REVIEW: 10X10 (2018): A Cat and Mouse Play To Uncover Past That Becomes Wrong!

REVIEW: 10X10 (2018): A Cat and Mouse Play To Uncover Past That Becomes Wrong!

0 Shares

“I’ve been watching you for months”- Lewis

Masa lalu seseorang akan tetap mengikuti seberapa keras kita mencoba untuk berubah menjadi lebih baik. Faktanya, banyak orang yang sekarang baik perilakunya ternyata memiliki masa lalu yang mengarah ke arah negatif. Manusia sepintar apapun mencoba menyembunyikan masa lalunya, akan tetap terbongkar. Lantas, pertanyaan yang muncul mungkin adalah : bagaimana? bagaimana kita bisa mengungkap masa lalu yang sekaligus menjadi rahasia dari si orang tersebut?

Unstoppable Entertainment, Dignity Film Finance,Altitude dan Head Gear mempersembahkan sebuah film thriller garapan Suzy Ewing berjudul “10×10”. Film ini menghadirkan Luke Evans, Kelly Reilly,Noel Clarke, Olivia Chenery,Jason Maza, Miles Webb, Benjamin Hoetjes, Jill Winternitz,Stacy Hall, Skye Lucia Degruttola dan Keila J.Brown. Film ini sudah dirilis di Amerika pada 13 April 2018 dan CBI Pictures akan mendistribusikan film ini di Indonesia yang siap tayang Rabu besok,22 Agustus 2018.

Seorang wanita yang tengah membangun bisnis toko bunga di Atlanta bernama Cathy Noland tiba-tiba diculik dan disekap dalam ruangan berukuran 10×10 oleh seorang pria bernama Lewis. Cathy yang mengira sang penculik,Lewis menginginkan uangnya ternyata salah duga. Lewis memiliki rencana untuk membongkar sosok Cathy yang sebenarnya. Tanpa sadar, rencana penyekapan ini mengarah ke arah yang salah dimana obsesi, balas dendam ada ditengah-tengah Lewis dan Cathy.

Siapa sebenarnya Cathy?

Mengapa Lewis ingin membongkar siapa Cathy yang sesungguhnya?

Siapa yang akan selamat dari drama penyekapan ini?

REVIEW:

Sekilas, “10×10” terlihat seperti film thriller bertema abduction atau penculikan kebanyakan. Tidak ada yang istimewa. Adegan interogasinya pun sudah cukup mengintimidasi. Penonton akan dibawa menebak siapa diantara Cathy dan Lewis yang merupakan sang antagonis. Teka-teki ini semakin menarik dengan banyaknya twist ketika siapa sosok Cathy ini terungkap. Noel Clarke dan Suzy Ewing yang menulis naskahnya sendiri seperti terlihat kehabisan akal tentang bagaimana harusnya penonton dapat lebih merasakan ketegangan dari penyekapan dalam film ini. Nyatanya, adegan konyol ketika Cathy dan Lewis mulai beradu fisik seperti menjadi jawaban yang tidak membuat penonton puas. Meski begitu, kredit untuk Luke Evans dan Kelly Reilly. Keduanya benar-benar menampilkan performa akting yang gemilang baik sebagai Lewis maupun Cathy.

Score yang digarap Christpher Holmes kurang melekat dengan aura thriller malah dengan dentingan piano yang terdengar di beberapa scene, ketegangan yang harusnya menjadi sajian dalam “10×10” berubah menjadi sebuah adu fisik belaka untuk melihat siapa yang bertahan hidup.

Motif dari Lewis sendiri sebenarnya cukup akrab dengan kehidupan sehari-hari tetapi kita sebagai manusia harus waspada. Salah-salah, diri kita bisa termakan ambisi yang kemudian berubah menjadi obsesi. “10×10” memperlihatkan bagaimana masa lalu tetap bisa diungkap meski kita sudah mengubah nama sekalipun. Lebih baik mengakui masa lalu daripada harus bermain kucing-kucingan yang berujung sebuah malapetaka yang tidak disangka-sangka,bukan?

3,5 dari 5

 

0 Shares

Written by Shadow

Ordinary College Student, Anime Freak, Movie is my Passion