INSTANT FAMILY: Isu Serius Dihadirkan Penuh Dinamika

INSTANT FAMILY: Isu Serius Dihadirkan Penuh Dinamika

0 Shares

 

Sinopsis:

Pasangan suami-istri, Pete dan Ellie Wagner, merasakan kekosongan dalam pernikahan mereka. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk menghadirkan anak dalam keluarga mereka dengan menjadi orang tua asuh. Tahap-tahap untuk menjadi orang tua asuh pun mereka ikuti. Sampai akhirnya mereka menemukan pilihan siapa yang akan  menjadi bagian keluarga mereka. Kejutan-kejutan pun muncul setelahnya.

 

Ulasan:

Memiliki anak mungkin menjadi salah satu impian dari beberapa orang. Banyak hal dilakukan agar impian mereka itu bisa terwujud. Salah satunya dengan mengadopsi anak atau menjadi orang tua asuh. Tetapi kita tahu, menjadi orang tua asuh tentulah tidak mudah dalam prosesnya.

 

Hal inilah yang coba dihadirkan dalam film INSTANT FAMILY besutan Paramount Pictures. Film yang dibintangi Mark Wahlberg (Pete), Rose Byrne (Ellie), Isabela Moner (Lizzy), Gustavo Quiroz (Juan), dan Julianna Gamiz (Lita) ini terinspirasi oleh kehidupan nyata dari penulis skenario, produser sekaligus produser film ini, Sean Anders.

 

 

Menurut Sean Anders, beberapa tahun setelah dia bersama istrinya mengadopsi anak, Sean mengajak John Morris untuk mulai menulis cerita. Saat memulai penulisannya itulah, Sean kembali berbincang dengan pekerja sosial yang dulu ditemuinya saat proses adopsi. Bahkan dalam perjalanannya selama lebih dari dua setengah tahun, dia bertemu dengan banyak keluarga asuh dan juga anak-anak asuh dengan berbagai usia dan latar belakangnya yang mau membagi cerita hidup mereka.

 

Kisah dalam INSTANT FAMILY mungkin bukan sesuatu yang luar biasa begitu juga dengan akting para pemainnya. Namun, menonton film drama-komedi keluarga ini terasa menyenangkan. Kita seolah terseret di dalamnya (dalam artian baik tentunya) karena kedekatan cerita dengan kehidupan orang-orang sekitar kita atau mungkin kehidupan kita sendiri. INSTANT FAMILY mampu menyajikan sesuatu isu yang serius yang kadang memunculkan rasa frustasi namun terasa ringan dan penuh dinamika.

 

 

 

0 Shares

Written by Lisa Boy