movie of The Year So Far!

REVIEW: A QUIET PLACE (2018): Inventive Yet Innovative, Easily Makes It Scariest Movie of The Year So Far!

“Who are we if we can’t protect them?”- Evelyn Abbott

Satu hal yang membuat dunia terasa menarik adalah dengan adanya bunyi atau suara. Suara sekecil dan sebesar apapun mampu menarik perhatian kita,bukan? Terkadang ada suara yang tidak bisa kita dengar jelas tetapi mampu didengar jelas oleh binatang. Yang justru berbahaya adalah ketika kita mendengar suara yang jauh lebih besar gelombang atau frekuensinya dengan telinga kita yang bisa berakibat fatal yakni tidak bisa mendengar bunyi apapun. Ditengah kesunyian tersebut, apa yang akan kita lakukan jika nyawa kita terancam oleh “sesuatu” yang justru sangat sensitif jika mendengar suara sedikit saja?

Inilah film yang banyak diperbincangkan oleh khalayak saat ini, “A Quiet Place”. Film yang melakukan World Premiere pada 9 Maret 2018 dalam Festival South by Southwest atau biasa disingkat dengan SXSW, film yang menjadi penyutradaraan ketiga dari John Krasinski setelah pada 2008 menyutradarai “Brief Interviews with Hideous Men” dan pada 2016 menyutradarai “The Hollars” sekaligus yang pertama baginya menjadi sutradara untuk proyek film dari studio besar macam Paramount Pictures mendapat respons yang positif bahkan situs Rotten Tomatoes berani memberi rating 100% FRESH saat review ini ditulis. “A Quiet Place” diproduseri pula oleh Michael Bay bersama rumah produksinya, Platinum Dunes dan menghadirkan cast-cast seperti John Krasinski, sang istri tercinta Emily Blunt, Noah Jupe, Cade Woodward, Millicent Simmonds dan Leon Russom.  Film ini diproduksi dengan biaya sebesar US$ 17,000,000 saja.

Bersetting setelah invasi alien terhadap manusia, Masih bertahan hidup sebuah keluarga yakni keluarga Abbott yang terdiri dari Lee Abbott, Evelyn Abbott, anak perempuan mereka yang mengalami keterbatasan dalam hal pendengaran, Regan Abbott dan anak laki-laki mereka, Marcus Abbott. Sebelum invasi dimulai, keluarga tersebut berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Mereka harus bertahan hidup dengan cara tersebut karena alien yang buta namun sangat sensitif terhadap suara tersebut mengintai keluarga tersebut. Masalah bertambah ketika Evelyn tengah mengandung sehingga ancaman terhadap keluarga Abbott makin besar.

Apa yang terjadi dengan keluarga Abbott?

Adakah kelemahan dari si alien buta yang sangat sensitif terhadap suara tersebut?

REVIEW:

Kebiasaan dalam sebuah film horror adalah dengan memaksimalkan tensi lewat permainan suara yang keras. Dalam “A Quiet Place”, hal ini benar-benar dijadikan sebuah momok bagi penonton. Ide cerita yang ditulis oleh Bryan Woods dan Scott Beck dengan menggunakan pengalaman mereka tinggal dekat ladang ditambah kebiasaan mereka yang suka menyaksikan “silent film” ditambah dengan dilibatkannya Krasinski yang mengusung drama keluarga membuat “A Quiet Place” menjadi sebuah thriller yang juga menyeramkan namun bisa memberi kehangatan dalam hati. Michael Bay. Siapa yang tidak kenal ciri khas tiap filmnya ? ledakan megah dengan efek suara yang terlampau keras menjadi kunci film-filmnya menjadi jaminana Box Office. Dan untuk “A Quiet Place” ini, mungkin Baylah yang menginginkan permainan bunyi dan suara yang maksimal sampai terdengar nyaring di telinga penonton. Hal tersebut malah menjadikan film ini benar-benar seakan tidak memberi jeda atau celah kepada penonton untuk berteriak, menutup mata atau menahan nafas. Bahkan teriakan pun tetap tidak bisa menandingi nyaring dan kerasnya bunyi-bunyian dalam film ini. Tidak hanya itu, di tiap scene yang menghadirkan ketegangan tersebut, score Marco Beltrami nampak menjadi jiwa pemersatu untuk film ini. Intinya, dalam tiap scene yang menghadirkan ketegangan, penonton tidak akan sempat berpikir untuk menghindarinya. Kebanyakan film horror juga menggunakan siklus memberi rasa takut dan melepaskannya, tetapi A Quiet Place tanpa ampun memberi teror tersebut dengan rapi

Akting para cast terbilang natural mulai dari John Krasinski yang memberikan kehangatan lewat aktingnya sebagai sang ayah, Lee Abbott yang menjalin chemistry baik dengan Millicent Simmonds yang memberikan emosi lewat karakternya sebagai Regan Abbott. Emily Blunt juga sangat cocok berperan dengan setting sederhana seperti yang terlihat dalam film ini. Krasinski sendiri membandingkan premise film ini dengan kondisi politik USA di tahun 2018 dimana Ia mengatakan bahwa kita bisa menutup mata dan menempelkan kepala kita di pasir,atau kita bisa berpartisipasi dengan apa yang tengah terjadi. Untuk sosok aliennya sendiri cukup menakutkan dan terlihat orisinil dengan tampilan yang menyerupai seekor mantis dan seringai senyum layaknya Venom,symbiote dalam “Spider-Man” mampu menebar teror terutama dengan suara ketika Ia muncul.

Menjadi sebuah gerakan inovatif dan inventif, “A Quiet Place” adalah sebuah film horror yang “cerdas” dan “intelektual” karena pendekatan sainsnya tentang evolusi dan suara dengan plot yang terbilang familiar dimata penonton namun menyajikan sebuah cerita orisinil yang memacu jantung di tiap scenenya. Dengan semuanya itu, “A Quiet Place” layak menyandang predikat film horror terbaik untuk 2018… sejauh ini karena masih ada “Truth or Dare” yang diproduseri Jason Blum dengan Blumhouse Productionnya.

4,5 dari 5.


Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion