MARY POPPINS RETURNS: Kembali ke Masa Kecil

MARY POPPINS RETURNS: Kembali ke Masa Kecil

0 Shares

 

One thing you shoul know about Mary Poppins: She never explains anything – Jack

 

 

 

Sinopsis:

Berlatar belakang suasana London di tahun 1930-an (seperti halnya yang diceritakan dalam novel asli karya P.L.Travers), film Mary Poppins Returns diawali dengan kisah kehidupan Michael Banks (Ben Whishaw)  sejak istrinya meninggal bersama tiga anaknya, yakni: John (Nathanael Saleh), Annabel (Pixie Davies), dan Georgie (Joel Dawson), adiknya, Jane Banks (Emily Mortimer),  dan juga asisten rumah tangga mereka, Ellen (Julie Walters).

Rumah Michael yang terletak di Jalan Pohon Cherry 17 akan disita pihak bank jika Michael tidak segera melunasi pinjamannya ke bank. John, Annabel, dan Georgie yang mengetahui hal itu, berupaya mencari cara agar mereka tidak kehilangan rumahnya.

 

 

 

Ulasan:

Yang menarik dari sekuel film Mary Poppins ini dia muncul tanpa perlu penjelasan dari mananya. Seperti halnya hubungan pertemanannya dengan Jack (Lin-Manuel Miranda). Dan memang itu aturan pertama jika kita ingin menceritakan Mary Poppins: Jangan pernah menjelaskan tentang asal Mary Poppins. Kita hanya tahu, Mary suka mengunjungi anak-anak dan mengajak mereka berpetualang dan akan pergi jika tiba waktunya. Terlihat sederhana namun begitu kuat karakternya.

 

 

Berbicara soal karakter dalam film, kita coba kembali ke film Mary Poppins (1964) dimana Julia Andrews sebagai pemeran utamanya sukses memerankan nanny yang begitu istimewa.  Dan di sekuelnya, Emily Blunt tak kalah luar biasanya dalam memainkan perannya sebagai Mary Poppins. Menarik, berpadu dengan bahasa tubuh dan juga kalimat sarkasnya yang kadang muncul sesekali  namun begitu apik. Selain Emily Blunt, pemeran lainnya juga lumayan aktingnya, mulai dari Lin-Manuel Miranda, Ben Wishaw, Colin Firth, Nathanael Saleh, Pixie Davies dan Emily Mortimer. Julie Walters? Dia tak perlu kita ragukan kualitasnya, begitu juga dengan Meryl Streep (Topsy), Dick Van Dyke serta (Mr. Dawes Jr) dan Angela Lansbury (penjual balon) yang meski hanya muncul sebagai cameo tetap menyenangkan untuk dinikmati. Dan terakhir yang begitu mencuri perhatian dalam film ini selain pemeran Mary Poppins adalah Joel Dawson, pemeran Georgie, anak bungsu Michael Banks. Xplorers penasaran?

Disutradarai oleh Rob Marshall (Chicago – 2002 dan Into The Woods – 2014), Mary Poppins Returns tetap menyajikan sesuatu yang klasik dan tidak memaksakan untuk menyelipkan sesuatu agar terlihat modern. Mary Poppins Returns seperti padu padan remake dan sequel Mary Poppins.

 

 

Walt Disney kali ini tidak mengecewakan kita (setelah lumayan gagal di film yang rilis sebelumnya The Nutcracker and the Four Realms). Sinematografinya patut kita acungi jempol. Penggunaan warna biru tua dan merah cerah diantara warna abu-abu bangunan dan langit kelabu membuat kita benar-benar dibawa ke London di era 30-an. Belum lagi kostum yang dipakai Mary Poppins, seolah semakin menyempurnakan masa-masa itu. Alur ceritanya menarik meski jika ada beberapa elemen yang dihilangkan akan tetap tidak menghilangkan daya tariknya.

 

 

Film yang menggabungkan unsur musik, fantasy, komedi dan juga drama ini memang tidak hanya membuat anak-anak senang mencecapnya namun orang dewasa pun juga dipastikan suka. Karena Marry Poppins Return memang bukan film dewasa yang disamarkan sedemikian rupa agar seolah menjadi film anak-anak. Mary Poppins Returns mengajak kita untuk terus menghidupkan sisi kanak-kanak kita meski usia kita bertambah dewasa. Menggiring kita untuk kembali ke masa kecil dimana imajinasi kita tak terbatas. Mary Poppins Returns menjadi film yang begitu menyenangkan dan untuk beberapa bagian kita akan senang menontonnya berulang.

 

So, go under the lovely London sky….imagine the impossible. Yeah, everything is possible even the impossible.

0 Shares

Written by Lisa Boy