HOTEL MUMBAI: Berjuang Menepis Perbedaan

HOTEL MUMBAI: Berjuang Menepis Perbedaan

0 Shares

 

Sinopsis

Kala itu, aktivitas yang terjadi di Hotel Taj Mahal Palace tampak normal seperti biasanya. Para pegawai hotel sibuk melayani para tamu yang kebanyakan berasal dari kalangan atas. “Guest is God” menjadi kunci utama para pegawai hotel ketika menjamu tamu mereka. Tiba-tiba kenormalan itu terusik saat lobby utama hotel diserbu banyak orang yang nampak ketakutan. Semakin menjadi ketika tembakan tanpa henti membungkam suara-suara panik penuh histeris.

 

 

Ulasan

Hotel Taj Mahal Palace (Hotel Taj) menjadi salah satu lokasi di Mumbai, India yang diserang teroris pada November 2008. Peristiwa memilukan yang memakan banyak korban pada waktu itu.

Memfilmkan satu cerita yang terinspirasi dari kisah nyata tentu butuh banyak pertimbangan. Terlebih jika kisah nyata tersebut melibatkan satu peristiwa atau tragedi yang tragis, brutal, penuh kekerasan dan juga mengandung beberapa unsur yang cenderung sensitif bagi sebagian orang.

Hal inilah yang dilakukan sang sutradara film HOTEL MUMBAI, Anthony Maras bersama rekan penulis skenarionya, John Collee. Mereka terlihat berhati-hati dalam  memutuskan bagian-bagian mana yang musti sedikit dipoles agar terasa lebih dramatis tanpa menghilangkan elemen historis.

 

 

Penonton diaduk emosinya, digiring tanpa sadar menjadi bagian dari film yang disajikan. Ini terjadi karena penampilan yang luar biasa dari beberapa pemainnya, yang seolah memang menjadi saksi hidup akan aksi teror yang terjadi kala itu. Sebut saja Dev Patel (Lion, The Wedding Guest) yang memerankan Arjun, salah satu pegawai Hotel Taj; Kepala koki hotel, Oberoi (Anupam Kher, TV’ “New Amsterdam”) dan para pemeran terorisnya. Ya, para pemeran teroris di film Hotel Mumbai ini begitu luar biasa. Tengok saja mata mereka, dan kita pun tak akan membantahnya.

 

 

Secara keseluruhan, film ini lumayan berhasil menyuguhkan  suatu kejadian nyata yang tak dipungkiri masih terjadi sampai sekarang. Memanusiakan manusia acap diabaikan hanya karena perbedaan. Kita sering menilai orang lain hanya karena penampilan. Tapi kita percaya bahwa di luar sana masih banyak orang-orang baik, yang tak akan berpikir dua kali demi menyelamatkan orang lain yang terkena tragedi. Kita meyakini ada banyak orang yang mampu berpikir jernih menggunakan logika dan hatinya tanpa menghakimi.

Film ini diputar pertama kali untuk khalayak umum saat perhelatan Toronto International Film Festival pada 7 September 2018. Kemudian ditayangkan di Australia pada 14 Maret 2019, Amerika Serikat (22 Maret 2019), India (29 Maret 2019) dan akan tayang perdana di Inggris pada 3 Mei 2019. Sedang di Indonesia sendiri rencananya pada bulan ini.

 

 

 

0 Shares

Written by Lisa Boy